TRENGGALEK – Kasus kekerasan terhadap guru kembali mencuat di Kabupaten Trenggalek.
Kali ini menimpa Eko Prayitno, seorang guru di SMPN 1 Trenggalek yang menjadi korban pemukulan oleh AK, kakak dari salah satu muridnya.
Peristiwa di Trenggalek itu terjadi pada akhir Oktober 2025 dan langsung viral di berbagai platform media sosial setelah video dan kronologinya beredar luas.
Kejadian bermula ketika Eko menegur salah satu siswinya yang diketahui menggunakan telepon genggam saat proses belajar mengajar berlangsung.
Teguran tersebut ternyata tidak diterima baik oleh sang murid, yang kemudian melapor kepada kakaknya.
Tak lama berselang, pelaku datang ke sekolah dan langsung meluapkan emosinya di ruang guru.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku sempat memaki dan mendorong korban sebelum akhirnya melakukan pemukulan.
Guru yang menjadi korban sempat mengalami luka di bagian wajah dan kepala.
Aksi ini sontak membuat geger para tenaga pendidik serta siswa yang berada di lokasi.
Polisi Bergerak Cepat Tangani Kasus
Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti, polisi menetapkan AK sebagai tersangka.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan bahwa tindakan pelaku memenuhi unsur penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP.
“Kami sudah menetapkan satu orang tersangka. Proses hukum tetap berjalan meski ada upaya mediasi dari pihak keluarga,” ujar Kapolres dalam keterangannya.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap guru menjadi prioritas utama.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar orang tua atau keluarga murid tidak mengambil tindakan sendiri ketika tidak terima dengan sikap guru di sekolah.
Viral di Media Sosial
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video korban pasca-pemukulan beredar di media sosial.
Banyak warganet mengecam tindakan pelaku dan menyerukan agar pelaku mendapat hukuman setimpal.
Tagar seperti #SaveGuruTrenggalek dan #HormatiGuru sempat trending di platform X (Twitter) dan TikTok.
Sejumlah organisasi guru seperti PGRI Trenggalek juga turut bersuara.
Mereka mengecam keras tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik dan mendesak aparat agar memberikan efek jera kepada pelaku.
Mereka menilai insiden seperti ini bisa menurunkan semangat guru dalam menegakkan disiplin di sekolah.