LAMPUNG – Kisah seorang narapidana Lampung Utara tak mau bebas dari Lapas Kelas IIA Kotabumi menyita perhatian publik.
Pria tersebut seharusnya meninggalkan lapas Kotabumi setelah menjalani seluruh masa hukumannya, namun ia justru meminta kepada petugas agar tetap diizinkan tinggal di balik jeruji.
Cerita ini terungkap dalam wawancara terakhir bersama Kasubsi Registrasi Lapas, Hasanuddin.
Dalam proses administrasi sebelum pembebasan, petugas menanyakan sejumlah hal yang berkaitan dengan persiapan hidup di luar.
Namun jawaban narapidana tersebut membuat suasana berubah menjadi haru.
Dia mengatakan bahwa selama berada di lapas, dirinya merasakan kenyamanan yang sulit ditemukannya di luar.
Lingkungan pembinaan menjadi tempat yang membuatnya merasa aman dan diterima.
“Saya lebih nyaman di sini daripada di luar,” ujarnya seperti dikutip dari laporan Lapas Kelas IIA Kotabumi.
Merasa Nyaman Selama Pembinaan
Selama menjalani hukuman, yang bersangkutan mengaku menemukan kebersamaan dengan sesama warga binaan.
Rasa saling membantu dan perhatian dalam kehidupan sehari-hari membuatnya merasa memiliki keluarga baru di balik tembok penjara.
Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa narapidana Lampung Utara tak mau bebas dan menolak meninggalkan lapas meski masa hukumannya sudah berakhir.
Dia juga menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki siapa pun yang menunggunya di luar.
Tidak ada rumah, keluarga, ataupun pekerjaan yang bisa menjadi tempat kembali.
Meski kebebasan adalah haknya, ketidakpastian hidup di luar lapas membuatnya diliputi rasa takut dan kebingungan.
“Di luar saya tidak punya siapa-siapa,” katanya dengan suara bergetar.
Viral Setelah Dibagikan di Media Sosial
Cerita ini semakin menjadi perhatian publik setelah video terkait diunggah oleh akun TikTok @lapaskelasiikotabumi pada Senin (17/11/2025).
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana yang bersangkutan memohon kepada petugas agar tidak dibebaskan.
Ungkapan jujurnya mengenai kehilangan kedua orang tua serta tidak adanya jaminan pekerjaan membuat banyak netizen terharu.
Sosok dalam video itu belakangan diketahui bernama Fahri.
Ia menjadi viral karena sikapnya yang berbeda dari kebanyakan narapidana.
Alih-alih menunggu kebebasan, ia justru berharap dapat tetap berada di Lapas, tempat yang selama ini menjadi satu-satunya ruang aman dalam hidupnya.
Tetap Harus Dibebaskan Sesuai Aturan
Hasanuddin menegaskan bahwa meskipun Fahri menyampaikan keinginannya untuk tetap tinggal, secara hukum ia tetap harus dibebaskan.
Lapas tidak memiliki dasar untuk menahan seseorang yang telah menyelesaikan masa hukumannya.
Untuk itu, petugas memberikan penjelasan terkait hak-haknya setelah bebas, sekaligus memberikan dukungan moral agar ia mampu memulai hidup baru.
Lapas Kotabumi menyampaikan bahwa mereka berkomitmen memberikan pembinaan dengan pendekatan manusiawi.
Salah satu tujuannya adalah memastikan warga binaan mampu kembali ke masyarakat dengan baik.
Meskipun tidak bisa memenuhi permintaan narapidana tersebut, pihak lapas tetap berusaha memberikan arahan agar ia tidak merasa sepenuhnya sendirian setelah keluar.
Harapan Hidup Baru
Dalam unggahan lanjutan yang beredar di media sosial, banyak yang menginformasi bahwa setelah proses pembebasan, narapidana tersebut mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah tempat pencucian mobil.
Bantuan ini diharapkan mampu membantunya menata langkah awal setelah kembali ke kehidupan luar. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah