JAKARTA – Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, 6, sejak kecil diasuh oleh kakek dan neneknya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terkuak.
Bocah yang dilaporkan raib sejak 8 bulan lalu, memasuki babak baru.
Tim kepolisian kini mengonfirmasi bahwa mereka menemukan sesosok jasad anak yang diduga memiliki kemiripan dengan ciri-ciri Alvaro.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa identifikasi forensik masih berjalan untuk memastikan kecocokan secara ilmiah.
Ditemukan Jasad dengan Ciri Mirip Alvaro
Penemuan jasad tersebut dilaporkan warga saat melihat sesuatu yang mencurigakan di area semak tak jauh dari lokasi pencarian sebelumnya.
Tim Inafis, medis, dan unit identifikasi dikerahkan untuk mengamankan TKP serta melakukan pemeriksaan awal.
“Kami belum bisa memastikan identitas korban sebelum hasil uji forensik keluar. Saat ini masih dalam tahap pendalaman,” ujar seorang pejabat kepolisian daerah yang menangani kasus tersebut.
Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa seluruh temuan masih bersifat dugaan, sehingga masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Update Kepolisian: Penyebab Kematian Masih Didalami
Kasus ini menjadi prioritas kepolisian.
Tim gabungan kini menelusuri beberapa kemungkinan, mulai dari insiden kecelakaan, kelalaian, hingga dugaan tindak pidana.
Polisi sudah melakukan:
Olah TKP lanjutan di lokasi penemuan
Pemeriksaan saksi-saksi di sekitar area
Pengumpulan data rekaman CCTV di titik-titik strategis
Autopsi medis forensik
Hasil lengkap diperkirakan diumumkan setelah pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami bekerja berdasarkan fakta dan bukti ilmiah. Mohon keluarga dan masyarakat bersabar,” tegas penyidik.
Respons Orang Tua dan Keluarga Terdekat
Pihak keluarga Alvaro tak kuasa menahan duka ketika mendengar kabar penemuan jasad tersebut.
Ayah dan ibu Alvaro memilih menunggu informasi resmi dari kepolisian, namun berharap proses identifikasi segera tuntas.
“Kami hanya ingin kepastian. Kami berharap yang terbaik, apa pun hasilnya tetap kami terima,” ujar salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.
Keluarga besar serta tetangga dekat tampak berkumpul memberikan dukungan moral. Warga setempat juga menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas.
Masyarakat Diminta Tenang, Hindari Spekulasi
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum pasti.
Selain dapat mengganggu proses penyelidikan, penyebaran informasi sensitif juga dapat menambah beban psikologis keluarga korban. (*)