Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pelajar Trenggalek Sering Terlibat Balap Liar, Diobrak Polisi, Amankan 25 Unit Kendaraan

Zaki Jazai • Senin, 8 Desember 2025 | 05:45 WIB
Satlantas Polres Trenggalek ketika melakukan pengamanan kendaraan yang terjaring dalam razia balap liar di wilayah Desa Widoro, Kecamatan Gandusari.
Satlantas Polres Trenggalek ketika melakukan pengamanan kendaraan yang terjaring dalam razia balap liar di wilayah Desa Widoro, Kecamatan Gandusari.

TRENGGALEK — Balap liar di Trenggalek kembali mengungkap fakta memprihatinkan.

Pasalnya, saat ini masih banyak anak di bawah umur dengan status pelajar di Trenggalek masih menjalani aktivitas berbahaya dan meresahkan masyarakat tersebut.

Ini terlihat ketika Satlantas Polres Trenggalek menggelar razia balap liar di ruas jalan Krebet–Widoro, Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Jumat (5/12/2025) petang.

Razia tersebut berlangsung dramatis. Begitu menerima informasi adanya balapan, petugas langsung menggerebek lokasi dan menutup jalur dari dua arah hingga amankan puluhan pelajar.

Dari puluhan remaja yang diamankan, sebagian besar masih berstatus pelajar dan bahkan ada yang masih di bawah umur.

Mereka terjaring saat memodifikasi motor dan memacu kendaraan di jalur yang kerap dijadikan arena balapan.

Dimana, razia dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas balap liar pada malam hari.

Saat petugas datang ke lokasi, beberapa remaja berhamburan kabur, sementara sebagian lainnya berhasil diamankan bersama kendaraan mereka.

“Mayoritas masih anak-anak. Ada yang masih SMP dan banyak yang masih mengenakan seragam saat kami data,” ujar Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto.

Selain menahan motor dengan knalpot brong dan modifikasi ekstrem, petugas juga memanggil orang tua serta pihak sekolah untuk pembinaan lanjutan.

Mereka mengingatkan bahwa aktivitas balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain.

“Kami imbau sekolah dan orang tua ikut memperketat pengawasan. Jalan raya bukan tempat unjuk kemampuan,” katanya.

Ke depan polisi akan terus melaksanakan razia serupa. Sebab menurut Sony, aksi balap liar tidak hanya mengganggu pengguna jalan lain, tetapi juga membahayakan para pesertanya sendiri.

“Kalau sampai terjadi kecelakaan fatal, siapa yang bertanggung jawab. Banyak pula yang masih anak-anak,” jelasnya.

Seluruh remaja yang terjaring razia akan diproses sesuai ketentuan hukum. Bagi yang masih di bawah umur, polisi meminta orang tua hadir mendampingi.

Sony juga mengingatkan bahwa balap liar kerap disertai praktik perjudian. “Balap liar bukan hanya membahayakan, tapi juga berpotensi menjadi ajang taruhan,” tambahnya.

Kasatlantas mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat aksi berbahaya tersebut.

“Kami sudah beberapa kali melakukan penindakan. Harapannya kesadaran masyarakat semakin meningkat dan sebagai efek jera kami menahan 25 unit sepeda motor dalam razia ini,” pungkasnya.(jaz/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#balap liar #trenggalek