KOTA, Radar Trenggalek – Kebakaran rumah hunian terjadi di Dusun Cari RT 09 RW 03, Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, Jumat (20/2) siang. Rumah milik Kasiyanto dilaporkan terbakar sekitar pukul 12.02, diduga akibat korsleting listrik pada panel di lantai dua.
Berdasarkan informasi kebakaran pertama kali diketahui tetangga korban, Aldi, sekitar pukul 11.58 saat melihat kobaran api di bagian atas rumah. Dia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Selang beberapa menit, rekannya, Raka Sukma, menghubungi layanan aduan pemadam kebakaran Kabupaten Trenggalek pada pukul 12.00.
Dari situ, laporan resmi diterima petugas piket Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) sekitar pukul 12.03. Tidak lama berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan pukul 12.03, personel langsung berangkat pukul 12.05dan tiba di lokasi pukul 12.13. Petugas segera melakukan operasi penyemprotan untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain,” jelas Kepala Satpol PPK Trenggalek, Habib Solehudin.
Sebanyak 15 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman tersebut dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran bernomor polisi AG 8249 YP dan AG 8802 ZP, serta satu unit mobil water supplier AG 8010 YP. Total penggunaan air dalam proses pemadaman mencapai sekitar 20.000 liter.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.33 atau sekitar 78 menit sejak operasi dimulai. Setelah itu, petugas melakukan pengecekan peralatan, pengisian tangki air di hydrant Dishub, dan kembali ke Mako Damkar pada pukul 14.00 WIB. Respon time petugas tercatat 11 menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi.
Habib menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta dengan luas area terbakar sekitar 12 meter x 8 meter. Meski demikian, aset senilai lebih dari Rp200 juta berhasil diselamatkan berkat penanganan cepat petugas dan warga.
Dalam penanganan kejadian ini, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Dawuhan, perangkat desa, petugas PLN, serta masyarakat sekitar turut membantu proses pengamanan dan pemadaman di lokasi.
Dia menghimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama pada bagian panel dan kabel yang berisiko memicu korsleting. Menurutnya, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran listrik menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Korban jiwa nihil. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting pada panel listrik di lantai dua yang memicu kabel terbakar,” tegas mantan Camat Durenan ini. (jaz/din)
Editor : Adinda Putri Sefiana