TRENGGALEK JENGGELEK - Sebuah HP murah viral di TikTok dengan harga sekitar Rp1 jutaan menarik perhatian warganet karena mengklaim memiliki spesifikasi tinggi layaknya ponsel flagship. Ponsel tersebut dipasarkan dengan nama Note 11 Pro Plus, nama yang sengaja dibuat mirip dengan seri ponsel populer milik Xiaomi.
Dalam poster penjualannya, HP murah viral di TikTok ini disebut memiliki spesifikasi menggiurkan, seperti RAM 12 GB, memori internal 512 GB, layar besar hingga 7,5 inci, serta kamera 58 megapiksel. Tak hanya itu, perangkat ini juga diklaim menggunakan prosesor 10 core dan baterai besar berkapasitas 5.800 mAh.
Namun setelah dilakukan proses unboxing dan pengujian langsung, banyak klaim spesifikasi tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
Kemasan Sederhana dan Aksesori Meragukan
Saat pertama kali dibuka, kemasan HP murah viral di TikTok ini terlihat sangat sederhana. Kotaknya hanya menggunakan cetakan minimal tanpa informasi detail produk yang jelas.
Di dalamnya terdapat beberapa aksesori seperti charger, kabel USB Type-C, baterai terpisah, casing silikon, hingga tempered glass. Namun kualitas aksesorinya dinilai sangat rendah.
Charger yang disertakan bahkan terasa sangat ringan dan terlihat tidak berkualitas. Hal ini memicu kekhawatiran terkait keamanan, terutama karena charger murah sering dikaitkan dengan risiko kerusakan baterai atau bahkan potensi kebakaran.
Selain itu, baterai yang disertakan juga tampak sangat tipis meski diklaim memiliki kapasitas 5.800 mAh. Tidak ada informasi jelas mengenai kapasitas sebenarnya yang tercantum pada baterai tersebut.
Desain Meniru Ponsel Xiaomi
Jika dilihat sekilas, desain HP murah viral di TikTok ini memang sengaja dibuat menyerupai ponsel Xiaomi. Modul kamera di bagian belakang terlihat mirip dengan desain seri Redmi Note.
Namun ketika diperiksa lebih dekat, kualitas materialnya jauh dari standar ponsel asli. Beberapa bagian bodi terlihat tidak presisi, bahkan terdapat celah pada sambungan antara layar dan bodi belakang.
Tombol power dan volume juga terasa sangat longgar dan kurang responsif. Dalam beberapa kasus, tombol bahkan bisa terasa seperti “jungkat-jungkit” saat ditekan.
Beberapa kamera tambahan di bagian belakang juga diduga hanya bersifat dekoratif atau tidak benar-benar berfungsi.
Layar dan Resolusi Jauh dari Klaim
Salah satu klaim paling mencolok dari HP murah viral di TikTok ini adalah ukuran layar 7,5 inci dengan resolusi 1440p.
Namun setelah diukur, ukuran layar ternyata jauh lebih kecil dan setara dengan layar ponsel biasa. Resolusinya pun diperkirakan hanya sekitar 480p atau bahkan di bawah 720p.
Hal ini terlihat dari tampilan piksel yang cukup jelas saat layar digunakan untuk menonton video.
Saat digunakan untuk membuka aplikasi seperti YouTube, perangkat juga menunjukkan performa yang sangat lambat. Video dengan resolusi 480p masih dapat diputar, tetapi pada resolusi lebih tinggi seperti 1080p sudah mulai mengalami lag.
RAM 12GB dan Memori 512GB Diragukan
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah klaim RAM 12 GB dan memori internal 512 GB.
Namun dari tampilan sistem operasi dan performa perangkat, spesifikasi tersebut diragukan kebenarannya. Sistem operasi yang ditampilkan bahkan terlihat sangat berbeda dari Android modern.
Antarmuka perangkat justru mengingatkan pada tampilan Android lama sekitar tahun 2015 hingga 2016.
Hal ini mengindikasikan bahwa spesifikasi yang tercantum kemungkinan besar dimodifikasi secara software agar terlihat lebih tinggi dari kenyataan.
Jaringan 5G Hanya Tulisan
Ponsel ini juga menampilkan indikator jaringan 5G di layar. Namun saat dilakukan pengujian dengan kartu SIM, koneksi jaringan tidak stabil bahkan sulit mendapatkan sinyal.
Indikator tersebut diduga hanya tampilan visual tanpa dukungan teknologi 5G yang sebenarnya.
Warganet Diminta Lebih Waspada
Fenomena HP murah viral di TikTok ini menunjukkan bahwa konsumen perlu lebih berhati-hati saat membeli gadget dengan harga terlalu murah namun memiliki spesifikasi yang terdengar tidak masuk akal.
Ponsel dengan harga Rp1 jutaan tentu memiliki keterbatasan, sehingga klaim spesifikasi tinggi seperti RAM 12 GB, kamera puluhan megapiksel, hingga layar resolusi tinggi patut dicurigai.
Sebelum membeli perangkat elektronik, konsumen disarankan untuk memeriksa ulasan terpercaya, memastikan keaslian merek, serta membeli dari penjual resmi.
Jika tidak, risiko mendapatkan produk tiruan atau berkualitas rendah bisa sangat besar.
Editor : Edo Trianto