JAKARTA-Aksi pencurian dengan modus kempes ban kembali terjadi dan terekam kamera CCTV. Seorang korban diduga menjadi sasaran pelaku setelah mengambil uang dari Bank Mandiri. Pelaku memanfaatkan situasi ketika korban berhenti di depan sebuah toko untuk berbelanja.
Dari rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi, pelaku diduga lebih dulu mengikuti korban sejak keluar dari bank. Setelah itu, pelaku mengempeskan ban mobil korban agar korban terpaksa berhenti di pinggir jalan.
Saat korban lengah, pelaku kemudian menjalankan aksinya. Peristiwa pencurian dengan modus kempes ban ini menjadi perhatian warga sekitar karena diduga dilakukan secara terencana oleh lebih dari satu orang.
Terekam CCTV, Pelaku Berjalan Kaki
Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa aksi pelaku sempat terlihat dalam rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area pertokoan.
Saksi mengaku awalnya mendengar kabar adanya pencurian di depan tokonya. Setelah memeriksa rekaman CCTV, terlihat kaca kendaraan korban sudah dalam kondisi rusak.
“Setelah saya lihat dari CCTV, kacanya sudah bolong. Pelaku pertama terlihat jalan kaki ke arah sana,” ujar saksi.
Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak berjalan kaki menjauh dari lokasi setelah melakukan aksinya.
Tak lama kemudian, pelaku dijemput oleh seorang rekannya yang menggunakan sepeda motor.
“Yang pertama jalan kaki, terus dijemput motor dari arah barat. Motornya jenis Satria,” kata saksi menambahkan.
Aksi pelaku yang terekam kamera ini kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi aparat kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku.
Diduga Sudah Membuntuti Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban, uang yang menjadi sasaran pencurian baru saja diambil dari bank.
Korban diketahui sebelumnya mengambil uang dari Bank Mandiri sebelum kemudian berhenti di sebuah toko untuk berbelanja.
Saat itu, mobil korban diparkir di depan toko. Diduga, pelaku sudah membuntuti korban sejak dari bank hingga ke lokasi kejadian.
Salah satu indikasi kuat adalah kondisi ban mobil korban yang tiba-tiba kempes.
“Kayaknya ban sudah dikempesin dari sana. Soalnya setelah dari bank, di sini bannya sudah kempes,” ujar saksi.
Dengan kondisi ban yang kempes, korban terpaksa berhenti dan keluar dari kendaraan untuk mengecek kerusakan. Momen itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Polisi Telusuri Jejak Pelaku
Kasus pencurian dengan modus kempes ban seperti ini bukan pertama kali terjadi. Biasanya pelaku bekerja dalam kelompok dan sudah mengincar korban yang baru saja mengambil uang dalam jumlah besar dari bank.
Modusnya pun hampir sama.
Pelaku pertama bertugas mengikuti korban dari bank. Kemudian pelaku lain mengempeskan ban kendaraan menggunakan benda tajam.
Saat korban berhenti untuk memeriksa ban, pelaku lain mengambil barang berharga di dalam mobil, seperti uang tunai atau tas.
Setelah berhasil, pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan yang telah disiapkan sebelumnya.
Dalam kasus ini, rekaman CCTV menjadi bukti penting untuk mengungkap identitas pelaku.
Polisi juga kemungkinan akan menelusuri jalur pelarian pelaku berdasarkan arah kendaraan yang terlihat dalam rekaman.
Selain itu, keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian juga menjadi bahan penyelidikan.
Warga Diminta Waspada Modus Kempes Ban
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama setelah mengambil uang dalam jumlah besar dari bank.
Modus kempes ban sering menyasar korban yang lengah saat berhenti di pinggir jalan atau area parkir.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain tidak berhenti di tempat sepi setelah dari bank, memastikan kondisi kendaraan sebelum berkendara, serta segera mencari tempat ramai jika merasa diikuti.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyimpan uang dalam jumlah besar di dalam mobil tanpa pengawasan.
Jika menemukan kondisi ban tiba-tiba kempes setelah dari bank, pengendara disarankan berhenti di tempat aman seperti SPBU, kantor polisi, atau area ramai.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, diharapkan aksi kejahatan dengan modus kempes ban dapat diminimalisir.(*)
Editor : Adinda Putri Sefiana