Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tragis! Sengketa Lahan di Perbatasan Kalimantan Timur Berujung Pembantaian Satu Keluarga, 5 Tewas Bersimbah Darah

Isna Dzikirianti • Kamis, 23 April 2026 | 11:56 WIB
Pembantaian satu keluarga di perbatasan Kalimantan Timur diduga dipicu sengketa lahan. Lima korban tewas, tiga pelaku telah ditangkap polisi. (GPT AI)
Pembantaian satu keluarga di perbatasan Kalimantan Timur diduga dipicu sengketa lahan. Lima korban tewas, tiga pelaku telah ditangkap polisi. (GPT AI)

JAKARTA – Kasus pembantaian satu keluarga di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menggemparkan publik.

Peristiwa tragis yang diduga dipicu sengketa lahan ini menewaskan lima orang dalam satu keluarga di Desa Benangin 2, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Pembantaian satu keluarga tersebut terjadi pada Minggu malam, 19 April lalu. Lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan Kalimantan Timur-Kalimantan Tengah yang selama ini disebut rawan konflik lahan akibat perebutan kepemilikan tanah.

Kapolres setempat, AKBP Singgi Febianto, membenarkan tragedi berdarah tersebut. Polisi menduga kuat motif utama pembantaian ini berkaitan dengan sengketa lahan yang sudah berlangsung sebelumnya.

Baca Juga: Geger! Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kalisunter Kelapa Gading, Kondisinya Membiru

Kronologi Pembantaian Satu Keluarga

Menurut keterangan sejumlah saksi, para pelaku datang ke rumah korban pada malam hari. Mereka disebut sebagai orang tak dikenal (OTK) yang langsung masuk ke rumah tanpa banyak bicara.

Begitu masuk, para pelaku langsung menyerang penghuni rumah menggunakan senjata tajam. Serangan berlangsung brutal dan membuat korban tidak sempat melakukan perlawanan.

Satu per satu anggota keluarga menjadi sasaran hingga sebagian besar meninggal dunia di lokasi kejadian. Darah berceceran di dalam rumah, meninggalkan suasana mencekam yang membuat warga sekitar shock.

Dari total enam korban dalam peristiwa tersebut, lima orang dinyatakan tewas. Sementara satu korban selamat bernama Alvian mengalami luka tusuk serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Baca Juga: Istri Bunuh Suami di Tangerang, Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka Sayatan di Kamar, Pelaku Langsung Serahkan Diri ke Polisi

Kesaksian korban selamat menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi untuk mengungkap kasus pembantaian satu keluarga ini.

Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku usai menerima laporan kejadian.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi berhasil menangkap tiga orang terduga pelaku berinisial VN, LK, dan SA. Ketiganya diketahui masih memiliki hubungan keluarga.

Kapolres AKBP Singgi Febianto menjelaskan bahwa sementara ini pihaknya baru mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi pembunuhan tersebut.

“Korban itu ada enam. Yang sementara sudah kami amankan ada tiga orang. Dugaan sementara terkait sengketa lahan atau perebutan lahan,” ujarnya.

Baca Juga: Perempuan Asal Pule Trenggalek Nekat Akhiri Hidupnya Sendiri, Terungkap Pemicu Peristiwa

Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut terlibat dalam tragedi berdarah tersebut.

Diduga Berebut Lahan di Kawasan Hutan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sengketa lahan yang menjadi pemicu pembantaian satu keluarga ini diduga berada di kawasan hutan dekat Jalan Holing PT KM 95, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Wilayah tersebut disebut menjadi area yang diperebutkan oleh kedua pihak. Konflik kepemilikan lahan diduga sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya memicu aksi brutal yang berujung maut.

Kasus sengketa lahan di daerah perbatasan memang kerap menjadi sumber konflik serius, terutama di wilayah yang memiliki potensi ekonomi tinggi seperti kawasan hutan produksi maupun jalur hauling perusahaan.

Warga sekitar mengaku terpukul atas kejadian ini karena para korban dikenal sebagai keluarga yang tinggal cukup lama di kawasan tersebut.

Baca Juga: Suami Siri Jadi Tersangka Bermula dari Penganiayaan Kasusnya Sempat Viral

Peristiwa ini juga memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan kasus untuk memastikan motif utama serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Barang bukti berupa senjata tajam dan sejumlah petunjuk lain tengah diperiksa untuk memperkuat proses hukum terhadap para tersangka.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kasus pembantaian satu keluarga akibat sengketa lahan ini menjadi pengingat bahwa konflik agraria yang tidak terselesaikan dapat memicu tragedi besar.

Publik kini menanti proses hukum berjalan transparan agar para pelaku mendapat hukuman setimpal atas aksi keji yang menewaskan lima nyawa tersebut. (*)

Editor : Isna Dzikirianti
#pembantaian satu keluarga #Kalimantan Timur #Barito Utara #pembunuhan sadis #sengketa lahan