JAKARTA BARAT – Kasus pengeroyokan maut di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, menghebohkan warga. Seorang pria berinisial DM, 29, tewas setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekitar 15 orang di sebuah tempat biliar di Jalan Mawardi, Grogol Petamburan. Tragisnya, korban disebut dilempar dari lantai dua hingga tak sadarkan diri.
Peristiwa pengeroyokan maut di Petamburan itu terjadi setelah korban berusaha membela sang kekasih yang diduga menjadi korban kekerasan dari salah satu pelaku. Video keributan yang terjadi di lokasi bahkan sempat viral dan memperlihatkan situasi mencekam saat korban dikeroyok beramai-ramai.
Korban yang merupakan warga Palmerah, Jakarta Barat, awalnya mendatangi salah satu pria yang diduga memukul kekasihnya. Mengenakan kaos putih, DM sempat menjepit pria tersebut dan mengajaknya menyelesaikan masalah di luar ruangan tempat biliar.
Namun situasi justru berubah menjadi brutal. Saat berada di luar room table, teman-teman pelaku yang jumlahnya belasan orang langsung mengeroyok korban tanpa ampun.
Kronologi Pengeroyokan di Tempat Biliard
Menurut keterangan keluarga korban, aksi pengeroyokan bermula saat kekasih DM diduga mendapat perlakuan kasar dari salah satu pelaku. Tidak terima melihat kekasihnya dipukul, korban kemudian mencoba meminta pertanggungjawaban.
Salah satu keluarga korban, Raju, mengungkapkan bahwa DM sebenarnya hanya ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun para pelaku justru bertindak brutal.
“Mungkin dari dikonya sendiri beranggapan itu cewek gue ditonjok. Akhirnya ditariklah sama Diko untuk ya sudah kita selesaikan di luar aja,” ujar Raju.
Setelah keluar dari ruangan biliar, korban ternyata sudah ditunggu oleh teman-teman pelaku. Jumlah mereka disebut mencapai sekitar 15 orang.
“Nah setelah sampai di luar room table ternyata teman-teman si pelaku itu banyak,” lanjutnya.
Tak hanya dipukul secara membabi buta, korban juga dilempar dari lantai dua bangunan tempat biliar tersebut. Akibatnya, DM mengalami luka parah dan langsung tak sadarkan diri.
Kekasih Korban Menangis Histeris
Usai insiden mengerikan tersebut, suasana di lokasi berubah panik. Kekasih korban terlihat menangis histeris melihat kondisi DM yang tergeletak tak berdaya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.
Peristiwa ini memicu kemarahan keluarga korban yang meminta aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan.
Kasus pengeroyokan yang menewaskan pria muda itu juga menjadi perhatian publik karena aksi para pelaku dinilai sangat sadis dan dilakukan secara beramai-ramai.
Polisi Buru 15 Pelaku Pengeroyokan
Hingga kini, aparat dari Polsek Grogol Petamburan dan Polres Metro Jakarta Barat masih melakukan penyelidikan intensif terkait kasus tersebut. Polisi juga tengah memburu para pelaku yang disebut melarikan diri usai kejadian.
Petugas telah mengumpulkan rekaman CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian untuk mengungkap identitas para pelaku.
Pihak kepolisian memastikan kasus pengeroyokan maut di Petamburan ini menjadi prioritas karena menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi juga mengimbau para pelaku segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait maraknya aksi kekerasan kelompok di tempat hiburan malam maupun lokasi publik lainnya di Jakarta. Warga berharap aparat dapat bertindak cepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpancing emosi saat terjadi perselisihan. Penyelesaian masalah secara damai dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat aksi kekerasan.
Keluarga korban sendiri kini masih menunggu perkembangan proses hukum sambil berharap seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum setimpal atas perbuatannya. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana