JAKARTA– Aksi heroik seorang nenek juru parkir di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Keberaniannya menggagalkan aksi kriminal bermodus pecah kaca berhasil menyelamatkan uang tunai senilai Rp3,8 miliar milik seorang nasabah bank.
Peristiwa nenek juru parkir gagalkan perampokan Rp3,8 miliar itu terjadi di area parkir dekat kantor bank. Sosok lansia bernama Kusmiati, 62, yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir sekaligus penjual kopi keliling, menjadi pahlawan dalam kejadian tersebut.
Keberanian Kusmiati patut diapresiasi. Hanya dengan berteriak meminta pertolongan, ia berhasil menggagalkan komplotan pelaku yang berusaha membawa kabur tas berisi uang miliaran rupiah dari dalam mobil korban.
Kejadian bermula ketika korban baru saja melakukan transaksi penarikan uang dalam jumlah besar di bank. Korban kemudian menuju area parkir tanpa menyadari bahwa dirinya diduga sudah dibuntuti pelaku sejak awal.
Kusmiati Curiga Melihat Gerak-gerik Pelaku
Saat berada di sekitar lokasi, Kusmiati melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Pelaku terlihat berdiri cukup lama sambil mengamati kendaraan milik korban.
Tak berselang lama, seorang pelaku lain yang mengendarai sepeda motor mendekati mobil sasaran. Pelaku kemudian memukul kaca mobil sebanyak dua kali hingga pecah.
Kusmiati yang menyaksikan langsung kejadian itu spontan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
"Maling... maling... maling," teriaknya sambil menunjuk ke arah pelaku.
Teriakan tersebut sontak memecah suasana dan menarik perhatian sejumlah tukang ojek, juru parkir lain, serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Pelaku Panik dan Kabur
Rencana perampokan yang sudah disusun pelaku akhirnya berantakan. Pelaku yang hendak mengambil tas berisi uang miliaran rupiah mendadak panik karena banyak warga mulai berdatangan.
Salah seorang pelaku yang berada di atas sepeda motor langsung tancap gas melarikan diri setelah menyadari aksinya diketahui banyak orang.
Sementara satu pelaku lainnya yang bertugas mengawasi korban sempat terseret motor saat berusaha kabur dari lokasi kejadian.
Situasi yang mendadak ramai membuat komplotan tersebut gagal membawa kabur uang senilai Rp3,8 miliar. Beruntung, seluruh uang yang menjadi target kejahatan berhasil diamankan dan kembali kepada pemiliknya.
Kesaksian Kusmiati Saat Menggagalkan Aksi Pecah Kaca
Dalam keterangannya, Kusmiati mengaku awalnya melihat pelaku hanya berdiri di sekitar lokasi bersama seorang tukang ojek yang sedang minum kopi.
Namun beberapa saat kemudian, ia mendengar suara benturan keras sebanyak dua kali dari arah mobil korban. Saat itulah dirinya sadar sedang terjadi aksi kriminal.
"Saya lihat orang itu berdiri dulu, enggak lama kemudian terdengar dua kali suara keras di kaca mobil," ungkapnya.
Ia pun langsung berteriak sekencang-kencangnya untuk meminta bantuan.
Baca Juga: Terbongkar! Judi Online Jakarta Pusat Dikelola Pemuda 24 Tahun, Raup Ratusan Juta dari Tiga Situs.
Menurut Kusmiati, dirinya tidak memikirkan keselamatan pribadi saat itu. Instingnya sebagai warga yang melihat kejahatan membuatnya spontan bertindak.
Keberaniannya tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena berhasil mencegah kerugian yang sangat besar.
Modus Pecah Kaca Masih Mengintai Nasabah Bank
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa modus perampokan pecah kaca masih sering terjadi dan menyasar nasabah bank yang membawa uang dalam jumlah besar.
Pelaku umumnya telah mengintai korban sejak berada di dalam bank hingga menuju kendaraan yang diparkir di area tertentu.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah melakukan transaksi perbankan bernilai besar.
Baca Juga: Panas! Imanuel Ebeneser Bantah Tuduhan KPK, Singgung Agenda Politik dan Seret Isu BBM Subsidi 2026
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya tidak meninggalkan uang di dalam kendaraan, meminta pengawalan aparat jika membawa uang dalam jumlah besar, serta segera melapor apabila menemukan orang dengan gerak-gerik mencurigakan.
Di tengah maraknya aksi kriminal, keberanian Kusmiati menjadi bukti bahwa kepedulian warga masih menjadi benteng utama dalam mencegah tindak kejahatan.
Sosok nenek berusia 62 tahun tersebut kini mendapat banyak pujian dari masyarakat. Dengan modal keberanian dan kepedulian terhadap sesama, ia berhasil menggagalkan aksi perampokan bernilai fantastis yang berpotensi merugikan korban hingga miliaran rupiah. (*)
Editor : Isna Dzikirianti