Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Biadab! Kisah Pilu Vita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat: Harta Dikuras, Wajah Hancur, hingga Ayah Rela Sedot Nanah demi Selamatkan Nyawa

Adinda Putri Sefiana • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:21 WIB
VITA : Kasus Penganiayaan oleh Taufik Hidayat, Dedi Muliyani undang keluarga korban guna penjelasan kejadian tersebut. (KDL CHANNEL)
VITA : Kasus Penganiayaan oleh Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi, undang keluarga korban guna penjelasan kejadian tersebut. (KDL CHANNEL)

JAKARTA – Jagat media sosial terus diguncang oleh gelombang simpati netizen setelah mencuatnya kisah pilu Vita, korban penyiksaan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat. Kasus penganiayaan berat ini memicu kemarahan publik setelah rincian kekejaman pelaku dibeberkan oleh pihak keluarga dan tokoh masyarakat, Dedi Mulyadi.

Kasus penganiayaan ini, korban bernama Vita tidak hanya kehilangan masa depannya karena mengalami cacat permanen, tetapi seluruh hartanya juga dikuras habis oleh pelaku (Taufik Hidayat) sebelum akhirnya disiksa secara brutal.

Kini, kasus penganiayaan tersebut mengundang mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk secara khusus mengunjungi kediaman keluarga korban (Vita) guna melihat kondisi terkini. 

Berdasarkan penuturan sang ayah, perkembangan kesehatan Vita saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Korban yang sempat kritis kini sudah mulai bisa berjalan perlahan dan daya ingatnya berangsur pulih.

Di balik perkembangan medis tersebut, tersimpan sebuah pengorbanan luar biasa dari sang ayah yang berjuang melawan maut demi menyelamatkan putri tercintanya.

Baca Juga: Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Tim Kuasa Hukum Bersyukur dan Sebut Keadilan Masih Menyala di Indonesia

Saat pertama kali ditemukan dan dirawat di rumah, kondisi kepala Vita sangat mengenaskan dengan luka borok yang membusuk hingga berlubang.

Ayah Vita menceritakan momen mengerikan saat dirinya harus membersihkan luka luar biasa tersebut seorang diri.

Karena tidak tega melihat anaknya kesakitan jika dibersihkan dengan tangan atau alat medis seadanya, sang ayah nekat menyedot cairan nanah yang memenuhi kepala Vita langsung menggunakan mulutnya sendiri hingga terkumpul setara lima gelas besar. 

Tindakan ekstrem ini terpaksa dilakukan agar sang anak merasa nyaman dan luka infeksi yang sempat dipenuhi belatung itu bisa segera bersih. 

Penyiksaan yang dialami Vita meninggalkan bekas luka fisik dan trauma psikologis yang sangat mendalam. Tim dokter yang menangani menyatakan bahwa Vita mengalami cacat permanen pada beberapa bagian wajahnya.

Akibat hantaman keras bertubi-tubi menggunakan helm, kursi, hingga tongkat besi, tulang rahang Vita sempat patah dan kini sembuh dalam posisi kaku.

Tidak hanya itu, bagian telinga Vita juga mengalami deformitas mengerikan. Daun telinganya nempel dan mengecil akibat terlalu sering menerima pukulan keras dari pelaku.

Pihak rumah sakit merencanakan tindakan rekonstruksi wajah dan operasi plastik secara bertahap, dimulai dari pemulihan infeksi di area kepala, perbaikan bibir, hingga operasi total pada bagian hidung yang kondisinya hancur.

Berdasarkan pengakuan korban, aksi keji Taufik Hidayat ternyata didorong oleh motif ekonomi. Hubungan yang awalnya didasari oleh rasa cinta berubah menjadi petaka setelah tabungan dan aset milik Vita Lunas berpindah tangan.

Baca Juga: Anak di Dongko Laporkan Bapak Tiri Mengaku Lima Kali Disetubuhi

Pelaku menguras uang tabungan korban, menjual perhiasan emas, hingga nekat mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan milik Vita setelah korban mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Total kerugian materiil dari barang-barang yang dibawa kabur ditaksir mencapai Rp 52 juta, belum termasuk utang pinjaman online (pinjol) yang diajukan pelaku atas nama Vita.

"Awalnya dirayu karena cinta, setelah harta Vita habis total dan tidak ada lagi yang bisa diambil, pelaku mulai temperamental. Di situlah penyiksaan brutal dimulai karena korban dianggap tidak bisa lagi dijadikan objek pemerasan," ujar Dedi Mulyadi saat berdialog dengan keluarga korban.

Pelaku yang sempat melarikan diri ke Tangerang akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Polda Jawa Barat setelah ruang geraknya dipersempit oleh sayembara berhadiah yang digelar publik.

Baca Juga: Perempuan Asal Pule Trenggalek Nekat Akhiri Hidupnya Sendiri, Terungkap Pemicu Peristiwa

Mengetahui pelaku telah ditangkap, Vita berharap pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati atas perbuatan tidak manusiawi tersebut.

Guna menjamin kelangsungan hidup Vita yang kini menyandang status cacat permanen di usia 29 tahun, Dedi Mulyadi memberikan bantuan finansial strategis berupa sertifikat deposito senilai Rp 250 juta.

Uang tersebut sengaja didepositkan agar menghasilkan bunga bulanan yang dapat digunakan sebagai biaya hidup jangka panjang, sehingga tidak habis seketika.

Penyerahan sertifikat ini direncanakan berlangsung secara formal pada 1 Juli mendatang di Mapolda Jabar bertepatan dengan Hari Bhayangkara.

Gelombang simpati juga datang dari tokoh nasional lainnya seperti pengusaha John LBF yang berkomitmen menambah bantuan sebesar Rp 100 juta, serta pengacara kondang Hotman Paris yang menyatakan siap mengawal kasus hukum ini.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua di Jawa Barat agar tidak terlalu bebas memberikan kelonggaran kepada anak perempuan dalam pergaulan, serta mendesak pengetatan aturan administrasi bagi pemilik rumah kos. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Kisah Pilu Vita #Taufik Hidayat #Penganiayaan Brutal #Korban Penyiksaan #dedi mulyadi