Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Konflik Rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya Memanas, Sengketa Nafkah Anak Berujung Rencana Penjualan Aset

Adinda Putri Sefiana • Senin, 6 April 2026 | 13:53 WIB
Konflik Rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya. (strngr prickychola)
Konflik Rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya. (strngr prickychola)

JAKARTA - Konflik rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya kembali mencuat ke publik. Perselisihan yang semula dianggap sebagai urusan pribadi kini berkembang menjadi polemik terbuka yang menyita perhatian warganet, terutama terkait status rumah yang disebut sebagai pengganti nafkah anak.

Konflik rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya ini bermula dari kesepakatan pasca perceraian pada 16 Februari 2021. Saat itu, rumah yang menjadi polemik disebut diserahkan oleh Niko Alhakim alias Okin kepada Rachel sebagai bentuk pengganti nafkah anak dan mut’ah yang belum dibayarkan. Namun, penyerahan tersebut tidak melalui proses legalisasi resmi.

Akibatnya, secara hukum rumah tersebut masih tercatat atas nama Okin. Padahal, rumah itu telah direnovasi dan ditempati oleh Rachel bersama anak-anak mereka. Kondisi inilah yang kemudian menjadi akar konflik berkepanjangan.

Rencana Penjualan Picu Ketegangan

Ketegangan memuncak ketika Okin berencana menjual rumah tersebut. Ia menyebut ingin mengganti kewajiban nafkah dalam bentuk pembayaran langsung kepada anak-anaknya.

Namun, rencana tersebut menuai keberatan dari Rachel. Ia mengaku kecewa karena rumah yang disebut diperuntukkan bagi anak mereka akan dijual tanpa persetujuannya. Situasi semakin panas ketika sejumlah orang datang ke rumah untuk melakukan pengecekan, yang diduga sebagai bagian dari proses penjualan.

Kehadiran pihak tersebut memicu kekhawatiran Rachel dan memperkuat dugaan bahwa penjualan sedang berlangsung. Warganet pun ikut menyoroti, mengingat rumah itu dianggap sebagai bentuk nafkah yang sudah diberikan dalam wujud aset.

Baca Juga: Roby Tremonti Buka Suara Soal Polemik 16 Tahun, Kini Minta Denny Sumargo Undang Klarifikasi dan Tegaskan Tak Ada Niat Menjatuhkan Aurelie!

Klarifikasi Okin dan Akar Masalah

Menanggapi polemik tersebut, Okin memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa Rachel sebenarnya telah diberi tahu terkait kedatangan pihak yang akan mengecek rumah.

Menurutnya, konflik rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya ini merupakan akumulasi dari miskomunikasi yang terjadi selama bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa rumah tersebut awalnya dibeli saat awal pernikahan dan memang direncanakan untuk anak pertama mereka.

Namun, dalam pembagian harta setelah perceraian, rumah tersebut tercatat sebagai miliknya, sementara Rachel menerima aset berupa tanah di Bali.

Permasalahan mulai kompleks pada 2023 ketika Okin mengaku sempat lalai memberikan nafkah karena kondisi bisnis yang menurun. Saat itu, keduanya disebut sepakat menjadikan rumah sebagai pengganti utang nafkah.

Kesepakatan Berubah, Konflik Berlanjut

Seiring membaiknya kondisi keuangan, Okin kembali membayar kewajiban nafkah, termasuk cicilan KPR rumah tersebut. Namun, kesepakatan yang telah dibuat mulai berubah.

Rachel sempat menawarkan tanah di Bali kepada Okin. Namun, belakangan diketahui bahwa tanah tersebut berada di zona hijau sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini menambah kerumitan konflik.

Pada 2024, Rachel bahkan meminta Okin meninggalkan rumah tersebut karena akan digunakan sebagai kantor. Di sisi lain, muncul kontroversi terkait kematian hewan peliharaan Okin yang sempat memicu tudingan penelantaran, meski akhirnya dibantah.

Perselisihan KPR dan Komunikasi Memburuk

Memasuki 2026, konflik kembali memanas ketika muncul perbedaan catatan antara Okin dan pihak bank terkait pembayaran KPR. Okin mengaku telah membayar, namun pihak bank disebut memiliki catatan berbeda.

Situasi ini memperburuk hubungan keduanya. Komunikasi terkait anak-anak pun disebut tidak lagi berjalan seperti sebelumnya. Ketegangan semakin meningkat setelah muncul narasi dugaan pengancaman. Okin membantah tudingan tersebut dan menyebut hanya meminta klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.

Rachel Buka Suara, Sengketa Makin Rumit

Rachel Fennya kemudian memberikan pernyataan terbuka. Ia mengaku tidak mendapatkan bagian harta gono-gini secara adil saat perceraian. Ia juga menyinggung beberapa hal yang dianggap tidak sesuai kesepakatan, termasuk status mobil dan tanah di Bali.

Selain itu, Rachel menyebut selama ini turut menanggung biaya pendidikan anak dan bahkan pernah memberikan pinjaman kepada Okin. Hal ini menjadi dasar keberatannya terhadap rencana penjualan rumah. 

Meski demikian, Rachel menyatakan tidak keberatan jika rumah tersebut diambil kembali, dengan syarat seluruh kewajiban nafkah diselesaikan.

Okin Tegaskan Kembali ke Jalur Hukum

Menanggapi hal tersebut, Okin kembali memberikan klarifikasi. Ia membantah sejumlah tudingan, termasuk soal BPKB mobil dan utang nafkah anak. Okin menegaskan bahwa karena kesepakatan verbal tidak berjalan baik, maka penyelesaian akan dikembalikan sesuai hukum.

Artinya, rumah tetap menjadi miliknya, sementara kewajiban nafkah akan dibayarkan sebagaimana mestinya.Ia juga berharap konflik rumah Niko Alhakim dan Rachel Fennya tidak terus berlarut dan dapat diselesaikan tanpa memperkeruh situasi, terutama demi kepentingan anak-anak mereka. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Niko Alhakim #Rachel Fennya #Konflik rumah #Nafkah anak #Sengketa aset