Trenggalek Njelenggek – Nama Bojan Hodak kembali menjadi sorotan setelah Persib Bandung sukses menaklukkan Selangor FC di ajang ACL2. Kemenangan tersebut bukan hanya soal tambahan tiga poin, tetapi juga dianggap sebagai bukti keberhasilan strategi besar Bojan Hodak yang sebelumnya sempat diragukan banyak pihak.
Pelatih asal Kroasia itu sebelumnya menuai kritik karena dianggap terlalu agresif dalam mendatangkan pemain baru. Padahal Persib Bandung dinilai sudah memiliki skuad yang cukup kuat dengan nama-nama seperti Matricardi, Julio Cesar, William Baros, hingga Luciano Guaycochea.
Namun Bojan Hodak tetap menambah amunisi baru seperti Eliano, Tom Hai, Federico Barba, dan Andrew Yung. Keputusan itu sempat dianggap berlebihan bahkan dinilai sebagai perjudian besar.
Kini perlahan semuanya mulai terjawab. Bojan Hodak ternyata tidak sekadar menumpuk pemain, melainkan sedang membangun sistem permainan yang lebih matang untuk menghadapi dua kompetisi sekaligus, yakni Super League dan ACL2.
Baca Juga: Persib Bandung Kalahkan Persija Jakarta 2-1, Aksi Aladin dan Teja Paku Alam Jadi Sorotan Panas
Persib Bandung Tak Lagi Sekadar Numpang Lewat di Asia
Musim lalu, Persib Bandung hanya menjadi peserta pelengkap di kompetisi Asia. Maung Bandung gagal meninggalkan kesan mendalam dan harus tersingkir di fase grup.
Namun musim ini situasinya berbeda. Persib Bandung tampil jauh lebih siap dan kini mampu memuncaki klasemen grup ACL2.
Bojan Hodak disebut belajar banyak dari pengalaman sebelumnya. Ia sadar kompetisi Asia bukan hanya soal kualitas starting eleven, tetapi juga kedalaman skuad dan konsistensi performa sepanjang musim.
Karena itu, ia memilih mendatangkan pemain-pemain dengan kondisi fisik prima, stamina stabil, dan mental kuat menghadapi rotasi pertandingan yang padat.
Kemenangan atas Selangor FC dianggap menjadi bukti nyata bahwa strategi besar Bojan Hodak mulai berjalan sesuai rencana.
Bonus ACL2 Jadi Motivasi Besar Persib Bandung
Kesuksesan Persib Bandung di ACL2 ternyata bukan hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga potensi finansial klub.
Setiap kemenangan di ACL2 disebut bisa menghadirkan bonus lebih dari Rp1 miliar dari AFC. Nominal tersebut bahkan belum termasuk bonus partisipasi maupun hadiah tambahan jika lolos ke fase berikutnya.
Karena itulah manajemen Persib Bandung bersama Bojan Hodak benar-benar menyiapkan tim secara serius musim ini.
Persib Bandung kini tidak hanya ingin berjaya di kompetisi domestik, tetapi juga membawa nama sepak bola Indonesia lebih dihormati di level Asia.
Bahkan kemenangan atas Selangor FC disebut ikut mendongkrak ranking kompetisi Indonesia di Asia.
Liga Indonesia kini berada di posisi 21 Asia dan berpeluang naik lebih tinggi apabila Persib Bandung mampu terus meraih kemenangan di sisa laga fase grup ACL2.
Strategi Rotasi Bojan Hodak Mulai Dipahami Bobotoh
Dalam laga melawan Selangor FC, Bojan Hodak juga melakukan langkah yang cukup menarik perhatian.
Ia memilih menyimpan Tom Hai dan tidak menurunkannya sejak awal pertandingan. Keputusan itu sempat dipertanyakan Bobotoh karena Tom Hai merupakan salah satu pemain kunci lini tengah Persib Bandung.
Namun Bojan Hodak ternyata memiliki alasan kuat. Ia ingin menjaga kondisi pemain inti tetap bugar menghadapi laga-laga besar berikutnya melawan Persija Jakarta, Borneo FC, hingga pertandingan penting ACL2 melawan Bangkok FC dan Lion City Sailors.
Sebagai gantinya, lini tengah Persib Bandung dipercayakan kepada Marc Klok dan Luciano Guaycochea.
Hasilnya cukup efektif. Persib Bandung tetap tampil disiplin dan mampu mengontrol pertandingan tanpa harus memainkan seluruh kekuatan terbaiknya.
Strategi rotasi itu kini mulai dipahami sebagai bagian dari visi besar Bojan Hodak membangun tim yang mampu bersaing di banyak kompetisi.
Andrew Yung Jadi Senjata Baru Persib Bandung
Perubahan paling mencolok musim ini terlihat di lini depan Persib Bandung.
Sebelumnya Maung Bandung terlalu bergantung kepada William Baros sebagai mesin gol utama tim.
Kedatangan Ramon Tange sempat diharapkan menjadi solusi baru, namun performanya dinilai belum sepenuhnya sesuai ekspektasi.
Situasi berubah setelah hadirnya Andrew Yung. Penyerang tersebut kini disebut menjadi monster baru di lini serang Persib Bandung.
Andrew Yung tampil impresif berkat kemampuan membaca ruang, pressing agresif, serta ketenangannya dalam menyelesaikan peluang.
Bojan Hodak dinilai sukses membangun lini depan yang lebih dinamis dan sulit ditebak lawan.
Kini Persib Bandung memiliki banyak variasi serangan dan tidak lagi bergantung pada satu pemain saja.
Keputusan Bojan Hodak mendatangkan banyak pemain baru yang dulu dianggap “gila” perlahan justru berubah menjadi fondasi lahirnya era baru Persib Bandung di sepak bola Asia.
Editor : M. Helmi Nurhisam