JAKARTA – Rumor transfer Mariano Peralta ke Persib Bandung semakin menguat dan disebut-sebut berpotensi memecahkan rekor transfer Liga 1 Indonesia. Winger asal Argentina itu dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan Maung Bandung melalui skema tebus kontrak dari klub lamanya.
Kabar ini mencuat di tengah kebutuhan Persib Bandung akan sosok kreator serangan baru setelah ditinggal William Marsilio. Meski slot pemain asing sudah penuh, indikasi kuat menunjukkan akan ada satu pemain yang dilepas demi membuka ruang bagi Peralta.
Dalam waktu hampir bersamaan, Persib juga menjadi sorotan akibat sanksi disiplin, kedatangan pemain bintang, hingga masuknya investor baru yang memperkuat finansial klub.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Tekankan Perbaikan Jalan Ngares - Bendungan Jadi Prioritas
Sanksi Disiplin dan Dinamika Internal Persib Bandung
Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan pada Januari 2026, Persib Bandung harus menanggung total denda Rp115 juta dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi ini berasal dari tiga pelanggaran berbeda di dua pertandingan.
Pertama, pada laga melawan Persik Kediri (5 Januari 2026), Persib didenda Rp25 juta akibat kehadiran suporter tamu di stadion. Kemudian, saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (11 Januari 2026), terjadi dua pelanggaran sekaligus.
Komdis mencatat adanya aksi pelemparan botol dan benda lain oleh penonton yang berujung denda Rp30 juta. Selain itu, penyalaan petasan sebanyak lima kali di tribun utara dan selatan menambah denda Rp60 juta.
Secara total, Rp115 juta harus dibayar Persib akibat pelanggaran yang dinilai membahayakan keselamatan dan melanggar regulasi kompetisi. Situasi ini menunjukkan bahwa di tengah performa tim yang stabil, aspek disiplin masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Efek Kedatangan Bintang dan Dukungan Finansial Baru
Di sisi lain, Persib Bandung juga mencuri perhatian lewat perekrutan mantan pemain PSG, Layvin Kurzawa. Kehadirannya bahkan mendapat sorotan internasional, termasuk dari akun resmi FIFA World Cup dan interaksi dari Kylian Mbappé.
Namun, mantan kiper Persib, Edi Kurnia, mengingatkan bahwa nama besar saja tidak cukup. Ia menyoroti pentingnya adaptasi budaya dan kondisi fisik.
“Pemain bintang harus bisa efektif dan benar-benar berkontribusi, jangan sampai hanya jadi penghias bangku cadangan,” ujarnya, mengingatkan kasus pemain besar sebelumnya yang gagal tampil maksimal.
Selain itu, masuknya Unilever Indonesia sebagai mitra melalui brand Rinso dan Sunlight juga memperkuat fondasi finansial klub. Kolaborasi ini disebut sebagai langkah strategis yang menggabungkan kekuatan brand dengan basis suporter besar Persib.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benji Yap, menyebut kerja sama ini membawa nilai kebersamaan dan loyalitas, sementara CEO Persib Glenn Sugita menilai kemitraan ini memperkuat identitas klub di Jawa Barat.
Peluang Transfer Mariano Peralta dan Dampaknya
Rumor transfer Mariano Peralta menjadi semakin realistis setelah melihat kondisi kontraknya di Borneo FC yang akan berakhir pada 30 Juni 2026. Nilai pasar pemain berusia 27 tahun itu ditaksir mencapai Rp10,43 miliar per Desember 2025.
Jika tidak dilepas pada paruh musim, Borneo FC berisiko kehilangan Peralta secara gratis di akhir musim. Hal ini membuka peluang bagi Persib untuk melakukan manuver cepat dalam bursa transfer.
Secara performa, Peralta tampil impresif. Pada musim 2024–2025, ia mencatatkan 10 gol dan 14 assist dari 35 laga. Sementara di musim 2025, ia sudah mengoleksi 10 gol dan 8 assist.
Kehadirannya dinilai bisa menjadi solusi atas masalah produktivitas Persib. Dalam lima laga terakhir Liga 1 2025–2026, Persib hanya mencetak lima gol, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas Persis Solo pada 31 Januari 2026.
Meski berposisi sebagai winger, Peralta juga bisa dimainkan sebagai penyerang tengah. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi target ideal untuk memperkuat lini depan Maung Bandung.
Dengan dukungan finansial baru, sorotan global, dan kebutuhan taktis di lini serang, peluang transfer Mariano Peralta ke Persib Bandung semakin terbuka lebar. Jika terealisasi, transfer ini tidak hanya berpotensi mencetak rekor baru di Liga 1, tetapi juga memperkuat ambisi Persib di kompetisi domestik dan Asia.
Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada negosiasi dengan Borneo FC dan strategi pelatih Bojan Hodak dalam menjaga keseimbangan skuad.
Editor : Axsha Zazhika