BANDUNG - Persib Bandung di ambang juara Liga 1 musim ini dan hanya membutuhkan satu poin saat menghadapi Persijap Jepara pada 23 Mei 2026 untuk memastikan gelar, di tengah euforia bobotoh dan lonjakan harga tiket yang menembus Rp650 ribu.
Situasi ini membuat atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) diprediksi memuncak, bahkan sebelum laga dimulai. Persib Bandung juara menjadi kata kunci yang ramai dibicarakan, baik di media sosial maupun di kalangan suporter yang sudah bersiap merayakan kemungkinan sejarah baru.
Persib saat ini hanya membutuhkan tambahan satu poin untuk mengunci gelar, yang sekaligus membuka peluang mencatatkan hattrick juara atau tiga gelar beruntun—sebuah pencapaian langka dalam era sepak bola modern Indonesia sejak 1994.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Tekankan Perbaikan Jalan Ngares - Bendungan Jadi Prioritas
Kronologi Penentuan Gelar di Laga Terakhir
Pertandingan melawan Persijap Jepara menjadi penentuan akhir perjalanan Persib musim ini. Meski berada di posisi sangat menguntungkan, pelatih Boyan Hodak menegaskan bahwa timnya tetap fokus penuh pada laga terakhir tersebut.
“Semua pemain ingin bermain di partai terakhir. Mereka sudah tahu tugasnya masing-masing,” ujar Hodak dalam pernyataannya.
Persib tampil impresif sepanjang musim, khususnya saat bermain di GBLA. Dari total 16 laga kandang, Maung Bandung mencatatkan 15 kemenangan dan hanya satu hasil imbang saat menghadapi Arema. Catatan ini menjadi modal kuat menghadapi Persijap.
Namun, pelatih Persijap juga memberi peringatan. Ia menyebut timnya tetap akan bermain maksimal dan siap memberikan kejutan. “Kami akan bermain 100 persen dan memberikan perlawanan,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, meski hanya butuh satu poin, tekanan tetap tinggi. Laga 90 menit ini menjadi penentu apakah Persib benar-benar mengunci gelar di kandang sendiri.
Lonjakan Antusiasme dan Harga Tiket Tak Masuk Akal
Euforia Persib Bandung juara berdampak langsung pada tingginya permintaan tiket. Harga tiket yang semula berada di kisaran Rp200 ribu melonjak drastis hingga Rp650 ribu di pasar gelap.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait maraknya tiket palsu dan praktik calo. Banyak suporter dari luar kota bahkan sudah datang sejak pagi hari demi mendapatkan akses masuk stadion.
Manajemen Persib akhirnya mengambil langkah dengan menyediakan dua layar besar untuk nonton bareng (nobar) di area luar stadion, tepatnya di gerbang biru dan gerbang merah GBLA.
Tak hanya itu, sebanyak 30 kecamatan di Kota Bandung juga menggelar nobar gratis untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.
“Lebih baik manfaatkan nobar daripada ambil risiko beli tiket mahal dan belum tentu asli,” imbau salah satu sumber internal.
Baca Juga: 7 Klub Pendiri PSSI yang Tak Bisa Ganti Nama dan Pindah Kota, Ada yang Kini Terpuruk di Liga Bawah
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurai massa agar tidak menumpuk di dalam stadion sekaligus tetap memberikan pengalaman menyaksikan laga penting tersebut.
Potensi Sejarah dan Imbauan Menjaga Kondusivitas
Jika berhasil meraih minimal hasil imbang, Persib Bandung akan mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang meraih tiga gelar beruntun di era modern Liga Indonesia.
Pencapaian ini tidak hanya berdampak secara prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Persib sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.
Namun di balik euforia, berbagai pihak mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban. Rencana konvoi dan perayaan sudah mulai disiapkan oleh suporter, tetapi keamanan tetap menjadi prioritas.
Manajemen dan pihak keamanan mengimbau suporter datang lebih awal ke stadion untuk menghindari kemacetan serta proses pemeriksaan yang lebih ketat.
Selain itu, penonton juga diminta tidak memaksakan diri membeli tiket dari calo, mengingat risiko penipuan yang tinggi di laga krusial ini.
Atmosfer di Bandung sendiri sudah terasa sejak pagi hari, dengan ribuan bobotoh mulai memadati area sekitar stadion. Koreografi besar dari kelompok suporter seperti Viking dan Northern Wall juga dipastikan akan memeriahkan pertandingan.
Sebagai penutup, laga Persib Bandung vs Persijap bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum bersejarah yang berpotensi mengukir rekor baru di sepak bola Indonesia. Dengan catatan 15 kemenangan kandang dan hanya butuh satu poin, peluang Persib sangat terbuka—namun semuanya tetap ditentukan dalam 90 menit terakhir di GBLA.
Editor : Axsha Zazhika