Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Persija Jakarta Punya Bus Listrik Pertama di Indonesia, Dibuka Bambang Pamungkas dan Langsung Jadi Sorotan

Axsha Zazhika • Minggu, 24 Mei 2026 | 17:04 WIB
Persija Jakarta Punya Bus Listrik Pertama di Indonesia, Dibuka Bambang Pamungkas dan Langsung Jadi Sorotan (Gemini AI)
Persija Jakarta Punya Bus Listrik Pertama di Indonesia, Dibuka Bambang Pamungkas dan Langsung Jadi Sorotan (Gemini AI)

JAKARTA - Persija Jakarta resmi memperkenalkan bus listrik pertama di Indonesia untuk klub sepak bola, sebuah terobosan baru yang langsung mencuri perhatian publik. Bus listrik Persija ini diresmikan oleh legenda klub, Bambang Pamungkas, sekaligus menandai langkah modernisasi transportasi tim Macan Kemayoran menjelang musim kompetisi.

Bus listrik Persija menjadi yang pertama digunakan klub sepak bola di Indonesia, bahkan disebut sebagai langkah “next level” dalam dunia sepak bola nasional. Kehadirannya tidak hanya soal transportasi, tetapi juga simbol kemajuan teknologi dan profesionalisme klub.

Peluncuran bus ini berlangsung meriah dan menarik banyak perhatian, terutama karena kehadiran Bambang Pamungkas sebagai ikon Persija. Antusiasme publik terlihat sejak awal acara hingga selesai, menegaskan tingginya minat terhadap inovasi baru ini.

Baca Juga: Lucky Shio 2026: Chinese Zodiac Signs Expected to Attract Wealth and Career Success

Bus Listrik Persija Jadi yang Pertama, Apa Keunggulannya?

Bus listrik Persija ini diklaim sebagai unit pertama di Indonesia yang digunakan khusus untuk mobilisasi pemain sepak bola. Berbeda dengan bus konvensional, kendaraan ini beroperasi tanpa suara mesin yang bising, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

Dari sisi spesifikasi, bus ini memiliki kapasitas baterai sekitar 290 kWh dengan jarak tempuh hingga 420 kilometer dalam sekali pengisian. Proses pengisian daya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai 80 persen, tergantung kondisi penggunaan.

Menariknya, bus ini tetap menggunakan desain bodi premium SR3 dengan material ringan seperti aluminium dan rangka stainless steel. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi bobot baterai yang mencapai ratusan kilogram. “Beban baterai jadi tantangan utama, makanya material harus lebih ringan,” ungkap salah satu perwakilan karoseri.

Baca Juga: Perbedaan Yamaha Aerox 2026 Lengkap, Aerox Alpha ABS Ternyata Punya Fitur yang Bikin Selisih Harga Rp5 Juta

Selain itu, kecepatan maksimal bus ini mampu mencapai 100 km/jam, dan telah diuji di berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan ekstrem seperti rute Gombel di Semarang. Hasilnya, bus tetap stabil tanpa kendala berarti.

Harga Fantastis dan Teknologi Canggih Jadi Tantangan

Meski canggih, bus listrik Persija memiliki harga yang jauh lebih mahal dibanding bus biasa. Disebutkan bahwa harga sasis saja bisa mencapai 1,5 hingga 2 kali lipat dari bus konvensional seperti Mercedes-Benz atau Hino.

Tingginya biaya ini menjadi alasan utama mengapa operator bus di Indonesia masih belum banyak beralih ke kendaraan listrik. Selain itu, faktor berat baterai juga mempengaruhi desain dan distribusi beban kendaraan agar tetap lolos uji kelayakan jalan (SRUT).

Baca Juga: Most Fortunate Shio in 2026: Chinese Zodiac Predictions Point to Big Success for These Signs

“Kalau beban melebihi batas, otomatis tidak lolos uji. Jadi harus dihitung sangat detail,” jelas narasumber dalam video tersebut.

Meski demikian, teknologi yang diusung bus ini tergolong mutakhir. Baterai ditempatkan di bagian atap untuk mengoptimalkan ruang bagasi, sementara sistem transmisi dibuat lebih sederhana dengan hanya tiga mode: maju, netral, dan mundur.

Interior bus juga dirancang khusus untuk kenyamanan pemain, dengan konfigurasi kursi eksklusif sebanyak 38 seat, termasuk ruang lebih luas untuk pemain yang membutuhkan kenyamanan ekstra.

Baca Juga: Wisata Baru On The Rock Gunungkidul Resmi Soft Opening, Tiket Rp40 Ribu dengan View Laut Mirip Bali

Dampak dan Harapan untuk Masa Depan Persija

Kehadiran bus listrik Persija bukan hanya soal inovasi transportasi, tetapi juga membawa dampak besar terhadap citra klub. Dengan fasilitas modern ini, Persija menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan standar profesionalisme.

Bus ini juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pemain saat perjalanan, yang pada akhirnya berdampak pada performa di lapangan. “Semoga dengan fasilitas ini, Persija bisa juara musim depan,” ujar salah satu narasumber.

Selain itu, langkah ini bisa menjadi pemicu bagi klub lain di Indonesia untuk mulai beralih ke teknologi ramah lingkungan. Apalagi, tren kendaraan listrik terus berkembang secara global.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata Cirebon yang Wajib Dikunjungi 2026, Ada Keraton Kasepuhan hingga Goa Sunyaragi yang Penuh Sejarah

Sebagai penutup, bus listrik Persija menjadi bukti bahwa klub sepak bola Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih modern dan berkelas internasional. Dengan kombinasi teknologi, kenyamanan, dan inovasi, Persija tidak hanya membangun tim kuat, tetapi juga ekosistem profesional yang berkelanjutan.

Editor : Axsha Zazhika
#Persija Jakarta terbaru #bus listrik Persija #bus klub sepak bola Indonesia #teknologi bus listrik Indonesia #transportasi pemain Persija