Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Gerakan Nurani Bangsa Temui Megawati, Soroti Proses Legislasi hingga Kondisi Pemerintahan yang Jadi Sorotan Publik

Adinda Putri Sefiana • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:23 WIB
PERTEMUAN : GNB bertemu dengan Presiden RI ke-5 yaitu  Ibu Megawati Soekarnoputri untuk pembahasan keadaan negara saat ini. (KOMPASTV)
PERTEMUAN : GNB bertemu dengan Presiden RI ke-5, yaitu Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk pembahasan keadaan negara saat ini. (KOMPASTV)

JAKARTA – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) melakukan pertemuan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta, dalam rangka silaturahmi kebangsaan sekaligus bertukar pandangan mengenai kondisi politik, pemerintahan, dan kehidupan bermasyarakat yang tengah berkembang saat ini.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda GNB untuk menjalin komunikasi dengan para tokoh bangsa yang pernah mengemban amanah sebagai presiden maupun wakil presiden.

Sebelumnya, organisasi tersebut juga telah melakukan kunjungan serupa kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin.

Dalam keterangannya kepada media, perwakilan GNB, Lukman Hakim Saifuddin, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Megawati sebenarnya telah direncanakan sejak lama.

Menurutnya, komunikasi dengan tokoh bangsa menjadi penting untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas terkait situasi kebangsaan yang sedang dihadapi Indonesia.

“Tujuan kami selain bersilaturahmi juga berbagi informasi terkait situasi kemasyarakatan, kehidupan politik, dan kebangsaan. Kami menyampaikan sejumlah informasi sekaligus ingin mendapatkan pandangan dari Ibu Megawati sebagai tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik,” ujarnya.

Baca Juga: Thomas Ramdan Hengkang dari Gigi? Isyarat Pengkhianatan Bikin Heboh, Ini Tanggal Perpisahannya!

Keyword utama Gerakan Nurani Bangsa yang menemui Megawati menjadi sorotan karena pertemuan tersebut berlangsung di tengah berbagai dinamika nasional yang terus menjadi perhatian publik. Dalam diskusi itu, sejumlah isu aktual yang berkembang di masyarakat turut dibahas secara terbuka.

Lukman menegaskan bahwa berbagai informasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan isu-isu yang selama ini juga berkembang di ruang publik dan media massa.

GNB mengaku menerima banyak masukan dari masyarakat sehingga perlu melakukan konfirmasi kepada tokoh-tokoh nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pemerintahan.

Menurutnya, Megawati dipandang sebagai sosok yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memberikan perspektif atas berbagai persoalan kebangsaan yang tengah terjadi.

Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah tokoh lintas latar belakang, di antaranya Sinta Nuriyah Wahid selaku Ketua GNB, Prof. Eri Seda, Karlina Supelli, Laode M. Syarif, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Keberadaan berbagai tokoh tersebut menunjukkan bahwa forum yang digelar tidak semata-mata membahas persoalan politik praktis, melainkan juga berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama, Kardinal Ignatius Suharyo menjelaskan filosofi yang mendasari berdirinya Gerakan Nurani Bangsa. Menurutnya, nurani dapat menjadi tumpul apabila tidak terus diasah melalui dialog, diskusi, dan pertukaran gagasan.

“Kalau kami berkumpul, berdiskusi, dan bertukar gagasan, harapannya nurani kami semakin tajam dan jernih sehingga mampu melihat realitas secara baik dan benar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama gerakan tersebut adalah melihat berbagai persoalan bangsa secara objektif, tanpa didorong oleh emosi maupun kepentingan kelompok tertentu.

Dengan pendekatan tersebut, GNB berharap mampu memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi perjalanan bangsa di tengah berbagai tantangan yang muncul.

Baca Juga: Rumor Transfer Persib Bandung 2026 Makin Gila, Ante Rebic hingga Divock Origi Dikaitkan dengan Maung Bandung

Salah satu isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah proses pembentukan regulasi dan undang-undang yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan partisipasi publik secara memadai.

Perwakilan GNB menyoroti bahwa sejumlah produk legislasi yang lahir belakangan ini dinilai kurang mencerminkan aspirasi masyarakat. Bahkan, berbagai rekomendasi dari kelompok masyarakat sipil maupun lembaga reformasi disebut tidak seluruhnya terakomodasi dalam produk hukum yang dihasilkan.

Sebagai contoh, revisi Undang-Undang Polri disebut menjadi salah satu regulasi yang menuai perhatian karena berbagai masukan publik dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam hasil akhir pembahasannya.

Keprihatinan tersebut, menurut GNB, juga ditemukan saat mereka berdialog dengan sejumlah tokoh bangsa lainnya. Karena itu, pertemuan dengan Megawati menjadi bagian dari upaya memperkaya perspektif sekaligus mencari pandangan yang lebih luas mengenai arah kehidupan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Melalui rangkaian dialog dengan para tokoh nasional, Gerakan Nurani Bangsa berharap dapat terus mengasah kepekaan sosial dan kebangsaan.

Organisasi tersebut menilai komunikasi lintas generasi dan lintas pengalaman menjadi penting untuk menjaga kualitas demokrasi serta memastikan berbagai kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Gerakan Nurani Bangsa #Megawati Soekarnoputri #Megawati Institute #Proses Legislasi #Kondisi Pemerintahan Indonesia