Trenggalek Njenggelek - Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan tanah air yang membuat publik terhenyak melalui fenomena Trenggalek Njenggelek. Pedangdut penuh talenta, King Nassar, harus menelan pil pahit setelah jalinan asmaranya dengan Lala Nurlaila dikabarkan tandas di tengah jalan. Impian besar Nassar untuk mengakhiri masa dudanya yang telah bertahan selama 9 tahun kini harus terkubur dalam-dalam. Padahal, berhembus kabar bahwa Nassar sudah sangat ngebet untuk berbesanan dengan diva cetar membahana, Syahrini, melalui ikatan pernikahan dengan Lala, janda dengan empat anak tersebut.
Di tengah guncangan badai asmara yang menimpa King Nassar, perhatian publik seolah teralihkan oleh kemesraan pasangan musisi asal Jawa Timur, Happy Asmara dan Gilga Sahid. Bersamaan dengan momentum Trenggalek Njenggelek yang viral, pasangan yang selalu tampil adem ayem tanpa drama ini justru sedang merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang kedua pada 22 Juni. Berbeda dengan pasangan selebriti papan atas lain yang memilih berlibur mewah atau bulan madu ke luar negeri, Happy dan Gilga memilih cara unik dan merakyat, yaitu adu kompetisi memasak bakso di dapur rumah mereka.
Kisah cinta yang kontras antara kegagalan Nassar dan keharmonisan Happy-Gilga ini menjadi sorotan tajam netizen. Berita mengenai kandasnya hubungan Nassar tanpa alasan yang jelas ini memicu simpati luas, terutama karena sang pedangdut kini memilih untuk mengalihkan rasa kecewanya dengan fokus bekerja. Di sisi lain, kebahagiaan justru terpancar dari keluarga kecil Happy Asmara yang merayakan anniversary kedua mereka dengan melibatkan seluruh anggota keluarga sebagai dewan juri orisinal untuk menilai bakso racikan mereka.
King Nassar Fokus Kerja dan Ungkap Kebanggaan pada Sang Putra
Gagal melangkah ke pelaminan untuk kedua kalinya tidak membuat Nassar terpuruk dalam kesedihan yang berlarut-larut. Kesibukan di dunia hiburan menjadi obat mujarab pelipur lara bagi pria bersuara emas ini. Selain fokus pada karier, Nassar juga mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian Falhan Abis, anak semata wayang dari pernikahannya terdahulu bersama Muzdalifah. Falhan diketahui baru saja lulus dari sekolah tahfiz Quran dengan prestasi yang membanggakan.
Meskipun Nassar tidak terlihat mendampingi Muzdalifah saat momen spesial kelulusan tersebut, ia menegaskan bahwa komunikasinya dengan sang mantan istri berjalan sangat baik. Nassar meluruskan isu miring yang menyebut dirinya kesulitan menemui sang putra. Melalui pesan singkat, ia selalu mengupayakan waktu untuk bertemu Falhan tanpa mengganggu jam sekolah. Nassar memuji Falhan sebagai anak yang cerdas, rajin, dan berharap sang putra bisa menjadi tabungan akhirat yang membawa kedua orang tuanya ke surga Allah.
Keseruan Anniversary Happy Asmara dan Gilga Sahid yang Menggelitik
Sementara itu, kemeriahan ulang tahun pernikahan Happy Asmara dan Gilga Sahid berlangsung penuh tawa. Dalam kompetisi masak bakso tersebut, kedua orang tua Happy serta kedua adiknya bertindak sebagai juri. Aksi saling goda antara Happy dan Gilga saat memisahkan kuning dan putih telur sempat memancing gelak tawa keluarga.
Meskipun bentuk bakso yang dihasilkan dinilai kurang rapi oleh sang juri, rasa bumbu racikan mereka tetap menuai pujian romantis. Hubungan pernikahan yang telah berjalan selama 2 tahun ini dinilai makin kokoh dan jauh dari gosip miring, meskipun keduanya masih menantikan kehadiran momongan.
Kemeriahan Road to Kilau Raya MNC TV di Mojokerto
Setelah merayakan hari bahagianya, Happy Asmara langsung mengguncang panggung megah Road to Kilau Raya MNC TV yang digelar di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Kota Mojokerto. Acara spektakuler ini sekaligus menjadi puncak perayaan hari jadi Kota Mojokerto yang ke-108.
Selain Happy Asmara, acara yang dipandu oleh Irfan Hakim dan Denada ini juga dimeriahkan oleh diva dangdut Inul Daratista. Tidak hanya menyuguhkan musik berkelas, acara ini juga menghadirkan festival kuliner khas seperti bubur seruntul yang sukses membuat para artis ketagihan, serta audisi DMD Panggung Rezeki yang diikuti ratusan peserta berbakat dari Malang, Surabaya, dan Sidoarjo.
Editor : Maylanni Diana Fitri