10 Film Indonesia Adaptasi Novel dan Buku Terkenal, dari Laskar Pelangi hingga Imperfect

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:35 WIB
Film Indonesia adaptasi novel kembali menarik perhatian. Simak daftar 10 film dari Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Dilan hingga Imperfect (Pinterest).
Film Indonesia adaptasi novel kembali menarik perhatian. Simak daftar 10 film dari Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Dilan hingga Imperfect (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Film Indonesia adaptasi novel dan buku kembali menjadi sorotan setelah kanal YouTube Tak Bae 11 merangkum sepuluh judul yang dinilai sukses mengangkat kisah populer dari karya sastra ke layar lebar. Daftar tersebut menghadirkan berbagai genre, mulai dari drama, religi, romansa, horor, hingga komedi, yang diadaptasi dari novel maupun buku karya penulis ternama Indonesia.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa industri perfilman Indonesia telah lama memanfaatkan novel dan buku sebagai sumber cerita. Adaptasi tersebut dinilai mampu menghadirkan visualisasi yang memperkuat imajinasi para pembaca sekaligus memperkenalkan kisah-kisah populer kepada penonton yang lebih luas.

Baca Juga: Rahasia Weton Sabtu Pon Menurut Primbon Jawa: Memiliki Neptu 16, Pahami Karakter, Ujian Batin, dan Pitutur Leluhur

Laskar Pelangi Jadi Salah Satu Adaptasi Paling Populer

Film pertama yang masuk dalam daftar adalah Laskar Pelangi, adaptasi dari novel karya Andrea Hirata.

Film yang dirilis pada 2008 ini mengisahkan perjalanan Ikal, seorang anak desa di Belitung yang bersama teman-temannya memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu meski hidup dalam berbagai keterbatasan.

Menurut video tersebut, Laskar Pelangi menjadi salah satu film Indonesia yang paling populer pada masanya dan berhasil membawa kisah inspiratif dari novel ke layar lebar.

Ayat-Ayat Cinta Tampil sebagai Film Religi Sukses

Judul berikutnya adalah Ayat-Ayat Cinta, adaptasi novel laris karya Habiburrahman El Shirazy.

Film ini mengangkat kisah Fahri, pelajar asal Indonesia yang menempuh pendidikan magister di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Dalam perjalanannya mengejar cita-cita, Fahri menghadapi berbagai tantangan hidup sekaligus berusaha bertahan di tengah kesederhanaan yang dijalaninya selama berada di Mesir.

Video tersebut menyebut Ayat-Ayat Cinta sebagai salah satu film religi yang sukses meraih jumlah penonton sangat besar di bioskop.

Baca Juga: 15 Drama Korea Kolosal Terbaik di Netflix Sepanjang Masa, Alchemy of Souls Duduki Posisi Pertama

Perahu Kertas Angkat Kisah Kugy dan Keenan

Posisi berikutnya ditempati Perahu Kertas, adaptasi novel karya Dewi Lestari.

Film ini menceritakan hubungan Kugy dan Keenan yang dipenuhi dinamika sejak pertama kali bertemu.

Kugy digambarkan sebagai pribadi unik yang menganggap dirinya sebagai agen Dewa Neptunus. Ia memiliki kebiasaan menuliskan isi hati di atas kertas yang kemudian dibentuk menjadi perahu sebelum dihanyutkan ke air.

Pertemuan Kugy dan Keenan terjadi melalui Eko serta Noni hingga mereka membentuk kelompok persahabatan.

Seiring waktu, keduanya saling jatuh cinta. Namun hubungan tersebut mengalami berbagai rintangan karena masing-masing telah memiliki pasangan sebelum akhirnya kembali dipertemukan.

5 Cm Mengangkat Makna Persahabatan

Film 5 Cm yang diadaptasi dari novel karya Donny Dhirgantoro juga masuk dalam daftar.

Cerita berpusat pada lima sahabat, yakni Genta, Arial, Zafran, Ian, dan Riani, yang telah menjalin persahabatan selama sepuluh tahun.

Merasa jenuh dengan rutinitas, mereka sepakat tidak saling berkomunikasi selama tiga bulan.

Setelah masa tersebut berakhir, kelima sahabat kembali bertemu dan memutuskan mendaki Gunung Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan 17 Agustus.

Perjalanan itu kemudian menjadi awal berbagai ujian terhadap persahabatan mereka.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Angkat Kisah Cinta Berbeda Status Sosial

Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merupakan adaptasi dari novel karya Buya Hamka.

Latar cerita berada pada era 1930-an dan berfokus pada kisah cinta Zainuddin dan Hayati.

Hubungan keduanya tidak mendapat restu karena perbedaan latar belakang sosial.

Zainuddin yang berasal dari keluarga miskin jatuh cinta kepada Hayati, perempuan Minang keturunan bangsawan.

Hayati kemudian dijodohkan dengan Aziz sehingga membuat Zainuddin memilih merantau ke Pulau Jawa hingga akhirnya menjadi penulis terkenal.

Dalam perjalanannya, Zainuddin kembali bertemu dengan Hayati dan suaminya.

Baca Juga: 10 Drama Korea Terbaru Tayang Juli 2026, A Shop for Killers Season 2 hingga The East Palace Siap Ramaikan Watchlist

Surga yang Tak Dirindukan Ceritakan Konflik Rumah Tangga

Daftar berikutnya adalah Surga yang Tak Dirindukan, adaptasi novel karya Asma Nadia.

Film ini mengisahkan kehidupan rumah tangga Arini dan Pras yang semula berjalan harmonis.

Namun hubungan keduanya berubah setelah hadirnya orang ketiga.

Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan rumah tangga, meski jalan yang harus ditempuh tidak mudah.

Danur Hadirkan Kisah Risa Saraswati

Genre horor diwakili oleh Danur, film yang diadaptasi dari buku karya Risa Saraswati.

Film ini menceritakan Risa, seorang anak indigo yang mampu melihat makhluk gaib.

Saat berusia delapan tahun, Risa berharap memiliki teman bermain.

Harapan tersebut kemudian diikuti dengan kemunculan tiga anak laki-laki bernama Janshen, Peter, dan William yang menjadi bagian penting dalam kisahnya.

Dilan Diangkat Menjadi Tiga Film

Film Dilan yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq juga masuk dalam daftar.

Video menjelaskan bahwa adaptasi tersebut dibagi menjadi tiga film.

Dua film pertama disampaikan melalui sudut pandang Dilan, sedangkan film ketiga menggunakan sudut pandang Milea.

Cerita dimulai ketika Dilan, siswa SMA sekaligus ketua geng motor di Bandung, bertemu Milea yang baru pindah dari Jakarta.

Dilan kemudian berusaha mendekati Milea dengan berbagai cara yang unik hingga hubungan keduanya berkembang menjadi kisah cinta.

Meski begitu, hubungan mereka tetap diwarnai berbagai persoalan.

Baca Juga: 10 Tanaman Hias Tahan di Dalam Rumah, Monstera hingga Peace Lily Jadi Rekomendasi

Bumi Manusia Angkat Kisah pada Masa Kolonial

Film Bumi Manusia diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Latar cerita berada pada awal abad ke-20 ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Film ini mengikuti kisah Minke dan Annelies yang menjalin hubungan di tengah sistem sosial kolonial.

Dalam cerita, masyarakat dibedakan berdasarkan golongan sehingga warga pribumi dipandang lebih rendah dibanding bangsa penjajah.

Imperfect Tutup Daftar Adaptasi Novel

Film terakhir dalam daftar adalah Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan.

Film ini diangkat dari buku Imperfect: A Journey to Self Acceptance karya Meira Anastasia.

Cerita mengikuti kehidupan Rara, perempuan bertubuh gemuk dan berkulit sawo matang yang kerap dibandingkan dengan adiknya.

Ia juga menjadi sasaran body shaming dari lingkungan sekitarnya.

Meski demikian, Rara memiliki pasangan bernama Dika yang menerima dirinya apa adanya.

Perubahan besar terjadi ketika Rara mendapat kesempatan promosi jabatan di perusahaan kosmetik tempatnya bekerja.

Namun, atasannya memberikan syarat agar ia mengubah penampilannya.

Persyaratan tersebut kemudian menjadi titik awal perubahan dalam kehidupan Rara.

Adaptasi Novel Terus Menjadi Bagian Perfilman Indonesia

Melalui daftar tersebut, kanal YouTube Tak Bae 11 memperlihatkan bahwa berbagai karya sastra Indonesia telah berhasil diadaptasi menjadi film dengan beragam tema.

Mulai dari kisah pendidikan, religi, persahabatan, romansa, sejarah, horor, hingga persoalan penerimaan diri, seluruhnya berasal dari novel maupun buku yang telah lebih dulu dikenal masyarakat.

Video ditutup dengan ajakan kepada penonton untuk memberikan tanggapan serta membagikan film adaptasi novel favorit mereka melalui kolom komentar.

Baca Juga: 20 Tanaman Hias Indoor untuk Rumah Minimalis, Monstera hingga Bromelia Cocok Percantik Hunian

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Film Indonesia Adaptasi Novel Laskar Pelangi Ayat-Ayat Cinta Dilan 1990 Imperfect