TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Hotman Paris Hutapea mengungkap alasan di balik keputusannya mengundurkan diri sebagai pengacara Febri Diansyah dalam perkara yang sedang menjadi perhatian publik. Keputusan tersebut disebut bukan dipicu persoalan hukum ataupun perbedaan pandangan dengan klien, melainkan karena kondisi kesehatannya yang belum pulih usai menjalani operasi saraf di Singapura.
Dalam keterangannya, Hotman menegaskan pengunduran dirinya dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi fisik yang belum memungkinkan untuk menangani perkara besar. Ia mengaku telah lebih dulu menyampaikan niat tersebut kepada klien, meski sempat diminta untuk menunda keputusan tersebut.
Selain menjelaskan alasan mundur, Hotman juga menepis berbagai isu yang berkembang mengenai keberadaan Febri Diansyah. Menurutnya, Febri masih berstatus sebagai warga negara yang belum ditahan sehingga memiliki kebebasan menentukan keberadaannya.
Hotman Paris Bantah Spekulasi soal Keberadaan Febri Diansyah
Dalam sesi wawancara, Hotman mendapat pertanyaan mengenai kabar yang menyebut Febri Diansyah berada di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Menanggapi hal tersebut, ia memilih tidak memberikan informasi mengenai lokasi kliennya.
Menurut Hotman, Febri belum berstatus sebagai tahanan sehingga tidak ada alasan baginya untuk menjelaskan keberadaan klien kepada publik.
Ia menegaskan bahwa setiap orang yang belum ditahan memiliki hak untuk bebas menentukan aktivitas maupun tempat tinggalnya. Karena itu, ia menganggap tidak etis apabila dirinya membuka lokasi keberadaan seseorang yang masih bebas.
Hotman juga menyebut terakhir kali bertemu dengan Febri terjadi pada Rabu sebelum wawancara berlangsung. Setelah pertemuan tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas maupun lokasi Febri.
Baca Juga: Wisata Jogja Viral 2026: Panduan Liburan 3 Hari 2 Malam, Lokasi Hits, Kuliner Legendaris, dan Biaya
Sempat Diminta Menunda Pengunduran Diri
Hotman mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengundurkan diri sebenarnya sudah disampaikan beberapa hari sebelumnya. Saat itu, ia menjelaskan bahwa rasa sakit pada punggung akibat operasi membuatnya kesulitan menjalankan aktivitas secara maksimal.
Menurut pengakuannya, Febri sempat meminta agar keputusan tersebut tidak diumumkan dalam waktu dekat.
Ia mengatakan kliennya berharap dirinya tetap bertahan setidaknya beberapa minggu lagi karena dianggap memiliki pengalaman yang sulit digantikan dalam menangani persidangan.
Hotman mengaku tidak langsung memberikan jawaban pasti atas permintaan tersebut. Namun beberapa hari kemudian ia menyampaikan kepada salah satu anggota tim pengacara bahwa keputusan mundur tetap harus diumumkan.
Setelah pengumuman dilakukan, informasi tersebut akhirnya diketahui oleh pihak lain dalam tim kuasa hukum.
Hotman menyebut reaksi yang diterimanya cukup emosional. Ia mengatakan ada pihak yang terdiam cukup lama setelah mengetahui dirinya benar-benar mengundurkan diri.
Mengaku Tetap Memantau Perkembangan Perkara
Meski sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum, Hotman memastikan dirinya tetap mengikuti perkembangan perkara melalui berbagai pemberitaan media.
Menurutnya, informasi mengenai proses hukum saat ini dapat diakses dengan mudah sehingga ia tetap mengetahui perkembangan kasus tersebut.
Namun ia mengakui saat ini harus membagi perhatian dengan sejumlah perkara lain yang masih ditanganinya.
Karena itu, fokus utamanya adalah menyelesaikan pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab profesionalnya sambil menjalani proses pemulihan kesehatan.
Baca Juga: Rekomendasi Smartphone Rp5-7 Juta 2026, Ini HP Paling Layak Dibeli Saat Harga Masih Stabil
Hotman Paris Jelaskan Pentingnya Hak atas Pengacara
Dalam kesempatan yang sama, Hotman juga menyampaikan pandangannya mengenai hak setiap orang untuk memperoleh pendampingan hukum.
Ia menilai masih banyak anggapan di masyarakat yang memandang negatif profesi advokat ketika membela seseorang yang sedang menghadapi perkara hukum.
Menurutnya, pendampingan hukum merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang, terutama bagi terdakwa yang menghadapi ancaman hukuman tertentu.
Hotman mencontohkan bahwa dalam banyak perkara korupsi, terdakwa selalu didampingi pengacara. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit terdakwa yang menggunakan lebih dari satu penasihat hukum.
Ia juga menyinggung praktik di Amerika Serikat yang menurutnya sangat menjunjung tinggi hak tersangka untuk didampingi pengacara sejak awal proses hukum.
Dalam pandangannya, profesi advokat memang bertugas memberikan pembelaan kepada orang yang sedang menghadapi persoalan hukum.
Karena itu, ia menilai tidak tepat apabila seorang pengacara mendapat penilaian negatif hanya karena menjalankan tugas profesinya.
Mengaku Banyak Pengacara Ingin Menggantikan Posisinya
Hotman juga mengungkapkan bahwa setelah mengumumkan pengunduran dirinya, ia menerima banyak pesan dari rekan sesama pengacara.
Menurutnya, banyak di antara mereka yang menyatakan kesediaan untuk menggantikan posisinya dalam perkara tersebut.
Ia bahkan menyebut jumlah pesan yang diterimanya mencapai ratusan.
Hotman mengatakan perkara besar seperti itu memang menjadi tantangan yang menarik bagi banyak advokat.
Ia juga menceritakan pengalaman kariernya yang pernah bekerja selama beberapa tahun di kantor hukum besar di Australia sebelum kembali berkarier di Indonesia.
Baca Juga: 10 HP Terlaris 2026 Versi Update Tekno, Poco X8 Pro hingga Oppo Reno 15 F 5G Masuk Daftar Favorit
Mengaku Sudah Terbiasa Dihujat Publik
Saat ditanya apakah dirinya merasa terpukul karena mendapat banyak kritik setelah menangani sejumlah perkara besar, Hotman mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut.
Ia mencontohkan pengalaman ketika menjadi pengacara mantan petinggi Polri Teddy Minahasa.
Menurutnya, saat itu ia juga menerima banyak hujatan dari masyarakat.
Namun Hotman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merasa bersalah karena menjalankan tugas sebagai advokat.
Ia juga menceritakan pengalamannya mengenal Teddy Minahasa yang disebut pernah membantu banyak masyarakat pencari keadilan ketika masih bertugas di institusi kepolisian.
Selain itu, Hotman turut menyinggung sosok Kapolda Metro Jaya yang menurutnya sering merespons cepat berbagai keluhan masyarakat terkait proses hukum.
Pengalaman tersebut, menurut Hotman, menjadi bagian dari alasan mengapa dirinya tetap menjalankan profesi sebagai pengacara meski kerap mendapat kritik.
Operasi Saraf Menjadi Alasan Utama Mundur
Bagian paling penting dari penjelasan Hotman adalah kondisi kesehatannya.
Ia memperlihatkan bekas operasi di bagian punggung sambil menjelaskan bahwa dirinya mengalami saraf kejepit yang cukup parah.
Menurut pengakuannya, kondisi tersebut mulai memburuk pada Juni hingga Juli sehingga ia harus bolak-balik menjalani pemeriksaan ke Singapura.
Akhirnya, pada 9 Juli, Hotman menjalani operasi di Mount Elizabeth Hospital, Singapura.
Ia mengaku sempat merasa khawatir sebelum operasi karena tindakan medis pada saraf memiliki risiko yang tidak ringan.
Ketakutan terbesar yang dirasakannya adalah kemungkinan mengalami kelumpuhan apabila terjadi komplikasi saat operasi.
Setelah operasi selesai, Hotman mengatakan dokter menyarankan agar dirinya menjalani masa pemulihan secara penuh selama dua minggu tanpa aktivitas berat.
Namun karena adanya permintaan untuk menangani perkara yang sedang menjadi perhatian publik, ia memutuskan kembali ke Jakarta lebih cepat dibandingkan anjuran dokter.
Keputusan itu membuat proses pemulihannya belum berlangsung secara optimal.
Hotman menjelaskan bahwa rasa sakit akibat operasi masih sering muncul meski sebelumnya sempat tertutupi oleh obat pereda nyeri.
Menurutnya, kondisi fisik tersebut menjadi alasan utama mengapa ia akhirnya memilih mengundurkan diri dari tim kuasa hukum.
Baca Juga: 8 HP Terlaris Pertengahan 2026, Poco X8 Pro hingga Redmi Note 15 5G Jadi Pilihan Favorit
Istri Masih Jalani Pemulihan di Singapura
Selain membahas kondisi kesehatannya sendiri, Hotman juga menjelaskan alasan sang istri berada di Singapura.
Ia mengatakan istrinya masih menjalani proses pemulihan setelah sebelumnya menjalani operasi usus.
Kunjungan ke Singapura dilakukan untuk mengambil alat medis yang sebelumnya masih dipasang setelah operasi.
Menurut Hotman, kondisi istrinya kini sudah jauh lebih baik dan proses penyembuhan berjalan sesuai harapan.
Pengunduran Diri Dilandasi Pertimbangan Kesehatan
Di akhir keterangannya, Hotman kembali menegaskan bahwa keputusannya mundur sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan lain di luar kesehatan.
Ia memastikan tidak ada konflik dengan klien maupun tim kuasa hukum.
Keputusan tersebut diambil semata-mata karena ingin memprioritaskan proses pemulihan pascaoperasi agar dapat kembali menjalankan aktivitas profesional secara maksimal setelah kondisi fisiknya benar-benar pulih.
Baca Juga: 10 Mobil Listrik Terlaris April 2026 di Indonesia, JAECOO J5 Salip BYD M6 dan Denza D9
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest