TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Hotman Paris Hutapea mengungkap alasan utama di balik keputusannya mengundurkan diri sebagai anggota tim kuasa hukum Febri Diansyah. Pengacara senior itu menegaskan keputusan tersebut murni didasari kondisi kesehatannya yang belum pulih setelah menjalani operasi saraf di Singapura, bukan karena persoalan lain yang berkaitan dengan penanganan perkara.
Hotman menjelaskan dirinya telah lama mengalami saraf kejepit hingga akhirnya harus menjalani operasi pada 9 Juli di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Meski dokter menyarankan istirahat total selama dua pekan, ia mengaku tetap kembali ke Jakarta untuk memenuhi berbagai tanggung jawab profesional.
Ia juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang mengenai pengunduran dirinya. Menurut Hotman, tidak ada konflik dengan klien maupun tim kuasa hukum. Keputusan itu semata-mata diambil karena kondisi fisiknya belum memungkinkan mengikuti proses persidangan secara maksimal.
Baca Juga: 10 HP Terlaris 2026 Versi Update Tekno, Poco X8 Pro hingga Oppo Reno 15 F 5G Masuk Daftar Favorit
Kondisi Kesehatan Jadi Alasan Utama
Dalam wawancara tersebut, Hotman memperlihatkan bekas operasi di bagian punggungnya saat ditanya alasan mengundurkan diri dari tim kuasa hukum.
Ia menjelaskan bahwa sejak Juni hingga Juli dirinya mengalami saraf kejepit yang cukup parah. Kondisi itu membuatnya beberapa kali bolak-balik ke Singapura karena khawatir harus menjalani perawatan intensif.
Akhirnya, pada 9 Juli, ia menjalani operasi saraf di Mount Elizabeth Hospital.
Menurut Hotman, operasi tersebut bukan tanpa risiko. Ia mengaku sempat khawatir mengalami kelumpuhan karena tindakan dilakukan pada bagian saraf yang sangat sensitif.
Setelah operasi selesai, dokter meminta dirinya menjalani masa pemulihan penuh selama dua minggu dan tidak melakukan aktivitas berat.
Namun, karena adanya permintaan untuk tetap menangani perkara yang sedang menjadi sorotan publik, ia memilih kembali ke Jakarta lebih cepat daripada yang dianjurkan dokter.
Hotman mengatakan obat pereda nyeri sempat membuatnya tidak merasakan sakit. Namun setelah efek obat berkurang, rasa nyeri di bekas operasi kembali muncul sehingga aktivitasnya menjadi terbatas.
Sempat Diminta Menunda Pengunduran Diri
Hotman mengungkapkan bahwa keinginannya mengundurkan diri sebenarnya sudah disampaikan lebih dulu kepada Febri Diansyah.
Saat itu, ia menjelaskan bahwa rasa sakit di bagian punggung membuatnya kesulitan menjalankan tugas secara optimal.
Menurut Hotman, Febri sempat meminta agar keputusan tersebut tidak diumumkan dalam waktu dekat.
Ia bahkan diminta bertahan setidaknya beberapa minggu lagi karena dinilai memiliki pengalaman yang sulit digantikan dalam menghadapi persidangan.
Hotman mengaku tidak langsung memberikan jawaban tegas. Namun tiga hari kemudian ia memutuskan untuk tetap menyampaikan pengunduran dirinya.
Ia mengaku lebih dahulu memberi tahu salah satu anggota tim kuasa hukum sebelum pengumuman dilakukan kepada publik.
Setelah kabar tersebut beredar, anggota tim lainnya disebut mengetahui keputusan tersebut dan memberikan respons yang cukup emosional.
Hotman mengatakan tim bahkan telah menyusun daftar calon pengganti karena menganggap perkara tersebut membutuhkan sosok yang memiliki pengalaman panjang di ruang sidang.
Baca Juga: 8 HP Terlaris Pertengahan 2026, Poco X8 Pro hingga Redmi Note 15 5G Jadi Pilihan Favorit
Tetap Mengikuti Perkembangan Kasus
Meski sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum, Hotman memastikan dirinya masih mengikuti perkembangan perkara melalui pemberitaan media.
Ia mengatakan informasi mengenai proses hukum kini dapat diperoleh dengan mudah sehingga dirinya tetap mengetahui jalannya perkara.
Namun, ia mengakui kesibukan menangani sejumlah perkara lain membuatnya harus membatasi aktivitas agar proses pemulihan kesehatan tidak terganggu.
Pesan Hotman Soal Hak Mendapat Pendampingan Hukum
Dalam kesempatan itu, Hotman juga menyampaikan pandangannya mengenai hak setiap orang untuk memperoleh pendampingan hukum.
Menurutnya, seluruh terdakwa memiliki hak didampingi pengacara, termasuk dalam perkara korupsi.
Ia menegaskan hampir seluruh perkara korupsi melibatkan penasihat hukum. Bahkan, menurutnya, ada terdakwa yang menggunakan hingga sepuluh pengacara sekaligus.
Hotman juga mengingatkan bahwa ketentuan hukum mengatur terdakwa dengan ancaman hukuman tertentu berhak memperoleh pendampingan hukum.
Ia kemudian mencontohkan praktik di Amerika Serikat yang menurutnya sangat menekankan hak seseorang untuk didampingi pengacara sejak awal proses hukum.
Karena itu, ia menilai tidak tepat apabila profesi advokat dipandang negatif hanya karena membela orang yang sedang menghadapi perkara hukum.
Menurutnya, pekerjaan pengacara memang memberikan pembelaan kepada pihak yang sedang berhadapan dengan proses hukum.
Banyak Pengacara Ingin Menggantikan Posisinya
Hotman mengungkapkan setelah mengumumkan pengunduran dirinya, ia menerima ratusan pesan dari sesama advokat.
Sebagian besar di antaranya menyatakan kesiapan menggantikan posisinya dalam perkara tersebut.
Ia mengatakan perkara besar seperti itu memang menjadi tantangan yang diinginkan banyak pengacara.
Hotman juga menceritakan pengalamannya pernah bekerja selama empat tahun di salah satu firma hukum besar di Australia serta berkarier selama puluhan tahun bersama firma asing.
Baca Juga: 10 Mobil Listrik Terlaris April 2026 di Indonesia, JAECOO J5 Salip BYD M6 dan Denza D9
Mengaku Sudah Terbiasa Mendapat Hujatan
Ketika ditanya apakah dirinya merasa tertekan akibat kritik publik, Hotman mengaku sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut.
Ia mencontohkan saat menjadi pengacara Teddy Minahasa, dirinya juga menerima banyak hujatan.
Namun menurut Hotman, ia tidak pernah merasa bersalah karena menjalankan profesinya sebagai advokat.
Ia juga mengenang pengalamannya mengenal Teddy Minahasa yang disebut sering membantu masyarakat pencari keadilan ketika masih bertugas di lingkungan kepolisian.
Selain itu, Hotman menyinggung sosok Kapolda Metro Jaya Komjen Asep yang menurutnya responsif terhadap berbagai laporan masyarakat mengenai dugaan perlakuan yang tidak adil.
Pengalaman tersebut membuatnya tetap yakin bahwa profesi advokat memiliki peran penting dalam sistem peradilan.
Istri Masih Jalani Pemulihan di Singapura
Di sela wawancara, Hotman juga menjelaskan alasan istrinya kembali berada di Singapura.
Menurutnya, sang istri masih menjalani proses pemulihan setelah sebelumnya menjalani operasi usus.
Kunjungan itu dilakukan untuk melepas alat medis yang sebelumnya masih terpasang setelah tindakan operasi.
Hotman mengatakan kondisi istrinya kini sudah jauh lebih sehat dan proses pemulihannya berjalan dengan baik.
Hotman Enggan Ungkap Keberadaan Febri Diansyah
Hotman juga menanggapi pertanyaan mengenai isu yang menyebut Febri Diansyah berada di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.
Ia menolak memberikan informasi mengenai keberadaan mantan kliennya.
Menurut Hotman, Febri belum berstatus sebagai tahanan sehingga bebas menentukan lokasi maupun aktivitasnya.
Ia menilai tidak etis apabila dirinya mengungkap posisi seseorang yang masih memiliki kebebasan bergerak.
Hotman mengaku terakhir kali bertemu dengan Febri pada Rabu sebelum wawancara dilakukan.
Selain itu, ia memastikan pengunduran dirinya sama sekali tidak berkaitan dengan keberadaan maupun kondisi Febri.
Ia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sepenuhnya karena alasan kesehatan agar proses pemulihan pascaoperasi dapat berjalan optimal.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest