TRENGGALEK JENGGELEK - Agenda pulang kampung Megawati Hangestri Pertiwi ke Kampak, Trenggalek tentu membuat banyak orang terkejut.
Ternyata Megawati Hangestri Pertiwi yang pernah membela klub voli Korea Jung Kwan Jang Red Sparks ini memiliki garis leluhur Kampak, Trenggalek dari pihak ibu.
Namun tahukah kamu jika kampung halaman ibunda Megawati Hangestri Pertiwi di Kampak, Trenggalek merupakan wilayah tua dan tercatat dalam sejarah Mpu Sindok?
Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Prasasti Kampak atau Kamsyaka yang ditemukan di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Trenggalek.
Baca Juga: Candi Brongkah Trenggalek: Situs Bersejarah yang Selalu Tergenang Air
Dikutip dari Facebook Karya Budaya Bangsa, Prasasti Kampak sekarang ada di Museum Nasional Jakarta.
Dari keterangan Museum Indonesia, dapat diketahui jika batu tersebut memiliki tinggi 89 cm, lebar 93 cm dan tebal 22 cm, terbuat dari batu andesit.
Baca Juga: Arca Durga Desa Kamulan Diduga Dibawa Mantan Kapolres Trenggalek ke Bogor
Prasasti Kampak berupa pecahan batu besar, bagian atas berbentuk bulat mirip bentuk telur, dan permukaan melengkung, memiliki warna abu-abu.
Di keempat sisinya terdapat huruf Jawa Kuno, namun akibat usia, teks yang tertulis banyak yang tidak terbaca.
Baca Juga: Asal Usul Nama Tiongkok di Indonesia: Jejak Sejarah, Diplomasi, dan Rekonsiliasi Budaya
Di bagian depan terdapat 15 baris, di belakang 13 baris dan satu baris setengah huruf, di permukaan sisi kiri hanya terbaca 3 baris, dan di sisi kanan hanya 2 baris.
Isi Prasasti Kampak banyak diketahui artinya dari hasil Transkripsi OJO oleh Dr. Brandes dengan terjemahan bebas.
Ternyata banyak mengandung pengetahuan-pengetahuan mengenai kondisi masyarakat dengan berbagai variabelnya pada Negeri Medang di masa lalu.
Sayangnya karena saking ausnya huruf, angka di Prasasti Kampak tidak terbaca lagi. Sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk dasar hari jadi Trenggalek yang diperingati setiap tahun. ****