Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Selain Kunting, Ada Ragam Perahu Tradisional di Pantai Prigi Sebagai Identitas Maritim Nelayan Trenggalek

Zaki Jazai • Kamis, 29 Mei 2025 | 20:10 WIB
Jejeran perahu slerek di dermaga labuh PPN Prigi Trenggalek. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Jejeran perahu slerek di dermaga labuh PPN Prigi Trenggalek. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

Trenggaleknjenggelek – Pantai Prigi, yang terletak di Kecamatan Watulimo, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di pesisir selatan Jawa Timur, tetapi juga sebagai salah satu pusat budaya maritim masyarakat Trenggalek. Di kawasan ini, selain ada perahu kunting yang baru saja diperlombakan dalam kegiatan labuh laut, Rabu (28/5/2025), beragam jenis perahu tradisional masih digunakan oleh para nelayan hingga kini, menjadi penanda identitas sekaligus kekayaan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Beberapa jenis perahu yang lazim dijumpai di kawasan Prigi antara lain perahu Slerek, perahu Kunting, dan perahu Untul. Masing-masing memiliki ciri khas bentuk, fungsi, hingga nilai simbolik dalam kehidupan masyarakat nelayan.

Perahu Slerek, misalnya, dikenal dengan desainnya yang unik—dua ujungnya meruncing dan ramping, cocok untuk aktivitas memancing di laut lepas. Ciri lain yang mencolok adalah pewarnaannya yang khas tiga lapis: bagian bawah (dasaran), tengah, dan atas, sebagaimana dicatat dalam catatan budaya maritim. Estetika warna ini tidak sekadar ornamen, tetapi juga dipercaya berkaitan dengan simbolisasi keberuntungan dan perlindungan.

Sementara itu, perahu Kunting tampil dengan desain yang panjang, ramping, dan ringan. Bentuknya yang aerodinamis memungkinkan perahu ini mudah didayung oleh banyak orang. Perahu Kunting kerap digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, seperti lomba dayung, ritual laut, dan juga sebagai alat transportasi nelayan dalam kegiatan sehari-hari.

Adapun perahu Untul, meski memiliki bentuk serupa dengan Kunting, telah mengalami modernisasi dengan penambahan mesin sebagai penggerak utama. Keunggulan ini membuat Untul menjadi pilihan dalam perlombaan balap perahu yang digelar pada momen-momen tertentu, terutama saat perayaan tradisi laut.

Selain tiga jenis utama tersebut, terdapat pula perahu Pancingan, yang berfungsi khusus untuk memancing ikan di perairan dangkal maupun agak jauh dari bibir pantai. Uniknya, masyarakat juga mengenal perahu bernama “Hamdalah”, yang tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari ungkapan syukur dan doa dalam keseharian para nelayan.

Keberadaan ragam perahu tradisional ini menunjukkan kuatnya akar budaya laut di Trenggalek. Meski perlahan teknologi modern mulai masuk, nilai-nilai lokal yang melekat dalam bentuk, fungsi, dan nama-nama perahu tetap dijaga.

Pemerintah daerah bersama komunitas budaya dan nelayan diharapkan terus memberikan ruang pelestarian bagi kekayaan maritim ini, sebagai bagian dari identitas Trenggalek yang tak hanya indah secara geografis, tetapi juga kaya secara budaya.(jaz) 

 

 

 

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Zaki Jazai
#nelayan #perahu tradisional #pantai prigi