TRENGGALEK NJENGGELEK - Babad Tanah Jawa adalah salah satu karya sastra sejarah Jawa yang terkenal.
Dalam Babad Tanah Jawa, Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya menjadi salah satu tokoh sentral yang kisah hidupnya penuh dengan intrik politik, peperangan, serta nuansa spiritual khas masyarakat Jawa.
Menurut Babad Tanah Jawa, Panembahan Senopati adalah putra Ki Ageng Pamanahan, tokoh bawahan Sultan Pajang Hadiwijaya.
Sejak kecil, Sutawijaya dididik sebagai bangsawan sekaligus prajurit tangguh. Setelah Pajang melemah, Sutawijaya memberontak secara halus hingga akhirnya mendirikan kerajaan baru bernama Mataram Islam di wilayah pedalaman Jawa.
Dalam Babad Tanah Jawa, Panembahan Senopati digambarkan bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan spiritual tinggi.
Salah satu cerita paling populer adalah hubungan mistisnya dengan Nyai Roro Kidul, sang Ratu Laut Selatan.
Baca Juga: Desa Kamulan Jejak Peradaban Kuno di Kabupaten Trenggalek
Babad menceritakan bahwa Senopati melakukan tapa brata (semedi) di pantai selatan untuk mendapatkan restu agar kerajaannya kokoh.
Dengan kekuatan lahir dan batin tersebut, Panembahan Senopati berhasil menaklukkan beberapa daerah, seperti Pajang, Demak, dan kadipaten-kadipaten kecil di sekitar Mataram.
Babad Tanah Jawa juga mencatat berbagai perang besar yang dipimpin Senopati demi memperluas wilayah kekuasaan.
Panembahan Senopati kemudian wafat pada tahun 1601 dan dimakamkan di Kota Gede, Yogyakarta.
Makamnya hingga kini masih ramai diziarahi sebagai salah satu jejak sejarah kejayaan Mataram Islam. ****
Editor : Dharaka R. Perdana