Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ini Gambaran Istana Laut Selatan yang Dilihat Panembahan Senopati dalam Babad Tanah Jawa

Dharaka R. Perdana • Rabu, 18 Juni 2025 | 06:51 WIB

Sosok Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam dengan versi AI.
Sosok Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Islam dengan versi AI.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Panembahan Senopati dalam Babad Tanah Jawa begitu kagum dengan kondisi Istana Laut Selatan milik Nyi Roro Kidul. 

Apalagi selama di sana Panembahan Senopati harus menghadapi godaaan dari Nyi Roro Kidul saat berada di Istana Laut Selatan.

Istana tersebut digambarkan dalam bentuk yang indah dan baru pertama kali diketahui Panembahan Senopati. Berikut bunyi bait kelima dan keenam Pupuh Kinanthi:

Baca Juga: Panembahan Senopati Terpesona pada Kecantikan Nyi Roro Kidul, Apakah Mampu Menahan Godaan?

Udyana asri dinulu, balene kêncana nguni, jaman purwa kang rinêbat, Gathutkaca lan Wre Putih, bitutaman dirgantara, bale binucal jêladri,

Mendapati pemandangan asri, sebuah ranjang kencana berasal dari jaman dulu, saat terjadi perebutan, antara Gathutkaca dan Kera Putih, berkelahi di angkasa, ranjang terlempar ke samudera.

Dhawah têlêng samodra gung, kang rinêksa sagung ê-Jim, asri plataran rinêngga, sinêbaran gung rêtna di, widuri mutyara mirah, jumantên jumrut mawarni.

Jatuh di tengah-tengah samudera raya, yang dikuasai oleh Jin, tampak juga halaman yang tertata asri, yang ditebarani intan indah dan megah, biduri mutiara merah delima, emas dan jamrud berwarna-warni.

Baca Juga: Babad Tanah Jawa: Kisah Panembahan Senopati, Raja Mataram yang Penuh Legenda

Bait tembang Jawa ini membuka kisah indah tentang sebuah ranjang kencana (tempat tidur emas) yang memiliki sejarah panjang sejak zaman para kesatria.

Konon, pada masa purwa, terjadi perebutan sengit antara Gathutkaca dan Kera Putih (Wre Putih).

Pertarungan dahsyat ini berlangsung di angkasa (bitutaman dirgantara) hingga akhirnya ranjang pusaka tersebut terlempar jauh ke tengah samudera.

Dalam lanjutan baitnya, tembang ini menyebut “Dhawah têlêng samodra gung, kang rinêksa sagung ê-Jim…”

Artinya, ranjang kencana tersebut akhirnya jatuh di samudera luas yang dijaga oleh para Jin (ê-Jim).

Di sanalah tersimpan sebuah tempat yang sangat indah dan asri, dikelilingi halaman mewah yang dihiasi berbagai batu permata mulia seperti intan, biduri, mutiara, merah delima, emas, hingga jamrud aneka warna.

Semua itu menggambarkan betapa megahnya kerajaan Jin di dasar lautan.

 

Darcy Jones saat dibawa petugas
Darcy Jones saat dibawa petugas
DARCY JONES
DARCY JONES
Editor : Dharaka R. Perdana
#Babad Tanah Jawa #Panembahan Senopati #nyi roro kidul