TRENGGALEK NJENGGELEK - Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan, dalam Babad Tanah Jawa dikenal karena kecantikan dan kesaktiannya.
Di samping itu, kekuasaan Nyi Roro Kidul yang begitu luas dan disegani di seluruh tanah Jawa.
Dalam Babad Tanah Jawa, khususnya pada bait ke-16 hingga ke-19 pupuh Kinanthi, diuraikan dengan detail betapa takluknya para penguasa alam gaib, gunung, hutan, bahkan raja para dhemit (makhluk halus) kepada beliau.
Baca Juga: Bisa Secantik Bidadari dan Jelek, Begini Kesaktian Nyi Roro Kidul dalam Babad Tanah Jawa
Dalam bait ke-16 disebutkan: “Siapa yang tidak tunduk, seluruh mahluk halus di pulau Jawa, para Raja-nya sudah takluk semua, kepada Ratu Kidul menganggap orang tua, ditakuti dicintai dan menjadi tempat mengabdi, diberi persembahan setiap tahun.”
Ini menunjukkan bahwa Nyi Roro Kidul bukan sekadar penguasa lautan, tetapi juga Ratu para makhluk gaib di seluruh daratan Jawa.
Masyarakat Jawa sejak dahulu percaya, para raja gaib, jin penunggu gunung, hutan keramat, bahkan pesisir timur semuanya menghaturkan persembahan rutin dan tunduk di bawah kekuasaan Sang Ratu Kidul.
Baca Juga: Istana Laut Selatan Milik Nyi Roro Kidul Berlantaikan Emas dan Perak, Aura Magisnya Sangat Kuat
Dalam bait ke-17, disebutkan para raja gunung yang tunduk kepada Nyi Roro Kidul, seperti Gunung Merapi, Gunung Lawu, Gunung Kelud, Gunung Wilis, Tuk Sanga, dan Bledug
Para penunggu gunung ini dipercaya sebagai penyeimbang alam, penjaga vulkanik, dan pengatur cuaca setempat.
Namun, semuanya dikisahkan menundukkan kepala di hadapan Ratu Kidul, membuktikan betapa kuat pengaruh mistis beliau di antara para penguasa alam Nusantara.
Baca Juga: Panembahan Senopati Terpesona pada Kecantikan Nyi Roro Kidul, Apakah Mampu Menahan Godaan?
Tak hanya penguasa gunung, bait ke-18 juga menyebut para penguasa pohon keramat dan hutan angker.
Seperti Wringin Pitu, Wringin Rubuh, Wringin Uwok, Wringin Putih, Landheyan, Alas Ngroban, Kabareyan, Tegal Layang, Pacitan, dan Dlepih
Semuanya dikisahkan telah “kêreh jladri” — artinya telah mengakui dan tunduk pada kuasa Nyi Roro Kidul.
Tradisi Jawa kuno memang sangat menghormati pepohonan besar dan hutan keramat karena diyakini menjadi tempat bersemayamnya lelembut penjaga alam.
Menariknya, dalam bait ke-19 dijelaskan bahwa di seluruh Jawa, hanya wilayah Galuh (sekarang sekitar Ciamis, Jawa Barat) yang tidak takluk kepada Ratu Kidul.
Alasannya karena wilayah ini dikuasai oleh Guwatrusan, dengan rajanya Aji Krendhawahana yang terkenal sakti dan mandiri.
Hal ini menunjukkan adanya dinamika spiritual dan mitologi antar kerajaan gaib di Nusantara.
Meskipun Nyi Roro Kidul berkuasa penuh, tetap ada satu-dua kerajaan gaib yang berdiri sendiri dengan perjanjian tertentu. ****