TRENGGALEK NJENGGELEK - Panembahan Senopati, pendiri Dinasti Mataram tercatat dalam Babad Tanah Jawa sebagai salah satu raja yang memiliki hubungan spiritual erat dengan Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan.
Hubungan ini tidak hanya bersifat mistis, tetapi juga menjadi simbol ikatan antara kekuasaan bumi (keraton) dan laut (alam gaib) di budaya Jawa.
Bagian bait ke-20 hingga ke-24 pupuh Kinanthi mengisahkan dengan indah bagaimana Panembahan Senopati diundang ke Istana Laut Selatan dan menikmati sajian megah yang penuh simbol dan filosofi.
Baca Juga: Ini Gambaran Istana Laut Selatan yang Dilihat Panembahan Senopati dalam Babad Tanah Jawa
Dalam bait ke-20 disebutkan bahwa Nyi Roro Kidul duduk bersama Panembahan Senopati, menikmati hidangan lezat dan minuman manis.
Sajian ini dihidangkan oleh para dayang jelita yang mengenakan busana indah dan gemerlap.
Jamuan ini bukan sekadar pesta mewah, melainkan ritual penerimaan dan pengikat janji spiritual antara Panembahan Senopati dan Ratu Kidulsebuah ikatan mistis yang dipercaya menjadi penopang kejayaan Dinasti Mataram.
Baca Juga: Kekuasaan Nyi Roro Kidul: Semua Makhluk Halus Tunduk, Namun Tidak di Ciamis Jawa Barat
Pada bait ke-21, para penari Bedhaya tampil menari di hadapan Sang Raja dan Ratu Kidul. Gending Semang berkumandang, gerak tari yang gemulai membius hati setiap yang melihatnya.
Tarian Bedhaya sendiri merupakan simbol tarian sakral Jawa yang hanya dipentaskan dalam upacara kenegaraan dan spiritual.
Gerakannya lemah gemulai namun sarat makna, menjadi penegas aura sakral istana gaib Laut Selatan.
Baca Juga: Bisa Secantik Bidadari dan Jelek, Begini Kesaktian Nyi Roro Kidul dalam Babad Tanah Jawa
Dalam bait ke-22 dan ke-23, dikisahkan bagaimana Panembahan Senopati begitu terpesona oleh keindahan Ratu Kidul.
Meskipun para penari Bedhaya tampil menawan, namun di matanya hanya Sang Ratu Kidul yang menjadi pusat perhatian.
Kecantikan Sang Ratu digambarkan laksana cahaya emas murni, melebihi pesona para penari istana. Inilah simbol betapa kuatnya daya tarik spiritual dan kecantikan Nyi Roro Kidul bagi raja-raja Jawa.
Menariknya, bait ke-24 menegaskan bagaimana Panembahan Senopati tetap sadar, meskipun hatinya terpikat, dia menahan diri untuk tidak sepenuhnya larut dalam pesona Dyah Kidul.
Panembahan Senopati menyadari bahwa Ratu Kidul adalah makhluk gaib (bangsa Jin), bukan manusia biasa.
Kesadaran ini menunjukkan kebijaksanaan Panembahan Senopati yang memahami batas antara manusia dan alam gaib, meski keduanya saling berinteraksi erat dalam konteks kekuasaan Jawa pada zaman dahulu. ****