TRENGGALEK NJENGGELEK - Babad Tanah Jawa pun menyingkap lapisan terdalam isi hati Nyi Roro Kidul, sang Ratu Laut Selatan saat bertemu Panembahan Senopati.
Pada bagian ini, Nyi Roro Kidul mengungkapkan pergolakan batin yang jarang disorot secara vulgar dalam cerita rakyat.
Baca Juga: Nyi Roro Kidul Tegas Menjawab Panembahan Senapati: Antara Rayuan, Restu Gaib, dan Filosofi Raja Jawa
Yakni keinginan Nyi Roro Kidul memiliki seorang pria pendamping, demi bisa lebih optimal mengabdi pada kerajaan Jawa.
Dalam bait ke-48 tertulis “De sêlamen lamban ulun, kêpengin kinayan nglaki, kang tuk bulu bêkti praja, labêt blilu tyang pawestri, tan wigya mangenggar priya, labêt karibêtan tapih.”
Maknanya, selama hidupnya sebagai Ratu Laut Selatan, Nyi Roro Kidul menyimpan hasrat memiliki seorang suami.
Bukan untuk kepentingan pribadi semata, tetapi agar pengabdiannya kepada kerajaan Jawa bisa lebih paripurna.
Baca Juga: Pernikahan Spiritual Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul, Misteri Ranjang Emas Sri Kumêndhung
Nyi Roro Kidul sadar, sebagai seorang wanita — tyang pawestri — perannya punya batas kodrat. Ada tanggung jawab besar yang hanya bisa dilakukan oleh seorang lelaki, terutama terkait kepemimpinan lahiriah.
Hal ini sesuai dalam pandangan budaya Jawa kuno, seorang penguasa gaib pun mengakui bahwa pengabdian tertinggi kepada negara memerlukan harmoni.
Baca Juga: Nyi Roro Kidul Terus Merayu Panembahan Senopati Meski Pernah Bersumpah Tak Menikah, Berhasilkah Dia?
Yakni wanita sebagai penjaga spiritual, pria sebagai pelaksana di dunia nyata.
Nyi Roro Kidul menegaskan kesiapannya apabila diizinkan Panembahan Senopati untuk mendampingi, melayani, dan mendukung sepenuh hati.
Kesetiaan ini bukan sekadar hubungan jasmani, melainkan ikatan spiritual yang akan menjadi pondasi restu gaib bagi Raja Mataram.
Panembahan Senapati pun terpesona mendengar kesediaan Sang Ratu, sebab itu bermakna pengokohan legitimasinya sebagai Raja Tanah Jawa dengan dukungan gaib Laut Selatan.
Sehingga cita-cita Panembahan Senopati pun semakin mendekati kenyataan untuk mendapatkan restu gaib.