TRENGGALEK NJENGGELEK - Gua Ngerit adalah salah satu destinasi wisata alam dan budaya di Trenggalek, tepatnya di Desa Senden, Kecamatan Kampak.
Gua Ngerit tidak hanya terkenal karena keindahan stalaktit dan stalakmitnya, tetapi juga menyimpan kisah mistis yang dipercaya berkaitan dengan legenda Putri Ngerit dari Kediri.
Menurut cerita rakyat, nama Gua Ngerit diyakini berasal dari nama sang putri yang bertapa untuk menguasai Laut Selatan.
Baca Juga: Kondisi Goa Ngerit Trenggalek Memprihatinkan Sepi Pengunjung dan Minim Perhatian
Konon, setelah berkelana dari Kediri dan menyepi di tepi sungai, Putri Ngerit melanjutkan pertapaannya hingga ke kawasan yang kini dikenal sebagai Gua Ngerit di Trenggalek.
Beberapa versi menyebutkan bahwa gua ini merupakan salah satu petilasan atau tempat bersemedi sang putri sebelum benar-benar menaklukkan makhluk gaib penjaga Laut Selatan.
Di dalam gua, terdapat ruang-ruang alami yang diyakini sebagai tempat meditasi dan persembunyian dari gangguan manusia biasa.
Kini, Gua Ngerit menjadi salah satu destinasi wisata Trenggalek yang menarik wisatawan pecinta alam sekaligus pencari wisata budaya dan mistis.
Dikelilingi hutan lebat dan suasana sunyi, gua ini menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata gua pada umumnya.
Siapa Sebenarnya Sosok Putri Ngerit?
Baca Juga: Megawati Hangestri Pulang Kampung ke Kampak, Jadi Inspirasi Anak Muda Trenggalek
Pada zaman dahulu kala, hidup seorang putri cantik jelita bernama Putri Ngerit. Ia adalah putri bungsu dari Raja Kediri, satu-satunya perempuan di antara lima bersaudara.
Keempat saudara laki-lakinya masing-masing diangkat menjadi penguasa wilayah strategis di Pulau Jawa yakni utara, timur, dan barat.
Namun sang putri justru mendapat amanat istimewa dari sang ayah untuk menjadi penguasa Laut Selatan.
Tidak seperti saudara-saudaranya yang memimpin kerajaan nyata, Putri Ngerit diberi tugas sakral dan penuh misteri: menguasai segala makhluk halus yang bersemayam di laut selatan.
Jin, peri, setan, dan makhluk-makhluk gaib lainnya diyakini tunduk pada kekuatan spiritual sang putri.
Demi menunaikan tugas suci ini, Putri Ngerit memilih menyepi di tengah hutan belantara, di tepi sungai jernih yang airnya memantulkan cahaya alam.
Di sanalah Putri Ngerit bertapa, mengheningkan cipta, menyatukan karsa dan rasa, dalam upaya menaklukkan kekuatan tak kasat mata yang menghuni alam gaib.
Legenda menyebutkan bahwa hingga kini, roh Putri Ngerit masih menjaga Laut Selatan, berdampingan atau bahkan menjadi bagian dari kepercayaan tentang penguasa gaib seperti Nyi Roro Kidul.
Tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa kawasan hutan tempat Putri Ngerit bertapa menyimpan aura mistis dan menjadi lokasi yang dikeramatkan. ****