Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menelusuri Jejak Kerajaan Hasin, Misteri Sejarah Tersembunyi di Sekitar Sungai Ngasinan Trenggalek

Dharaka R. Perdana • Jumat, 18 Juli 2025 | 21:59 WIB

Sketsa suasana Kerajaan Hasin yang konon pernah berdiri di Trenggalek.
Sketsa suasana Kerajaan Hasin yang konon pernah berdiri di Trenggalek.

TRENGGALEKJENGGELEK - Trenggalek bukan hanya menyimpan kekayaan alam, tetapi juga menyimpan sejarah kuno yang masih samar, terkubur di balik aliran Sungai Ngasinan.

Salah satu jejak yang menarik perhatian adalah nama “Ngasinan”, sebuah wilayah yang secara toponimik diduga terkait erat dengan Kerajaan Hasin (atau Macin), kerajaan yang pernah disebut dalam prasasti dan naskah kuno dari masa Airlangga hingga akhir era Majapahit.

Baca Juga: Sungai Ngasinan Trenggalek, Hulu Brantas yang Mengubur Banyak Peninggalan Sejarah

Nama Ngasinan saat ini dikenal sebagai nama sungai di dekat pusat kota Trenggalek yang mengalir ke timur.

Namun, jika kita menilik Prasasti Baru (1030 M) yang dikeluarkan di masa Raja Airlangga serta naskah Tantu Pagelaran, nama “Hasin” atau “Macin” disebut sebagai wilayah penting yang pernah menjadi target penaklukan Airlangga.

Menurut para ahli (Brandes, de Casparis, Supratikno Rahardjo), Hasin merupakan kerajaan kecil di barat Gunung Wilis, yang sangat mungkin berada di wilayah Trenggalek sekarang, tepatnya di sekitar Kelutan dan bantaran Sungai Ngasinan.

Baca Juga: Sungai Ngasinan Saksi Tumbuhnya Peradaban di Trenggalek, 4 Situs Ini Menjadi Bukti

Di peta kolonial tahun 1855, bahkan nama “Ngasinan” tercatat sebagai distrik besar (kawedanan) di selatan sungai, memperkuat dugaan bahwa nama ini telah ada sejak masa pra-kolonial dan bisa menjadi kelanjutan dari toponimi Hasin.

Dalam kitab Tantu Pagelaran, disebutkan bahwa Begawan Agastya pernah membawa anak-anak asuhnya menuju barat, ke sebuah tempat bernama Macin (Hasin), sebelum sampai di mandala Kailaca, tempat resi Bhagawan Markandeya.

Kutipan ini memperkuat posisi Hasin sebagai wilayah spiritual dan strategis, yang terletak di barat Gunung Wilis, sangat sesuai dengan posisi Trenggalek secara geografis.

Baca Juga: Kawasan Situs Kamulan Konon Jadi Pengendali Banjir di Timur Trenggalek, Benarkah Demikian?

Berikut kutipan dari naskah itu (terjemahan Poerbatjaraka):

“Ketika anak-anak itu dewasa, dibawanya mereka ke barat, ke Masin, ke puncak Kailaca di Mandala Bhagawan Markandeya…”

Ini menunjukkan bahwa Hasin tidak hanya kerajaan biasa, tetapi juga menjadi penghubung spiritual dan geografis dalam kosmologi Jawa Kuno.

Dalam Prasasti Baru (1030 M), Hasin disebut sebagai kerajaan yang ditaklukkan Airlangga dalam upaya menyatukan kembali wilayah-wilayah bekas kekuasaan mertuanya, Dharmmawangsa Teguh.

Kerajaan Hasin disebut sebagai salah satu vassal Mataram Jawa Timur (Medang) yang mungkin sempat melepaskan diri pasca penyerangan Raja Wura-Wari dari Lwaram (Blora).

Penaklukan Hasin dipandang penting karena letaknya yang dekat dengan Wengker (Ponorogo), musuh utama Airlangga. Secara strategi, menguasai Hasin berarti menguasai jalur selatan menuju jantung Wengker.

Baca Juga: Tanggul Sungai Ngasinan di Ngares Jebol, Sebanyak 11 KK Terdampak, BPBD dan BASARNAS Kerahkan Perahu Fiber dan Mobilisasi Angkutan

Bila Hasin memang eksis di sekitar Trenggalek dan nama itu berkembang menjadi Ngasinan, maka aliran Sungai Ngasinan hari ini dapat dianggap sebagai sisa alami dari peradaban kuno.

Sungai ini merupakan bagian dari hulu DAS Brantas, mengalir dari Durenan ke Tulungagung, dan memiliki dataran aluvial subur, yang secara geomorfologi ideal sebagai lokasi permukiman dan pusat kekuasaan kuno.

Situs-situs seperti Kamulan dan Candi Brongkah, yang ditemukan di wilayah sebaran Sungai Ngasinan, juga memperkuat dugaan bahwa kawasan ini sudah ramai sejak era Hindu-Buddha klasik. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#tantu pagelaran #trenggalek #Sungai Ngasinan #prasasti baru #kerajaan hasin