Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sungai Ngasinan Trenggalek Jadi Jalur Strategis Airlangga Memulihkan Jawa Timur, Ini Alasannya

Dharaka R. Perdana • Sabtu, 19 Juli 2025 | 00:31 WIB

Ilustrasi sosok Raja Airlangga yang berusaha merebut kendali Jawa Timur dengan memanfaatkan Sungai Ngasinan.
Ilustrasi sosok Raja Airlangga yang berusaha merebut kendali Jawa Timur dengan memanfaatkan Sungai Ngasinan.

TRENGGALEKJENGGELEK - Sungai Ngasinan dan kawasan Trenggalek tampaknya memainkan peran strategis yang sering terlupakan dalam catatan sejarah, khususnya pada era Airlangga dalam upaya merebut kendali Jawa Timur.

Setelah keruntuhan Mataram Kuno akibat serangan Raja Wurawari pada awal abad ke-11, Jawa Timur memasuki masa krisis politik.

Baca Juga: Toponimi Ngasinan, Dari Kawedanan Kolonial hingga Petunjuk Lokasi Kerajaan Hasin Masa Airlangga

Di tengah kekacauan itu, muncullah Airlangga, seorang pangeran dari keturunan Wangsa Isyana, yang kemudian dikenal sebagai pendiri Kerajaan Kahuripan. 

Wilayah Trenggalek, terutama di sekitar Situs Kamulan, dipercaya menjadi wilayah perlindungan dan konsolidasi awal bagi Airlangga.

Hal ini didukung kondisi geografisnya yang terletak di cekungan alami yang dikelilingi perbukitan (Gunung Bale, Kekep, Tumpak Cenil, dsb), menjadikannya benteng alami.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Kerajaan Hasin, Misteri Sejarah Tersembunyi di Sekitar Sungai Ngasinan Trenggalek

Akses keluar yang terbatas di sisi tenggara melalui Sungai Ngasinan ke arah Tulungagung membuat wilayah ini mudah dipertahankan dari serangan.

Aliran Sungai Ngasinan sebagai koridor logistik, sekaligus saluran drainase penting yang menjaga wilayah dari banjir.

Celah fisiografis inilah yang diyakini menjadi jalur vital pergerakan pasukan dan logistik Airlangga, sekaligus jalur retret strategis dari pusat konflik di timur.

Baca Juga: Kawasan Situs Kamulan Konon Jadi Pengendali Banjir di Timur Trenggalek, Benarkah Demikian?

Sungai Ngasinan bukan hanya sumber air atau lahan pertanian subur. Di masa lampau, ia menjadi koridor alami yang menghubungkan wilayah pedalaman Trenggalek dengan dataran rendah di Tulungagung dan aliran utama Sungai Brantas.

Koneksi ke Sungai Brantas memungkinkan kontrol Airlangga atas wilayah perdagangan penting.

Jalur sungai digunakan sebagai rute pergerakan militer secara cepat tanpa menembus medan berbukit yang sulit.

Dataran aluvial luas di sepanjang sungai cocok untuk pendirian permukiman sementara dan pertahanan bergerak (mobile defense).

 

Dalam konteks sejarah Nusantara, kendali atas sungai utama selalu menjadi indikator penting kekuasaan. Dalam kasus Airlangga:

Menguasai Sungai Ngasinan berarti mengontrol bagian hulu dari Brantas, sungai strategis yang menjadi nadi politik dan ekonomi Jawa Timur.

Sungai Ngasinan juga berperan dalam pemulihan infrastruktur agraris, seperti irigasi dan lumbung pangan setelah masa perang.

Wilayah sekitar DAS Ngasinan menjadi penopang logistik dan populasi, terutama di fase transisi dari konflik menuju konsolidasi. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#airlangga #trenggalek #Sungai Ngasinan #kahuripan