Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul Gundah Gulana, Ternyata Hal Ini yang Mereka Rasakan

Dharaka R. Perdana • Selasa, 29 Juli 2025 | 04:22 WIB

Panembahan Senopati konon memiliki hubungan dengan Nyi Roro Kidul
Panembahan Senopati konon memiliki hubungan dengan Nyi Roro Kidul

TRENGGALEKJENGGELEK - Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul digambarkan memiliki hubungan erat dalam Babad Tanah Jawa. 

Hubungan gaib sekaligus spiritual sebagai lambang persatuan kekuasaan darat dan laut selatan.

Dalam tembang Mijil yang halus dan lirih, tersimpan ungkapan cinta, kesetiaan, sekaligus kegundahan mendalam antara Sang Raja Mataram dan Sang Ratu Laut Selatan.

Baca Juga: Ini Tekad Nyi Roro Kidul Usai Panembahan Senopati Pamit Pulang ke Mataram

Bait 1 hingga 4 tembang Mijil berikut menjadi jendela untuk memahami jiwa terdalam Panembahan Senopati, ketika menyampaikan perasaan sejatinya kepada Sang Dyah Laut Kidul.

Dalam bait ini, Panembahan Senopati menenangkan hati Nyi Roro Kidul, memanggilnya dengan sapaan lembut “mas mirah”—permata merah yang berharga.

Panembahan Senopati berjanji tidak akan melupakan Sang Ratu, dari hidup hingga mati, bahwa pengabdiannya tulus, bukan karena nafsu duniawi, tetapi karena cinta spiritual yang tak tergoyahkan.

Baca Juga: Jin dan Lelembut Sibuk Mengintip, Nyi Roro Kidul Bercumbu dengan Panembahan Senopati di Ranjang Emas, Ini Maknanya

Ini menunjukkan bahwa hubungan mereka tak sekadar ragawi, tetapi ikatan batin yang bersifat sakral, menembus batas kehidupan dan kematian.

Walau Panembahan Senopati dikelilingi banyak permaisuri, ia menyatakan bahwa cinta terdalamnya hanya kepada Nyi Roro Kidul.

Kalimat ini menegaskan bahwa di antara segala gemerlap istana, hanya Sang Ratu Laut Selatan yang menjadi pusat hatinya.

Baca Juga: Panembahan Senopati Mampu Luluhkan Nyi Roro Kidul, Jurus Apa yang Dipakainya?

Dalam budaya Jawa, pernyataan ini adalah bentuk pengakuan cinta suci dan sejati, bahkan kepada pasangan yang tak tinggal bersamanya secara fisik.

Bait ini memuat metafora sensual, namun tetap dibalut dalam estetika tembang. Panembahan Senopati mengungkapkan kerinduan dan hasratnya, tetapi bukan sekadar karena nafsu.

Panembahan Senopati merasa bahwa hanya Sang Ratu Kidul yang bisa menyembuhkan luka jiwanya, menunjukkan bahwa pertemuan mereka bersifat spiritual dan menyembuhkan.

Cinta mereka bukan untuk menuntaskan duniawi semata, tetapi sebagai proses penyatuan energi dan harmoni semesta antara daratan dan samudera.

Dalam bait terakhir ini, Panembahan Senopati menyatakan kesetiaannya untuk menunggu, meski ia harus meninggalkan perjumpaan sejenak karena tanggung jawab sebagai pemimpin kerajaan.

Panembahan Senopati menanyakan kepada Sang Ratu, “bagaimana dengan rakyatku?”—yang menunjukkan bahwa dia tidak bisa egois dalam cinta, karena memikul takdir besar.

Bait ini menegaskan konflik batin Senopati, antara hasrat cinta dan tanggung jawab besar sebagai raja. Ia menunjukkan bahwa cinta sejati bukan berarti melupakan kewajiban, justru memperkuatnya. ****

 

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#Panembahan Senopati #mijil #nyi roro kidul