Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

TACB Trenggalek Dorong Partisipasi Warga Desa Selamatkan Cagar Budaya, Bisakah Wujudkan Pokdarla?

Dharaka R. Perdana • Senin, 4 Agustus 2025 | 05:54 WIB

Beberapa benda kuno tersimpan di bangunan kecil di depan Gedung Bhawarasa. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)
Beberapa benda kuno tersimpan di bangunan kecil di depan Gedung Bhawarasa. (DR PERDANA/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEKJENGGELEK – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Trenggalek terus mendorong peran aktif masyarakat, khususnya warga desa, dalam pelestarian benda-benda bersejarah.

Hal ini mengingat temuan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Trenggalek masih cukup tinggi. 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Kerajaan Hasin, Misteri Sejarah Tersembunyi di Sekitar Sungai Ngasinan Trenggalek

Bahkan banyak di antaranya ditemukan langsung oleh masyarakat desa di lahan pertanian, tegalan, hingga pekarangan rumah sekitar Trenggalek.

Anggota TACB Trenggalek, Hariyadi, menegaskan bahwa masyarakat desa merupakan ujung tombak dalam penyelamatan cagar budaya.

Baca Juga: Prasasti Yupa,Benarkah Penghubung Bahasa Indo Arya dan Nusantara?

“Ketika menemukan benda yang dicurigai sebagai peninggalan sejarah, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengamankan ke kantor balai desa terdekat,” jelasnya, Minggu (3/8/2025).

Jika masyarakat khawatir akan gangguan keamanan atau kerusakan, menurut Hariyadi, benda tersebut bisa diamankan sementara ke Mapolsek setempat.

Baca Juga: Kawasan Situs Kamulan Konon Jadi Pengendali Banjir di Timur Trenggalek, Benarkah Demikian?

Selanjutnya, pemerintah desa atau pemilik lahan bisa segera menyurati Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur untuk tindak lanjut verifikasi dan penyelamatan.

Hariyadi juga menyebut, TACB bermimpi suatu saat Trenggalek memiliki pokdarla atau kelompok sadar purbakala, yang beranggotakan masyarakat desa dengan kepedulian tinggi terhadap warisan sejarah.

Baca Juga: Desa Kamulan Jejak Peradaban Kuno di Kabupaten Trenggalek

“Di Tulungagung dulu pernah dicoba, tapi gagal. Banyak benda yang justru rusak, bahkan ada yang diperjualbelikan,” ujarnya prihatin.

Menurut dia, keberadaan kelompok sadar purbakala ini penting agar penyelamatan benda purbakala bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Trenggalek punya potensi cagar budaya yang besar. Tapi kalau tidak dikelola dan dijaga bersama, lama-lama bisa hilang satu per satu,” pungkas Hariyadi. ****

Photo
Photo
Editor : Dharaka R. Perdana
#benda bersejarah #trenggalek #pokdarla