Sosok pahlawan asal Trenggalek ini berperan penting dalam sejarah bangsa melalui perjuangan kemerdekaan dan pembangunan daerah sehingga terus dikenang hingga saat ini.
TRENGGALEK – Jelang Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, penting untuk kembali mengenal para pahlawan asal Trenggalek yang telah memberi kontribusi besar bagi bangsa.
Meski tidak semua tercatat sebagai pahlawan nasional, kiprah dan kontribusi pahlawan dalam membangun daerah juga layak diingat.
Berikut deretan tokoh penting asal Trenggalek yang patut diketahui menjelang hari kemerdekaan.
1. Supriyadi
Nama Supriyadi dikenal secara nasional sebagai pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melawan penjajahan Jepang di Blitar tahun 1945.
Supriyadi, pahlawan kelahiran Trenggalek ini menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap penjajahan.
Meski diangkat sebagai Menteri Keamanan Rakyat oleh Presiden Soekarno, ia tak pernah muncul di publik, dan keberadaannya menjadi teka-teki hingga kini.
Perjuangan Supriyadi hingga saat ini akan tetap dikenang sebagai cikal bakal semangat kemerdekaan Republik Indonesia.
2. Menak Sopal
Menak Sopal dikenal sebagai tokoh awal yang membentuk wajah Trenggalek. Ia berperan besar dalam mengubah wilayah yang dulunya berupa rawa menjadi kawasan pemukiman dan pertanian produktif.
Inisiatifnya membendung Sungai Bagong bukan hanya mengeringkan lahan, tetapi juga membuka akses pertanian yang kini menopang ekonomi masyarakat.
Sistem irigasi yang dibangun Menak Sopal di wilayah timur Trenggalek tidak hanya mampu mengubah rawa-rawa menjadi lahan produktif, tetapi juga masih difungsikan hingga kini sebagai sumber utama pengairan pertanian oleh masyarakat setempat.
Bahkan, sebagai bentuk syukur atas warisan sistem pengairan peninggalan Menak Sopal, masyarakat Trenggalek rutin menggelar tradisi khusus untuk mengenangnya.
3. Kanjeng Jimat
Kanjeng Jimat menjabat sebagai Bupati Trenggalek pada masa penjajahan Belanda, saat rakyat hidup dalam tekanan karena kebijakan pajak tinggi dan kewajiban kerja paksa yang memberatkan.
Ia dikenal sebagai pemimpin yang berani menentang kebijakan kolonial serta perusahaan asing yang menguras sumber daya dan menindas rakyat kecil di wilayahnya.
Keberaniannya dalam membela kepentingan masyarakat menjadikan sosoknya simbol perlawanan lokal terhadap ketidakadilan kolonialisme yang terjadi di berbagai sektor kehidupan.
Hingga kini, nama Kanjeng Jimat tetap dikenang dalam sejarah Trenggalek sebagai teladan pemimpin yang berpihak pada rakyat dan berani melawan penindasan.
4. Soetran
Di era 1970-an, Bupati Soetran memimpin Trenggalek menuju pembangunan progresif dengan program turinisasi, program yang mengganti atap rumah warga menjadi genteng.
Selain itu, ia juga membangun infrastruktur jalan penting di Trenggalek, termasuk jalur Kampak–Munjungan yang sebelumnya sulit diakses.
Langkah-langkah tersebut secara signifikan mengangkat kualitas hidup masyarakat Trenggalek dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga.
5. R. Soeprapto
Jaksa Agung keempat Republik Indonesia yang lahir di Trenggalek ini dikenal sangat tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
R. Soeprapto berani menolak segala bentuk intervensi, bahkan dalam kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara, demi menjaga keadilan.
Konsistensi dan integritasnya menjadikannya tokoh penting dalam sejarah reformasi hukum nasional serta simbol ketegasan penegakan hukum.
Ia dikenang bukan hanya sebagai aparat hukum yang profesional, tetapi juga sebagai panutan moral bagi generasi penerus di bidang hukum.
Mengulas sosok pahlawan asal Trenggalek ini mengingatkan bahwa kontribusi mereka bagi bangsa tidak selalu lewat medan perang, tetapi juga melalui kepemimpinan, keadilan, hingga perjuangan memajukan daerah.