TRENGGALEKNJENGGELEK - Tidak bisa dipungkiri, nama Soekarno dan Hatta selalu jadi pusat perhatian ketika membahas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Padahal, ada tokoh-tokoh lain yang juga berperan penting dalam menyukseskan penyusunan teks proklamasi, dari balik layar.
Proses penyusunan teks Proklamasi melibatkan banyak tokoh, baik dari golongan muda maupun tua.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Dia 5 Fakta Unik di Balik Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tanpa kehadiran mereka, momen bersejarah tanggal 17 Agustus 1945 mungkin tidak akan tercipta sebagaimana yang kita kenal hari ini.
Siapa sajakah mereka dan bagaimana perannya? Simak ulasan berikut ini:
1. Achmad Soebardjo
Achmad Soebardjo adalah nama yang paling sering disorot selain Soekarno Hatta.
Pasalnya, ia berperan penting sebagai penengah dalam situasi genting menjelang proklamasi.
Saat Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok oleh para pemuda yang mendesak kemerdekaan segera diproklamasikan, Soebardjo menjadi mediator antara golongan tua dan muda.
Baca Juga: Jarang Diungkap, Ini Sisi Lain WR Supratman sang Pencipta Indonesia Raya
Lewat diplomasi tenangnya, ia berhasil membujuk para pemuda agar Soekarno dan Hatta bisa kembali ke Jakarta dengan jaminan bahwa proklamasi akan dilakukan keesokan harinya.
Selain menjadi mediator, Achmad Soebardjo juga terlibat langsung dalam penyusunan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada malam 16 Agustus 1945.
Sebagai penasihat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ia turut menyumbangkan gagasannya saat merumuskan teks proklamasi bersama Soekarno dan Hatta.
Tak berhenti sampai di situ, kiprah Achmad Soebardjo dalam dunia politik Indonesia terus berlanjut pasca-proklamasi.
Ia dikenal sebagai seorang diplomat ulung yang aktif dalam berbagai pergerakan kebangsaan.
Bahkan, Soebardjo turut menjadi bagian dari delegasi Republik Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949 di Den Haag, Belanda setelah berakhirnya revolusi kemerdekaan.
2. Laksamana Tadashi Maeda
Sedikit berbeda, kali ini tokoh yang satu ini adalah orang berkebangsaan Jepang.
Meskipun berasal dari Jepang, Laksamana Tadashi Maeda sangat vokal dan mendukung kemerdekaan Indonesia secara penuh.
Ia merupakan perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang menjabat sebagai Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang di Indonesia.
Baca Juga: Profil Laksamana Maeda, Sosok Perwira Jepang yang Bantu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Menjelang proklamasi, Maeda memberikan dukungan krusial dengan mempersilakan rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol No. 1 digunakan sebagai tempat penyusunan naskah proklamasi.
Namun, langkah yang dilakukan oleh Maeda ini nyatanya berdampak sangat besar bagi kehidupannya..
Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan angkat kaki dari Indonesia, Maeda justru difitnah sebagai pengkhianat karena dianggap membantu kaum nasionalis Indonesia.
Akibat tekanan politik dan situasi yang memojokkannya, Maeda akhirnya memilih mundur dari dunia militer.
3. Sukarni
Berbeda dengan tokoh-tokoh sebelumnya yang lebih diplomatis, Sukarni dikenal sebagai pemuda yang vokal dan revolusioner.
Ia merupakan salah satu tokoh penting dari kelompok pemuda Menteng 31, sebuah markas pemuda pergerakan yang berperan besar dalam mendesak kemerdekaan Indonesia.
Ia juga lah dalang dibalik peristiwa Rengasdengklok.
Sikap tegasnya mewakili semangat golongan muda yang tak ingin kemerdekaan Indonesia hanya dianggap sebagai hadiah dari Jepang.
Tak berhenti di situ, Sukarni juga berperan dalam momen penting penyusunan naskah proklamasi.
Ia adalah orang yang mengusulkan agar teks tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia, bukan atas nama panitia atau golongan tertentu.
Usulan itu diterima, dan menjadi penegasan bahwa proklamasi adalah suara kolektif seluruh rakyat Indonesia.
Editor : Zaki Jazai