Trenggaleknjenggelek - Pada masa kepemimpinan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (1945–1967), dunia otomotif Indonesia mulai berkembang meski masih terbatas.
Kendaraan di era itu bukan hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol status, kekuasaan, dan diplomasi.
1. Mobil Kepresidenan – Cadillac & Chrysler Imperial
Presiden Sukarno dikenal memiliki selera tinggi terhadap mobil mewah. Beberapa mobil kepresidenan yang digunakan kala itu antara lain:
- Cadillac Fleetwood Series 75 Limousine (hadiah dari Uni Soviet).
- Chrysler Imperial (digunakan dalam berbagai acara kenegaraan).
- Mercedes-Benz 600 Pullman yang kemudian juga menjadi ikon mobil kepresidenan.
Mobil-mobil tersebut kerap digunakan dalam penyambutan tamu negara maupun acara resmi kenegaraan.
2. Kendaraan Militer – Jeep Willys dan Land Rover
Di era awal kemerdekaan, kendaraan militer memainkan peran penting.
- Jeep Willys banyak dipakai tentara Indonesia, warisan dari Perang Dunia II.
- Land Rover Series I & II digunakan sebagai kendaraan lapangan untuk perwira militer dan juga dalam kunjungan Presiden Sukarno ke daerah.
3. Transportasi Umum – Bus dan Bemo
Transportasi umum di era Sukarno mulai berkembang di kota-kota besar:
- Bus Leyland dan Fiat mulai digunakan di Jakarta untuk melayani masyarakat.
- Bemo (kendaraan roda tiga bermotor) diperkenalkan pada awal 1960-an sebagai solusi transportasi perkotaan.
4. Sepeda Motor – BSA, Norton, dan Vespa
Selain mobil, motor juga populer di era Sukarno, baik untuk militer maupun sipil.
- BSA dan Norton banyak dipakai oleh polisi dan militer.
- Vespa masuk ke Indonesia sekitar awal 1960-an, dan langsung populer di kalangan anak muda serta pegawai negeri.
5. Sepeda Onthel
Meski kendaraan bermotor mulai banyak, sepeda onthel masih menjadi transportasi utama masyarakat pada era itu. Sepeda merek Gazelle dari Belanda dan merek lokal banyak digunakan oleh rakyat.
Era Sukarno menjadi masa transisi penting dalam sejarah transportasi Indonesia. Dari sepeda onthel, bemo, hingga mobil mewah kelas dunia, kendaraan di masa itu tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga bagian dari citra politik dan budaya bangsa yang baru merdeka.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung