Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengenal Mendur Bersaudara, Sosok Fotografer Dibalik Peristiwa Proklamasi 1945

Bagus Setiawan • Senin, 18 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi Mendur Bersaudara, fotografer yang abadikan momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. (Gambar: AI)
Ilustrasi Mendur Bersaudara, fotografer yang abadikan momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. (Gambar: AI)

TRENGGALEKNJENGGELEK - Tahukah kamu siapa sosok di balik foto ikonik Proklamasi 1945?

Momen bersejarah saat Soekarno membacakan teks Proklamasi dan pengibaran bendera Merah Putih terekam jelas berkat jasa dari Mendur Bersaudara.

Dua fotografer ini menjadi saksi mata sekaligus sosok yang mengabadikan detik-detik kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Fakta -Fakta Menarik di Balik Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Foto Proklamasi 1945 yang hingga kini terus menghiasi buku sejarah, arsip, dan media, tidak akan ada tanpa keberanian Alex dan Frans Mendur.

Siapakah mereka sebenarnya dan apa peran pentingnya bagi sejarah bangsa?

Simak ulasannya berikut ini:

1. Profil Mendur Bersaudara 

Mendur Bersaudara adalah sebutan bagi dua fotografer kakak beradik, yakni Alex Mendur dan Frans Mendur.

Mereka berasal dari tanah Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara.

Keduanya lahir dari pasangan August Mendur dan Ariantje Mononimbar yang memiliki sebelas orang anak.

Baca Juga: Nggak Cuma Soekarno Hatta, 3 Tokoh Ini juga Berperan Sukseskan Penyusunan Teks Proklamasi

Alex merupakan anak sulung, sedangkan Frans adalah anak keempat dalam keluarga tersebut.

Alex Mendur lahir pada 7 November 1907.

Ia diketahui pernah menikah dua kali dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu Meity, Lexy, dan Maya Mendur.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Dia 5 Fakta Unik di Balik Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Adiknya, Frans Mendur, lahir pada 16 April 1913.

Frans diketahui menikah dengan perempuan bernama Jamailah dan memiliki empat orang anak, yakni Jian Samartini, Johny Sumanjono, Zakaria, dan Juni Prihatini.

Sejak kecil, Alex sudah menunjukkan keberanian untuk merantau.

Tahun 1922, ia hijrah ke Jawa hanya bermodal ijazah Sekolah Rakjat kelas V.

Di sana, ia berkenalan dengan Anton Nayoan yang kemudian memperkenalkannya pada dunia fotografi.

Minat itu terus diasah hingga akhirnya Alex bekerja sebagai fotografer di surat kabar De Java Bode pada 1925.

Saat itu, ia menjadi satu-satunya wartawan foto berkebangsaan Indonesia di media berbahasa Belanda yang terbit di Batavia.

Pengalamannya meliput berbagai peristiwa penting membuat Alex disegani di kalangan pers kala itu.

Ketertarikan Alex pada dunia fotografi kemudian menular kepada Frans.

Pada tahun 1927, Frans yang saat itu berusia 14 tahun akhirnya memutuskan untuk menyusul sang kakak ke Jawa.

Frans mulai belajar fotografi secara otodidak dan mengirimkan hasil jepretannya ke beberapa media.

Usahanya membuahkan hasil ketika pada 1935 ia diterima sebagai asisten fotografer di De Java Bode.

Pada masa pendudukan Jepang, Frans bekerja di koran Asia Raya dan juga sempat bergabung di Jawa Shimbun Sha.

Meski menempuh jalan berbeda, baik Alex maupun Frans sama-sama aktif di dunia pers dan foto jurnalistik.

Kedekatan mereka sebagai kakak beradik sekaligus rekan kerja membuat keduanya sering terlibat dalam peliputan sejarah bangsa.

Momen paling bersejarah yang mereka abadikan adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

2. Peran Mendur Bersaudara dalam Proklamasi 1945

Pada pagi hari, tanggal 17 Agustus 1945, Alex Mendur mendapat kabar dari rekannya, Zahrudin, bahwa akan ada pembacaan Proklamasi di rumah Soekarno.

Ia dengan segera pergi ke sana dengan membawa kamera Leica miliknya.

Frans yang juga sudah mengetahui rencana tersebut ikut mendampingi sang kakak menuju lokasi pembacaan proklamasi.

Keduanya hadir langsung di halaman rumah Soekarno, dan mulai mengabadikan detik-detik kemerdekaan Indonesia.

Alex memotret cukup banyak momen penting, termasuk saat Soekarno membacakan teks Proklamasi dan pengibaran bendera Merah Putih.

Namun upaya Alex tercium oleh pihak Jepang yang masih mengawasi ketat jalannya acara.

Negatif film hasil jepretannya akhirnya dirampas tentara Jepang sehingga tidak pernah sampai ke tangan publik.

Berbeda dengan sang kakak, Frans mengambil langkah lebih hati-hati dalam mengamankan hasil karyanya.

Ia menyembunyikan gulungan film negatif di bawah pohon dekat kantornya di Asia Raya agar tidak dicurigai.

Ketika tentara Jepang menanyai keberadaan film itu, Frans dengan cerdik berdalih bahwa hasil fotonya telah diambil oleh Barisan Pelopor pendukung Soekarno.

Padahal kenyataannya, film tersebut sembunyikan agar tidak digeledah oleh tentara Jepang.

Alibi tersebut nyatanya berhasil membuat tentara Jepang terkecoh.

Malam harinya, Frans bersama Alex mencetak foto-foto itu secara sembunyi-sembunyi.

Dari usaha itulah akhirnya lahir foto-foto ikonik Proklamasi yang masih bisa kita lihat hingga sekarang.

Hasil jepretan Frans yang selamat yakni ketika momen Soekarno membacakan teks Proklamasi yang didampingi oleh Moh. Hatta serta pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud.

Foto tersebut akhirnya baru bisa diterbitkan pertama kali di harian Merdeka pada 20 Februari 1946.

Sejak saat itu, foto Proklamasi 1945 terus direproduksi dalam buku, arsip, hingga media, menjadi bukti visual tak tergantikan dari lahirnya kemerdekaan.

Atas jasa besar mereka, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Alex dan Frans Mendur pada tahun 2013.

Kini, nama Mendur Bersaudara dikenang sebagai sosok di balik satu-satunya foto asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#17 Agustus 1945. #mendur bersaudara #kemerdekaan indonesia #Proklamasi #fotografer