Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menguak Asal-Usul Nama Trenggalek, Benarkah dari Kata Terang ing Galih?

Bagus Setiawan • Selasa, 26 Agustus 2025 | 01:30 WIB
Alun-Alun Trenggalek sebagai identitas Kota Trenggalek (Gambar: AI)
Alun-Alun Trenggalek sebagai identitas Kota Trenggalek (Gambar: AI)

TRENGGALEKNJENGGELEK - Sejarah nama Trenggalek kerap dikaitkan dengan kisah populer yang menyebut asal-usulnya berasal dari kata Terang ing Galih.

Kata ini selalu muncul ketika masyarakat membicarakan identitas daerah, seakan menjadi jawaban tunggal atas pertanyaan tentang asal nama Trenggalek.

Meski demikian, dalam catatan sejarah dan tradisi lisan, asal-usul nama Trenggalek ternyata tidak hanya berasal dari satu versi saja.

Baca Juga: Menengok Prasasti Kamulan, Situs Warisan Leluhur yang Menandai Berdirinya Trenggalek

Versi yang paling dikenal luas di masyarakat adalah legenda Menak Sopal.

Dikisahkan Menak Sopal meminjam gajah putih milik Mbok Rondo Krandon, namun hewan itu dijadikan tumbal untuk menjaga Dam Bagong agar tidak runtuh.

Mengetahui gajahnya mati, Mbok Rondo marah dan menuntut pertanggungjawaban, hingga akhirnya Ki Ageng Sinawang hadir sebagai penengah dan menasihati agar ia ikhlas melepas gajah kesayangannya.

Baca Juga: Menak Sopal: Tokoh Legendaris yang Membuka Babak Sejarah Trenggalek

Dari sikap lapang dada itu lahirlah ungkapan Terang ing Galih, yang berarti “terangnya hati”, dan istilah inilah yang kemudian dipercaya menjadi asal-usul nama Trenggalek.

Kisah tersebut diwariskan secara turun-temurun, diceritakan dari mulut ke mulut, hingga akhirnya diyakini sebagai asal-usul nama Trenggalek.

Namun, catatan sejarah memberikan versi lain yang berbeda.

Baca Juga: 6 Desa Tertua di Trenggalek yang Belum Banyak Diketahui : Jejak sejarah dari Masa ke Masa

Menurut manuskrip dari Keraton Kasunanan Surakarta, kata Trenggalek berasal dari istilah yang merujuk pada kota gaplek, yakni daerah penghasil ketela pohon yang dikeringkan.

Dalam manuskrip itu disebutkan bahwa nama Galek sudah muncul sejak masa pemerintahan Rakai Dyah Wawa pada abad ke-10 Masehi.

Gaplek saat itu bukan sekadar makanan rakyat jelata, melainkan juga hidangan yang disajikan di kalangan keraton.

Jenis gaplek yang dianggap unggul adalah gaplek berwarna terang putih bersih, yang banyak dihasilkan dari wilayah Bendungan, Kampak, Munjungan, Panggul, Pule, hingga Watulimo.

Dari penyebutan gaplek yang “terang” inilah, lama kelamaan muncul istilah Trenggalek.

Nama ini bahkan sempat dipopulerkan dalam tembang dan wangsalan Jawa, seperti bait “Pohong garing, ayo mampir menyang Trenggalek” yang bermakna ajakan singgah ke daerah penghasil gaplek.

Baca Juga: Berikut 4 Prasasti yang Pernah Ditemukan di Trenggalek, Nomor 3 Jarang Terekspose

Selain dua versi tersebut, ada pula penuturan yang berbeda lagi dari para pinisepuh di Trenggalek.

Menurut cerita tutur, kata Trenggalek berasal dari gabungan kata “sugal” yang berarti kasar dan “elek” yang berarti jelek.

Gabungan kata itu melahirkan sebutan galek, yang dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat setempat pada masa lalu yang dianggap berperilaku kurang baik.

Baca Juga: Empat Tradisi di Trenggalek Ini Masih Eksis di Tengah Gempuran Zaman Modern

Sejak zaman kerajaan, wilayah Trenggalek memang termasuk dalam kawasan Wengker bagian timur yang dikenal sebagai tempat pertapaan sekaligus praktik ilmu hitam.

Daerah Kampak, Munjungan, Panggul, Prigi, hingga Bendungan kerap disebut sebagai representasi dari cerita tersebut meski kini maknanya mulai luntur.

Keberagaman versi asal-usul nama Trenggalek ini menunjukkan bahwa sejarah tidak selalu menghadirkan satu kebenaran tunggal.

Masyarakat boleh mempercayai legenda Menak Sopal dengan kisah Terang ing Galih sebagai identitas kultural, namun catatan sejarah dan tradisi lisan juga layak dihargai sebagai bagian dari memori kolektif.

Pada akhirnya, berbagai cerita itu menjadi kekayaan sejarah lokal yang membuat Trenggalek semakin menarik untuk dipelajari dan dikenang.

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#sejarah trenggalek #Terang ing Galih #trenggalek #asal usul nama