Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Asal Usul Batu Raden: Kisah Cinta Abdi dan Putri yang Berakhir di Lereng Gunung, Jadi Legenda Turun-Temurun

Findika Pratama • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:45 WIB
Asal Usul Batu Raden: Kisah Cinta Abdi dan Putri yang Berakhir di Lereng Gunung, Jadi Legenda Turun-Temurun
Asal Usul Batu Raden: Kisah Cinta Abdi dan Putri yang Berakhir di Lereng Gunung, Jadi Legenda Turun-Temurun

TRENGGALEK NJENGGELEK - Asal Usul Batu Raden menjadi salah satu cerita rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat hingga kini. Kisah ini bukan sekadar legenda, tetapi juga menyimpan pesan tentang keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Banyak warga yang percaya bahwa asal usul Batu Raden berawal dari kisah cinta seorang abdi dengan putri bangsawan yang memilih meninggalkan kemewahan demi hidup bersama.

Cerita asal usul Batu Raden bermula dari kehidupan seorang pemuda bernama Suta. Ia berasal dari keluarga sederhana dan bekerja sebagai abdi di sebuah kadipaten. Setiap hari, Suta merawat kuda milik Adipati dengan penuh ketekunan. Ia dikenal jujur, rajin, dan bertanggung jawab sehingga kuda yang dirawatnya menjadi yang terbaik di daerah itu.

Suatu hari, saat Suta membersihkan halaman kadipaten, ia mendengar teriakan minta tolong. Ternyata, putri Adipati tengah terancam seekor ular besar yang melilit tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, Suta bergegas menolong. Dengan keberanian dan sisa tenaganya, ia melawan ular tersebut hingga akhirnya berhasil mengalahkannya. Kejadian inilah yang menjadi titik awal kisah asal usul Batu Raden yang dikenal masyarakat hingga sekarang.

Keberanian Suta Mengubah Nasib

Aksi heroik Suta menyelamatkan sang putri membuat Adipati sangat berterima kasih. Ia kemudian mengangkat Suta menjadi pengawal pribadi putrinya. Selain itu, Suta juga diberi hadiah sekantong emas sebagai tanda penghargaan atas jasanya.

Sejak saat itu, Suta selalu menemani putri Adipati ke mana pun ia pergi. Waktu yang sering dihabiskan bersama perlahan menumbuhkan perasaan cinta di antara keduanya. Sang putri mulai menaruh hati pada Suta, begitu pula sebaliknya.

Namun, Suta merasa ragu. Ia sadar dirinya hanya seorang abdi, sedangkan putri Adipati adalah bangsawan. Perbedaan derajat membuatnya takut hubungan mereka tidak direstui. Meski demikian, sang putri tetap meyakinkan Suta bahwa cinta mereka layak diperjuangkan.

Lamaran yang Berujung Petaka

Suatu hari, Suta memberanikan diri menghadap Adipati untuk melamar sang putri. Namun, harapannya tidak berjalan sesuai keinginan. Adipati murka karena merasa Suta terlalu lancang berani meminang anak seorang bangsawan.

Tanpa banyak pertimbangan, Suta ditangkap dan dimasukkan ke penjara bawah tanah. Tempat itu gelap, dingin, dan digenangi air. Kondisi tersebut membuat Suta jatuh sakit dan semakin lemah.

Sang putri tidak tinggal diam. Ia merasa sangat sedih melihat orang yang disayanginya diperlakukan seperti itu. Dengan bantuan seseorang yang setia, akhirnya Suta berhasil dibebaskan dari penjara secara diam-diam.

Baca Juga: Coban Lanang Kota Batu, Hidden Gem 5 Km dari Alun-Alun dengan Air Terjun Fotogenik dan Fasilitas Lengkap

Melarikan Diri Demi Cinta

Setelah bebas, Suta segera menemui sang putri di tempat pertama kali ia menyelamatkannya dari ular. Pertemuan itu penuh haru. Sang putri sudah memutuskan untuk meninggalkan kadipaten dan hidup bersama Suta.

Tanpa membawa banyak bekal, keduanya pergi meninggalkan kehidupan lama dengan menunggang kuda menuju lereng . Mereka memilih hidup sederhana di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian.

Di tempat baru itu, mereka menikah dan memulai kehidupan sebagai pasangan biasa. Kisah cinta yang berawal dari seorang abdi dan putri bangsawan akhirnya berakhir bahagia.

Asal Nama Batu Raden

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, desa tempat Suta dan sang putri tinggal kemudian dikenal dengan nama , yang berada di wilayah . Nama Batu Raden dipercaya berasal dari kata “Batur” yang berarti pembantu atau abdi, dan “Raden” yang merupakan gelar kebangsawanan dalam budaya Jawa.

Nama tersebut dianggap menggambarkan kisah cinta antara seorang abdi dan seorang putri bangsawan yang bersatu meski menghadapi banyak rintangan. Hingga kini, cerita asal usul Batu Raden terus diceritakan turun-temurun sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah lisan masyarakat.

Legenda ini tidak hanya mengisahkan tentang cinta, tetapi juga keberanian, ketulusan, dan pengorbanan. Sosok Suta digambarkan sebagai pemuda sederhana yang berani mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan sang putri. Sementara sang putri dikenal sebagai perempuan yang berani memilih cinta dibandingkan kemewahan.

Cerita asal usul Batu Raden menjadi bukti bahwa kisah rakyat memiliki peran penting dalam membentuk identitas suatu daerah. Selain menjadi cerita pengantar tidur, legenda ini juga menjadi simbol nilai-nilai kehidupan yang terus dikenang hingga saat ini.

Editor : Findika Pratama
#Asal usul Batu Raden #legenda Batu Raden #gunung slamet #Baturraden Banyumas #Cerita Rakyat Jawa