Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Kota Trenggalek: Dari Makna Terang Galih, Jejak Majapahit, hingga Perjuangan Rakyat di Pesisir Selatan Jawa Timur

Eka Putri Wahyuni • Kamis, 22 Januari 2026 | 21:20 WIB
Sejarah Kota Trenggalek dari asal-usul nama terang galih, masa Majapahit, Menak Sopal, hingga perjuangan rakyat di pesisir selatan Jawa Timur.
Sejarah Kota Trenggalek dari asal-usul nama terang galih, masa Majapahit, Menak Sopal, hingga perjuangan rakyat di pesisir selatan Jawa Timur.

JAKARTA - Sejarah Kota Trenggalek menyimpan perjalanan panjang yang sarat makna, mulai dari asal-usul nama, masa kerajaan Nusantara, hingga perjuangan rakyatnya menghadapi penjajahan. 

Kota kecil yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur ini tumbuh sebagai wilayah yang kaya akan nilai budaya, sejarah, serta harapan akan kesejahteraan masyarakatnya.

Nama Trenggalek diyakini berasal dari gabungan kata terang dan galih, yang berarti hati yang terang benderang. 

Dalam Sejarah Kota Trenggalek, makna tersebut bukan sekadar sebutan geografis, melainkan doa dan harapan agar daerah ini selalu berada dalam keadaan tentram, sejahtera, serta penuh cahaya kebajikan. 

Filosofi ini masih hidup dalam pandangan masyarakat Trenggalek hingga kini.

Sejak masa lampau, wilayah Trenggalek telah dihuni oleh masyarakat agraris yang menggantungkan hidup pada bercocok tanam. 

Letaknya yang dikelilingi Pegunungan Wilis dan kawasan Pegunungan Kapur Selatan menjadikan tanahnya subur. Aliran sungai yang melimpah turut mendukung kehidupan pertanian dan permukiman warga sejak zaman kuno.

Jejak Kerajaan dalam Sejarah Kota Trenggalek

Dalam catatan sejarah, Sejarah Kota Trenggalek tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kerajaan-kerajaan besar di Jawa. Wilayah ini pernah masuk dalam kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno, sebelum kemudian berada di bawah pengaruh Kerajaan Kediri dan Singhasari. 

Puncaknya terjadi pada abad ke-14, ketika Trenggalek menjadi bagian penting dari wilayah Kerajaan Majapahit.

Keberadaan Trenggalek pada masa Majapahit dibuktikan dengan ditemukannya berbagai peninggalan berupa arca, situs purbakala, serta cerita rakyat yang masih berkembang di tengah masyarakat. 

Kisah-kisah tersebut menjadi bukti bahwa wilayah ini memiliki peran dalam dinamika politik dan budaya Jawa pada masa kejayaan Majapahit.

Daerah Perdikan dan Peran Menak Sopal

Pasca runtuhnya Majapahit, Sejarah Kota Trenggalek mencatat wilayah ini berkembang sebagai daerah perdikan atau wilayah mandiri. 

Pemerintahan dijalankan oleh para adipati yang bertanggung jawab langsung atas kesejahteraan rakyatnya.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah lokal adalah Adipati Menak Sopal. 

Ia dikenal sebagai pemimpin yang peduli terhadap rakyat, terutama dalam sektor pertanian. 

Menak Sopal berjasa membangun bendungan yang berfungsi mengairi sawah-sawah warga. 

Infrastruktur tersebut menjadi simbol kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan masyarakat.

Hingga kini, nama Menak Sopal masih dikenang sebagai figur teladan dalam Sejarah Kota Trenggalek, terutama dalam konteks pengelolaan sumber daya air dan ketahanan pangan rakyat.

Masa Kolonial dan Perlawanan Rakyat

Memasuki masa penjajahan Belanda, Trenggalek dikenal sebagai daerah penghasil hasil bumi seperti padi, kopi, dan produk hutan. 

Pemerintah kolonial membangun berbagai infrastruktur, mulai dari jalan hingga sistem pemerintahan, untuk memperlancar eksploitasi ekonomi.

Meski demikian, semangat perlawanan rakyat Trenggalek tidak pernah padam. 

Masyarakat ikut terlibat dalam berbagai pergerakan melawan kolonialisme. 

Nilai kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama rakyat dalam mempertahankan martabat dan hak mereka.

Trenggalek dari Kemerdekaan hingga Era Modern

Setelah Indonesia merdeka, Trenggalek terus berkembang sebagai kabupaten yang memiliki identitas kuat. 

Sejarah Kota Trenggalek tidak berhenti pada masa kerajaan dan kolonial, tetapi berlanjut hingga era modern dengan pembangunan di berbagai sektor.

Kini, Trenggalek dikenal luas berkat keindahan alam dan kekayaan budayanya. 

Pantai Prigi dan Goa Lowo menjadi destinasi unggulan, sementara tradisi budaya seperti upacara Larung Sembonyo tetap dilestarikan sebagai warisan leluhur.

Trenggalek hari ini bukan sekadar kota kecil di pesisir selatan Jawa Timur, melainkan saksi hidup perjalanan panjang sejarah bangsa. 

Dari masa agraris, kejayaan kerajaan, kolonialisme, hingga Indonesia merdeka, Trenggalek selalu menyimpan cerita tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan menuju masa depan yang lebih baik.

Editor : Eka Putri Wahyuni
#Sejarah Kota Trenggalek #budaya #Menak sopal #trenggalek jawa timur #majapahit