JAKARTA - Misteri Kosan Nenek menjadi kisah nyata yang menyita perhatian warganet setelah diangkat dalam kanal YouTube Gue Punya Cerita Season 4.
Cerita ini datang dari seorang perempuan bernama Mia, yang membagikan pengalaman menyeramkan saat tinggal di rumah neneknya yang disulap menjadi kos-kosan.
Berbagai kejadian janggal, mulai dari bau aneh, gangguan tak kasat mata, hingga dugaan kiriman guna-guna, mewarnai kehidupan keluarga tersebut.
Sejak bayi, Mia memang sudah tinggal bersama nenek dan kakeknya.
Kedekatan emosional yang terbangun membuat rumah nenek menjadi tempat paling aman bagi Mia.
Namun semua berubah ketika pada usia 15 tahun, nenek dan kakeknya memutuskan merenovasi rumah besar mereka menjadi kos-kosan dua lantai, menggunakan dana pensiunan sang kakek.
Lantai bawah tetap digunakan sebagai rumah tinggal, sementara lantai atas disiapkan untuk kamar kos.
Selama proses renovasi, tanda-tanda kejanggalan mulai muncul.
Salah satu tetangga kedapatan mengambil material bangunan tanpa izin.
Meski tak ditegur, sikap tetangga tersebut berubah dingin, terutama kepada sang nenek.
Sejak saat itu, gangguan demi gangguan mulai terjadi, memperlambat pembangunan secara tidak masuk akal.
Puncak kejadian bermula ketika nenek Mia salat Magrib sendirian di rumah yang masih dalam proses renovasi.
Saat hendak berdoa, nenek mengaku melihat sosok hitam besar dengan mata merah di atas atap rumah yang belum tertutup genteng.
Tubuhnya mendadak kaku dan tak bisa bergerak.
Keesokan harinya, sang nenek jatuh sakit selama hampir seminggu dengan gejala yang tak biasa.
Setelah kos-kosan selesai dibangun dan mulai ditempati, keanehan justru semakin terasa.
Kamar Mia yang dulunya ruang tamu tiba-tiba berbau kemenyan, lalu berubah menjadi bau bangkai menyengat.
Bahkan, belatung jatuh dari plafon tanpa diketahui sumbernya.
Renovasi ulang dan fumigasi pun dilakukan, namun tak sepenuhnya menghilangkan rasa tidak nyaman.
Yang paling mencurigakan adalah satu kamar kos yang tak pernah ditempati.
Suasananya panas tidak wajar meski ventilasi normal.
Para penghuni kos lainnya mulai mengeluh mendengar suara ramai dari kamar kosong itu setiap malam—seperti orang tertawa, makan bersama, bahkan bermain gitar.
Akhirnya, para penghuni memilih pindah secara bersamaan.
Suatu malam, listrik di area kos tiba-tiba padam total, sementara rumah nenek dan rumah tetangga tetap menyala.
Saat dicek, pintu kamar kosong itu terbuka sendiri dan mengeluarkan asap putih tipis.
Beberapa saat kemudian, listrik kembali menyala dan kamar itu tertutup rapat seolah tak pernah terbuka.
Merasa situasi semakin tak terkendali, nenek dan kakek Mia akhirnya meminta bantuan seorang ustaz.
Setelah melakukan doa keliling rumah, sang ustaz menyebut bahwa gangguan tersebut bukan hal biasa, melainkan kiriman dengan niat jahat yang kuat.
Pelakunya diduga orang dekat yang merasa iri terhadap keberhasilan sang nenek di usia senja.
Tak lama setelah itu, tetangga yang dicurigai datang ke rumah nenek membawa nasi kuning dan meminta maaf.
Nenek menerima permintaan maaf tersebut dengan lapang dada.
Sejak saat itu, gangguan perlahan menghilang.
Kos-kosan kembali ramai, bahkan nenek dikenal sebagai ibu kos favorit.
Satu kamar yang dulu bermasalah kini dijadikan gudang.
Misteri Kosan Nenek menjadi pengingat bahwa tidak semua orang mampu menerima kebahagiaan orang lain dengan hati lapang.
Kisah ini sekaligus menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati dalam membagikan pencapaian, karena iri dan dengki bisa datang dari arah yang tak terduga.
Editor : Eka Putri Wahyuni