JAKARTA – Kisah horor Luak Pincuran Tanah Datar kembali menjadi perbincangan setelah diangkat dalam video YouTube KHW Part 275.
Cerita yang terjadi pada akhir 1990-an ini menyuguhkan pengalaman mistis seorang pria bernama Eri, warga Tanah Datar, Sumatera Barat, yang mengaku mengalami kejadian di luar nalar usai melaksanakan salat berjamaah pada malam hari.
Baca Juga: Jarang Diungkap, Ini Sisi Lain WR Supratman sang Pencipta Indonesia Raya
Kisah horor Luak Pincuran Tanah Datar ini bermula pada 1999.
Saat itu, Eri baru menikah dan menjalani kehidupan sederhana sebagai petani.
Ia dikenal sebagai sosok religius yang rajin mengikuti pengajian dan memiliki hubungan dekat dengan seorang Buya, guru mengajinya di kampung.
Kedekatan itu membuat Eri sama sekali tak menaruh curiga sedikit pun ketika sang Buya mengajaknya salat Isya berjamaah di musala.
Malam Sunyi dan Ajakan Salat yang Janggal
Pada suatu malam, Eri pulang dari rumah temannya dengan menuntun sepeda sambil membawa senter.
Desa tempat ia tinggal masih minim penerangan listrik, sehingga suasana gelap dan sunyi hanya ditemani suara jangkrik.
Saat memasuki gang menuju rumahnya, Eri berpapasan dengan Buya yang dikenalinya dengan baik.
Buya tersebut mengajak Eri salat berjamaah di musala.
Tanpa curiga, Eri menyetujui ajakan itu.
Padahal, belakangan ia menyadari ada kejanggalan, mulai dari arah kedatangan Buya hingga penampilannya yang tidak seperti biasanya.
Namun karena rasa hormat dan keyakinan, Eri tetap mengikuti langkah sang guru.
Baca Juga: Sejarah Bandung Lautan Api: Ultimatum Sekutu, Kota Dibakar, hingga Lahirnya Lagu Halo-Halo Bandung
Salat Berjamaah yang Mengubah Segalanya
Setibanya di musala, Buya langsung menjadi imam.
Salat berlangsung normal hingga salam terakhir.
Namun, saat Eri menoleh ke kiri, suasana berubah drastis.
Musala yang semula terang mendadak gelap gulita. Tak hanya itu, terdengar suara gemuruh air yang sangat deras, membuat Eri panik.
Saat senter dinyalakan, Eri mendapati dirinya tidak lagi berada di musala.
Ia justru berdiri di sebuah lokasi yang dikenal warga sebagai Luak Pincuran, sebuah sumber mata air alami yang sejak lama dipercaya menyimpan kisah mistis.
Lebih mengejutkan lagi, Buya yang tadi menjadi imam tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Baca Juga: Mengapa Masjid Agung Trenggalek Ada di Barat Alun-Alun? Ini Filosofinya
Misteri Luak Pincuran Tanah Datar
Dalam cerita turun-temurun warga setempat, Luak Pincuran Tanah Datar dikenal sebagai tempat angker. Lokasinya jauh dari permukiman dan dikelilingi semak belukar lebat. Konon, di tempat itu bersemayam makhluk gaib yang kerap menyesatkan manusia, terutama mereka yang datang seorang diri pada malam hari.
Eri mengaku berulang kali mencoba pulang ke rumah, berlari tanpa henti sambil membaca doa. Namun anehnya, ia merasa terus berputar di tempat yang sama selama berjam-jam. Tubuhnya lemas, pikirannya kacau, dan rasa takut semakin memuncak.
Baca Juga: Menengok Prasasti Kamulan, Situs Warisan Leluhur yang Menandai Berdirinya Trenggalek
Doa, Pertolongan, dan Dampak Berkepanjangan
Menjelang subuh, Eri akhirnya berhasil keluar dari lokasi tersebut dan tiba di dekat rumahnya dalam kondisi memprihatinkan. Tubuhnya basah, berlumpur, wajah pucat, dan napas tersengal. Tak lama setelah bertemu istrinya, Eri pingsan dan mengalami demam tinggi.
Meski akhirnya sadar, kondisi Eri tak langsung pulih. Ia sempat linglung selama berhari-hari dan hanya bisa termenung tanpa merespons ajakan bicara. Keluarga pun membawa Eri untuk mendapatkan pengobatan secara spiritual.
Kisah horor Luak Pincuran Tanah Datar ini hingga kini masih menjadi peringatan bagi warga setempat agar berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari. Cerita ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa tidak semua yang tampak familiar benar-benar berasal dari dunia nyata.
Editor : Eka Putri Wahyuni