Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Kabupaten Trenggalek Terungkap Lengkap, Jejak Manusia Purba, Prasasti Kuno, hingga Drama Dihapus dan Lahir Kembali

Ingge Nayla Ayu Karina • Sabtu, 7 Februari 2026 | 17:15 WIB

 

TRENGGALEK - Sejarah Kabupaten Trenggalek menunjukkan bahwa wilayah di pesisir selatan Jawa Timur ini telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu.

Jejak kehidupan manusia prasejarah di Trenggalek dibuktikan dengan ditemukannya berbagai artefak batu besar seperti menhir, batu saji, batu dakon, batu lumpang, dan peninggalan megalitik lainnya yang tersebar di sejumlah wilayah.

Temuan ini menegaskan bahwa Sejarah Kabupaten Trenggalek tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang peradaban manusia di Nusantara.

Baca Juga: Legenda Menak Sopal Trenggalek Terkuak dari Makamnya: Kisah Dewi Roro Amiswati, Buaya Putih, Dam Bagong, hingga Ritual Jumat Kliwon yang Masih Diperin

Sejarah Kabupaten Trenggalek juga berkaitan erat dengan jalur persebaran manusia purba dari Pacitan menuju Wajak Tulungagung.

Beberapa jalur yang diyakini dilalui nenek moyang antara lain dari Pacitan menuju Wajak melalui Panggul, Dongko, Pule, Karangan, serta menyusuri Sungai Ngasinan.

Selain itu, terdapat jalur pesisir selatan melalui Munjungan dan Prigi yang memperkuat posisi Trenggalek sebagai wilayah lintasan penting manusia purba.

 

Jejak Homo Wajakensis dan Artefak Prasejarah

Menurut catatan HR van Kerkeren, Homo Wajakensis hidup pada masa Pleistosen Atas.

Sementara itu, peninggalan manusia purba di kawasan Pacitan diperkirakan berasal dari rentang waktu 8.000 hingga 23.000 tahun lalu.

Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa wilayah yang kini menjadi Kabupaten Trenggalek telah dihuni manusia sejak masa prasejarah.

 

Meski demikian, Sejarah Kabupaten Trenggalek belum dapat ditentukan secara administratif hanya berdasarkan artefak prasejarah.

Hal ini disebabkan karena belum ditemukannya bukti tulisan pada masa tersebut.

Penentuan sejarah resmi baru dapat dilakukan setelah ditemukannya prasasti-prasasti bertulis.

 

Prasasti Kuno dan Awal Administrasi Wilayah

Sejarah Kabupaten Trenggalek mulai terang setelah ditemukannya Prasasti Kamsaka bertahun 929 Masehi.

Prasasti ini menyebutkan adanya wilayah-wilayah yang telah memiliki hak otonomi atau swatantra.

Salah satunya adalah Perdikan Kampak yang pada masa itu mencakup wilayah Panggul, Munjungan, dan Prigi.

 

Selain itu, disebut pula daerah Dawuan yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Trenggalek.

Tulisan juga semakin berkembang setelah ditemukannya Prasasti Kamulan yang dibuat oleh Raja Kertajaya dari Kerajaan Kediri.

Berdasarkan hari, tanggal, bulan, dan tahun yang tercantum dalam prasasti tersebut, panitia penggali sejarah menetapkan tanggal itu sebagai hari jadi Kabupaten Trenggalek.

 

Perubahan Wilayah dan Dampak Perjanjian Giyanti

Sejarah Kabupaten Trenggalek tidak lepas dari dinamika politik Jawa pada masa kolonial.

Perjanjian Giyanti tahun 1755 memecah Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Akibatnya, wilayah Trenggalek mengalami pembagian kekuasaan yang cukup kompleks.

 

Panggul dan Munjungan masuk wilayah Pacitan di bawah Kesultanan Yogyakarta.

Sementara wilayah Trenggalek lainnya berada di bawah kekuasaan Bupati Ponorogo yang tunduk pada Kasunanan Surakarta.

Kondisi ini terus berubah hingga masa pendudukan Inggris dan kembalinya kekuasaan Belanda.

 

Masa Kolonial hingga Penghapusan Kabupaten

Pada tahun 1830, setelah Perang Diponegoro berakhir, wilayah Trenggalek kembali berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Pada masa inilah Kabupaten Trenggalek memperoleh bentuk administratif yang lebih jelas.

Namun pada tahun 1923, pemerintah kolonial menghapus Kabupaten Trenggalek dari struktur pemerintahan.

 

Alasan penghapusan tersebut tidak diketahui secara pasti.

Namun diperkirakan Trenggalek dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi bagi kepentingan kolonial.

Wilayahnya pun dipecah dan dimasukkan ke Kabupaten Pacitan serta Tulungagung.

 

Lahir Kembali sebagai Kabupaten

Sejarah Kabupaten Trenggalek memasuki babak baru pada tahun 1950.

Melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Trenggalek resmi dibentuk kembali sebagai kabupaten dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia.

Sejak saat itu, Trenggalek terus berkembang hingga menjadi kabupaten seperti yang dikenal saat ini.

Baca Juga: Asal-usul Trenggalek: Kisah Ki Ageng Menak Sopal Bangun Irigasi, Menang Lawan Kerajaan Daha-Blambangan, hingga Tolak Tawaran Mataram

Salah satu tokoh penting dalam sejarah lokal adalah Mangungoro II atau Kanjeng Jimat.

Ia dikenal sebagai bupati yang arif dan berwibawa pada masa Hindia Belanda.

Nama Kanjeng Jimat kini diabadikan sebagai nama jalan di Kabupaten Trenggalek.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Prasasti Kamsaka #Sejarah Kabupaten Trenggalek #Kanjeng Jimat #Asal Usul Trenggalek #Manusia Purba Trenggalek