Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Viral Kisah Mak Patmoani Didatangi Sunan Kalijaga, Punya Kemampuan Mencium Tanda Kematian hingga Prediksi Nasib Orang

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:53 WIB
Kisah Mak Patmoani didatangi Sunan Kalijaga viral. Ia mengaku bisa mencium tanda kematian dan belajar ramuan Jawa sejak kecil.Ilustrasi AI
Kisah Mak Patmoani didatangi Sunan Kalijaga viral. Ia mengaku bisa mencium tanda kematian dan belajar ramuan Jawa sejak kecil.Ilustrasi AI

Radar Trenggalek – Kisah Mak Patmoani viral di YouTube setelah seorang perempuan yang dikenal memiliki pengetahuan ilmu Jawa mengaku pernah didatangi sosok yang diyakininya sebagai Sunan Kalijaga.

Dalam video tersebut, Mak Patmoani juga mengungkap pengalaman spiritual yang disebut memberinya kemampuan merasakan tanda kematian seseorang melalui aroma tertentu.

Cerita Mak Patmoani menarik perhatian publik karena memadukan kisah spiritual, tradisi Jawa, serta perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Video tersebut memperlihatkan kunjungan seorang kreator konten ke rumah Mak Patmoani yang berada di tengah hutan, sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Mak Patmoani, yang kini berusia sekitar 60 tahun, dikenal oleh warga sebagai sosok yang memahami berbagai hitungan Jawa serta ramuan tradisional.

Kisah Mak Patmoani didatangi Sunan Kalijaga menjadi bagian paling viral dari video tersebut, terutama karena ia mengaku telah mengalami pengalaman tersebut sejak usia kecil.

Pengalaman Spiritual Sejak Usia Dini

Dalam wawancara, Mak Patmoani menyebut bahwa pengalaman spiritual bermula saat ia berusia sekitar lima hingga enam tahun. Ia mengaku didatangi sosok yang diyakini sebagai Sunan Kalijaga, salah satu wali dalam tradisi Islam Jawa.

Menurut pengakuannya, sosok tersebut tidak tampil seperti tokoh spiritual yang biasa digambarkan masyarakat, melainkan menyerupai orang biasa dengan pakaian sederhana. Ia merasa dibimbing untuk mengenal berbagai tanaman hutan serta cara meracik ramuan herbal.

Mak Patmoani menjelaskan bahwa melalui pengalaman tersebut, ia belajar mengenali manfaat bunga, daun, hingga akar tanaman yang dapat digunakan sebagai jamu atau obat tradisional.

Hingga kini, kemampuan meracik ramuan tersebut masih digunakan untuk membantu orang-orang yang datang meminta nasihat.

Kemampuan Mencium Tanda Kematian

Bagian lain yang menjadi sorotan adalah pengakuan Mak Patmoani tentang kemampuan mendeteksi tanda kematian seseorang melalui aroma tertentu.

Ia mengaku sering mencium bau tanah atau bau bunga sebelum seseorang meninggal dunia.

Menurutnya, jika tercium aroma tanah, kemungkinan orang tersebut akan meninggal dalam waktu dekat. Sementara aroma bunga disebut sebagai tanda kematian yang terjadi dalam waktu lebih lama.

Ia mengaku sempat ketakutan karena kemampuan tersebut membuatnya mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

Mak Patmoani juga menegaskan bahwa ia jarang mengungkapkan hal tersebut kepada orang lain karena khawatir menimbulkan kepanikan.

Ia menganggap kemampuan itu sebagai bentuk pengamatan yang berulang, bukan bisikan langsung.

Perjalanan Hidup di Tengah Hutan

Selain pengalaman spiritual, kisah hidup Mak Patmoani juga menyita perhatian. Ia menceritakan masa kecil yang sulit, termasuk pernah hidup dengan makanan sederhana seperti umbi-umbian, serangga, hingga hasil hutan karena kondisi ekonomi yang berat.

Ia mengaku tinggal di lokasi hutan tersebut selama puluhan tahun setelah mengalami konflik sosial di masa lalu. Bersama keluarga, ia bertahan hidup dengan memanfaatkan hasil alam dan memelihara ternak seperti ayam dan kambing.

Kehidupan sederhana tersebut justru menjadi bagian dari identitasnya sebagai sosok yang dekat dengan alam dan tradisi Jawa. Banyak tamu datang setiap hari untuk meminta nasihat terkait masalah hidup atau
pengobatan tradisional.

Konten Spiritual dan Minat Publik

Viralnya kisah Mak Patmoani menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap cerita spiritual dan budaya lokal. Konten semacam ini sering menjadi perhatian karena mengangkat perspektif unik yang berbeda dari narasi modern.

Meski demikian, pengamat budaya mengingatkan agar kisah spiritual dipahami secara bijak. Pengalaman pribadi seperti yang disampaikan Mak Patmoani tidak dapat diverifikasi secara ilmiah, sehingga masyarakat diharapkan tetap kritis dalam menyikapinya.

Di sisi lain, kisah tersebut juga memperlihatkan bagaimana kearifan lokal, tradisi herbal, serta filosofi hidup sederhana masih memiliki tempat di tengah era digital.

Terlepas dari benar atau tidaknya pengalaman spiritual yang diceritakan, pesan tentang ketahanan hidup dan hubungan manusia dengan alam menjadi nilai yang banyak disorot oleh penonton.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#mak patmoani viral #kisah spiritual jawa #sunan kalijaga #ilmu jawa tradisional #tanda kematian menurut kejawen