TRENGGALEK NJENGGELEK-Sebelum terbentuknya pemerintahan Kabupaten Majalengka seperti yang kita kenal sekarang, wilayah ini memiliki kisah sejarah menarik yang masih hidup dalam tradisi lisan masyarakat. Selain memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Galuh, Majalengka juga diduga kuat punya hubungan historis dengan Kerajaan Majapahit, meskipun bukan dalam bentuk hubungan pemerintahan formal.
Cerita itu terutama muncul di wilayah Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding. Di desa ini terdapat sebuah dusun yang dikenal warga sebagai Dusun Majapahit. Nama ini menjadi salah satu bukti kuat secara kultural bahwa masyarakat setempat meyakini adanya hubungan kawasan ini dengan kerajaan besar di Jawa Timur.
Dusun Majapahit: Tempat Persembunyian Pasukan Majapahit
Menurut cerita yang turun-temurun, wilayah yang sekarang disebut Dusun Majapahit dulunya konon menjadi tempat persembunyian pasukan Majapahit saat terjadi peperangan besar di masa lampau. Beberapa kisah menyebut bahwa pasukan Majapahit berlindung di titik tersebut ketika kalah dalam sebuah pertempuran, lalu mundur ke area persawahan di kawasan Leuwikujang.
Namun perlu digarisbawahi, hingga saat ini belum ada bukti arkeologis atau penelitian ilmiah resmi yang secara mutlak membuktikan keterlibatan atau keberadaan pasukan Majapahit di lokasi tersebut. Penyebutan Dusun Majapahit semata bersumber dari cerita adat tetua dan narasi lokal yang diwariskan secara lisan.
Sawah Majapahit dan Dua Sungai Pengapit
Di wilayah dusun yang sama, terdapat area persawahan yang dikenal warga sebagai Sawah Majapahit. Lokasi ini disebut berada di antara dua sungai, yakni Sungai Cikadongdong dan Sungai Curug Cirangsang. Dengan letaknya yang berada diapit oleh aliran sungai, warga percaya area ini menjadi tempat menarik untuk berlindung karena kondisi geografisnya yang tersembunyi dan strategis pada masa lalu.
Beberapa cerita warga menyebut bahwa di lokasi ini pernah ditemukan peralatan perang kuno, meskipun tidak pernah dilaporkan kepada peneliti atau disimpan di museum. Hal ini tetap menjadi bagian dari narasi sejarah lokal wilayah Majalengka.
Tanda-tanda Sejarah Kuno di Leuwikujang
Selain Dusun Majapahit dan area persawahan yang memiliki nama berkonotasi sejarah tersebut, warga Leuwikujang juga melaporkan adanya beberapa titik lain yang dianggap memiliki kaitan dengan zaman kerajaan. Meski tidak berupa bangunan atau struktur fisik yang bisa diteliti, keberadaan prasasti sederhana atau nama tempat dengan konotasi historis dianggap sebagai bagian dari bukti sejarah yang tidak kalah penting dalam tradisi lisan masyarakat.
Kedekatan geografis antara kawasan Majalengka dengan wilayah pesisir utara Jawa, termasuk Cirebon, juga menjadikan dugaan adanya hubungan sejarah semakin menarik. Cirebon sendiri memiliki sejarah panjang kerajaan dengan hubungan politik dan budaya yang berkembang di masa lalu.
Antara Cerita Lisan dan Bukti Sejarah
Hingga kini, keterkaitan antara Majalengka dan Kerajaan Majapahit masih berstatus sebagai cerita sejarah yang berkembang dalam budaya lokal. Masyarakat masih mengandalkan narasi yang diturunkan dari orang tua kepada generasi muda sebagai sumber utama.
Kisah Dusun Majapahit, Sawah Majapahit, hingga cerita keberadaan pasukan Majapahit yang berlindung di wilayah ini menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Leuwikujang. Walaupun belum ditopang bukti ilmiah kuat, cerita ini tetap hidup dan menjadi kekayaan sejarah lokal yang unik.
Kesimpulan
Majalengka bukan hanya dikenal sebagai wilayah agraris di Jawa Barat, tetapi juga sebagai daerah yang menyimpan warisan sejarah lisan yang kuat. Dugaan keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit melalui penamaan Dusun Majapahit di Leuwikujang menjadi bagian menarik dari legenda historis yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Sebagai narasi yang masih berkembang, cerita ini membuka peluang bagi penelitian sejarah dan arkeologi masa depan untuk mengeksplorasi lebih jauh hubungan antara Majalengka dan kerajaan besar di Nusantara.
Editor : Ichaa Melinda Putri