TRENGGALEK NJENGGELEK – Sejarah Provinsi Jawa Timur menyimpan perjalanan panjang yang berawal dari bukti-bukti epigrafis berupa prasasti hingga terbentuknya pemerintahan modern seperti saat ini. Dari Prasasti Dinoyo tahun 760 Masehi sampai penetapan 12 Oktober sebagai hari jadi, perjalanan sejarah ini memperlihatkan dinamika kekuasaan, perubahan struktur pemerintahan, dan pergulatan politik di tanah timur Pulau Jawa.
Jejak awal sejarah Provinsi Jawa Timur dapat ditelusuri melalui yang menyebutkan bahwa pada abad ke-8 wilayah ini berada di bawah kekuasaan di Malang. Fakta ini menunjukkan bahwa sejak masa awal, kawasan Jawa Timur telah menjadi bagian penting dalam perkembangan peradaban Nusantara.
Memasuki abad ke-10, sejarah Provinsi Jawa Timur memasuki babak baru. Wilayah yang semula dianggap pinggiran dari di Jawa Tengah, perlahan menjelma menjadi pusat kekuasaan baru. Sejumlah kerajaan besar pernah berpusat di kawasan ini, seperti , , hingga yang masyhur dalam sejarah Nusantara.
Tokoh penting dalam peletakan fondasi pemerintahan di Jawa Timur adalah . Ia dinilai berjasa membangun struktur pemerintahan yang tersusun secara hierarkis.
Sistem tersebut meliputi pemerintahan pusat atau keraton, watek sebagai wilayah daerah, dan wanua atau desa. Struktur ini bertahan hingga abad ke-13 pada masa Singasari, menjadi bukti kematangan sistem administrasi di Jawa Timur kala itu.
Perkembangan signifikan terjadi pada abad ke-13 ketika konsep wilayah pemerintahan semakin kompleks. Istilah “Jawa Timur” secara etimologis mulai dikenal pada era Mataram Islam dengan sebutan Bang Wetan atau wilayah timur. Kawasannya meliputi pesisir timur dan pedalaman Jawa bagian timur.
Masa Kolonial dan Pembentukan Provinsi
Sejarah Provinsi Jawa Timur juga tidak lepas dari dinamika kolonial. Setelah peristiwa huru-hara Tionghoa di Kartasura pada 1743, wilayah pesisir utara Jawa dan Pulau Madura jatuh ke tangan Belanda. Sementara itu, wilayah Mataram hanya tersisa di pedalaman.
Berakhirnya Perang Diponegoro pada 1830 menjadi titik balik penguasaan penuh Belanda atas Jawa Timur. Sejak 1830 hingga 1929, pemerintah Hindia Belanda menjalankan sistem pemerintahan dengan hubungan langsung antara pusat di Batavia dan para bupati di daerah.
Pada 1929, Belanda membentuk pemerintahan Provinsi Jawa Timur dengan struktur birokrasi yang mulai menyerupai sistem pemerintahan modern. Pembentukan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah administrasi Jawa Timur sebagai satu kesatuan wilayah pemerintahan formal.
Era Jepang hingga Awal Kemerdekaan
Masa pendudukan Jepang pada 1942–1945 membawa perubahan sistem pemerintahan di Jawa Timur. Wilayah ini berada di bawah kendali militer Jepang hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945.
Setelah kemerdekaan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945 menetapkan pembentukan provinsi-provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur. ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur pertama. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Residen Bojonegoro.
Meski dilantik pada 5 September 1945, RMT Suryo baru efektif menjalankan pemerintahan provinsi setelah hijrah ke Surabaya pada 12 Oktober 1945. Tanggal tersebut kemudian dianggap sebagai awal berjalannya mekanisme pemerintahan Provinsi Jawa Timur secara resmi.
Berdasarkan perjalanan sejarah panjang tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerbitkan Perda Nomor 6 Tahun 2007 yang menetapkan 12 Oktober sebagai hari jadi Provinsi Jawa Timur.
Sejarah Provinsi Jawa Timur bukan sekadar catatan masa lampau, melainkan fondasi identitas dan perjalanan panjang sebuah wilayah yang pernah menjadi pusat peradaban besar Nusantara. Dari prasasti batu hingga sistem birokrasi modern, Jawa Timur terus menegaskan perannya dalam panggung sejarah Indonesia.
Editor : Findika Pratama