Legenda Joko Lelono: Asal Usul Gunung Gajah Mungkur dan Umbul Nogo dari Kisah Kerajaan Gaib
Findika Pratama• Minggu, 15 Februari 2026 | 19:40 WIB
Legenda Joko Lelono: Asal Usul Gunung Gajah Mungkur dan Umbul Nogo dari Kisah Kerajaan Gaib
TRENGGALEK NJENGGELEK – Sebuah legenda turun-temurun di wilayah Jawa Tengah menceritakan kisah perjalanan spiritual seorang pemuda bernama Joko Lelono. Cerita rakyat ini dipercaya menjadi asal-usul beberapa tempat yang kini dikenal masyarakat, seperti Gunung Gajah Mungkur dan sumber mata air yang dianggap sakral.
Dahulu, dikisahkan seorang begawan sakti memiliki anak bernama Joko Lelono. Saat dewasa, sang ayah memintanya mencari pendamping hidup. Namun, kesalahpahaman dalam percakapan membuat sang ayah marah hingga tanpa sengaja mengutuk anaknya menjadi buta. Untuk memulihkan penglihatannya, Joko Lelono diminta bertapa dan menjalani perjalanan spiritual.
Dalam perjalanannya menuju pertapaan di kawasan , Joko Lelono ditemani dua abdi setianya. Setelah menjalani tirakat dan pengobatan batin, penglihatannya kembali pulih. Ia pun melanjutkan perjalanan untuk mencari jodoh sesuai petunjuk ayahnya.
Awal Terbentuknya Nama-Nama Tempat
Perjalanan Joko Lelono dipercaya menjadi asal-usul beberapa nama daerah. Saat beristirahat di sebuah bukit kecil, ia menamai tempat itu Gunungan. Tak lama kemudian, ia berhenti kembali di sebuah lokasi lain yang kemudian disebut Geger.
Dalam perjalanan tersebut, payung pusaka miliknya tertinggal. Ketika dicari kembali oleh para abdi, payung itu telah berubah menjadi batu. Tempat itu pun kemudian dikenal sebagai Bu Payung, sebagai penanda kejadian tersebut.
Pertemuan dengan Ratu Kerajaan Gaib
Suatu hari, Joko Lelono melihat cahaya misterius yang membawanya ke sebuah gerbang megah. Dalam pandangan batinnya, ia memasuki sebuah kerajaan gaib yang dipimpin oleh Ratu Diah Ayu Putri Serang. Di sanalah ia menemukan sosok wanita yang akhirnya menjadi pendamping hidupnya.
Namun, ada syarat yang harus dipenuhi: ia tidak boleh kembali ke dunia manusia selamanya. Joko Lelono menerima syarat itu dan tinggal di kerajaan gaib tersebut.
Sementara itu, kedua abdinya yang mencari sang tuan hanya bisa merasakan keberadaannya melalui laku batin. Mereka pun melanjutkan perjalanan dan menjaga peninggalan sang tuan sebagai tanda kesetiaan.
Pertarungan Gajah dan Naga
Kisah berlanjut ketika gajah tunggangan Joko Lelono yang ditinggalkan tiba-tiba mengamuk. Keributan itu membangunkan naga raksasa penjaga kerajaan gaib. Pertarungan dahsyat antara gajah dan naga pun tak terhindarkan.
Pertempuran berlangsung sengit hingga akhirnya keduanya hancur bersamaan. Potongan tubuh mereka dipercaya menjadi asal mula terbentuknya berbagai tempat. Bagian tubuh gajah yang jatuh ke utara dipercaya menjelma menjadi sebuah gunung yang kini dikenal sebagai dan wilayah sekitarnya.
Sementara bagian tubuh naga memunculkan sumber mata air yang disebut Umbul Nogo, yang dipercaya membawa kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Pesan untuk Generasi Selanjutnya
Dalam cerita tersebut, para abdi Joko Lelono berpesan bahwa sumber air yang muncul akan menjadi sumber kehidupan bagi anak cucu di masa depan. Mereka juga mengingatkan agar masyarakat selalu bersyukur atas hasil panen dan menjaga alam.
Legenda ini hingga kini masih diceritakan turun-temurun oleh masyarakat sebagai bagian dari sejarah lisan dan kepercayaan lokal. Selain menjadi cerita rakyat, kisah Joko Lelono juga dianggap sebagai asal-usul terbentuknya beberapa tempat penting di wilayah Wonogiri dan sekitarnya.