TRENGGALEK NJENGGELEK - Ramalan terkait Ratu Pantai Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah seorang narasumber dalam kanal YouTube mengungkap prediksi bencana alam yang disebut-sebut berkaitan dengan wilayah pesisir Indonesia. Pernyataan tersebut viral di media sosial karena menyinggung potensi gempa dan tsunami di Sumatera Barat serta Sulawesi.
Dalam perbincangan tersebut, sosok perempuan bernama Feni mengaku memiliki pengalaman spiritual yang berkaitan dengan Ratu Pantai Selatan. Ia menyebut mendapatkan “tanda-tanda” berupa energi hingga gambaran dari langit sebelum peristiwa besar terjadi.
Ramalan Ratu Pantai Selatan ini semakin menarik perhatian karena dikaitkan dengan sejumlah kejadian sebelumnya, termasuk bencana alam yang disebut telah ia rasakan melalui firasat.
Prediksi Bencana di Sumatera Barat dan Sulawesi
Feni mengungkapkan bahwa wilayah yang paling ia khawatirkan saat ini adalah Sumatera Barat, khususnya Padang, serta sejumlah kawasan pesisir di Sulawesi. Ia menyebut adanya potensi gempa dan tsunami yang dapat berdampak pada daratan yang semakin terkikis.
Menurutnya, fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi alam yang terus berubah, terutama di wilayah pesisir. Ia menggambarkan adanya kemungkinan air laut yang perlahan masuk ke daratan akibat proses alam yang berkelanjutan.
“Saya paling takut Sumatera Barat dan Sulawesi. Pesisirnya itu lama-lama bisa terkikis,” ujarnya dalam perbincangan tersebut.
Meski demikian, ia juga menyebut Pulau Jawa relatif lebih aman karena adanya “perlindungan” tertentu, meskipun tidak dijelaskan secara ilmiah.
Tanda-Tanda Spiritual dan Energi
Dalam penjelasannya, Feni mengaku sering mendapatkan tanda sebelum bencana terjadi. Tanda tersebut bisa berupa mimpi, bisikan, hingga gambaran visual seperti bentuk gunung di langit.
Ia bahkan menyebut dapat merasakan energi tertentu pada seseorang yang akan meninggal dunia. Menurutnya, energi tersebut sudah muncul sekitar 40 hari sebelum kematian.
Fenomena ini disebutnya sebagai bentuk “peringatan” yang ia rasakan secara pribadi. Namun, ia menegaskan bahwa semua itu tetap harus disikapi dengan keimanan dan kewaspadaan, bukan ketakutan berlebihan.
Kaitkan dengan Ratu Pantai Selatan
Ramalan Ratu Pantai Selatan dalam pernyataan tersebut juga dikaitkan dengan sosok mistis yang dipercaya sebagian masyarakat sebagai penguasa laut selatan. Feni mengaku memiliki pengalaman spiritual yang membuatnya merasa “berkomunikasi” dengan sosok tersebut.
Ia menyebut pesan yang diterima tidak selalu berkaitan dengan bencana, tetapi juga tentang perilaku manusia terhadap alam. Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya menjaga lingkungan dan tidak merusak alam.
Menurutnya, bencana bukan semata-mata hal gaib, melainkan juga akibat dari ulah manusia yang tidak menjaga keseimbangan alam.
Penjelasan Logis soal Orang Tenggelam
Menariknya, dalam perbincangan itu juga dibahas mitos tentang korban tenggelam di laut selatan yang disebut “diambil” oleh penguasa laut. Feni justru membantah anggapan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa secara logika, kejadian tenggelam lebih disebabkan oleh faktor alam seperti arus kuat dan pusaran air, bukan karena hal mistis.
“Kalau sayang, tidak mungkin menyiksa. Itu kembali ke faktor alam dan manusia,” ujarnya.
Penjelasan ini sekaligus memberikan sudut pandang berbeda di tengah kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos laut selatan.
Antara Kepercayaan dan Kewaspadaan
Fenomena ramalan Ratu Pantai Selatan ini kembali membuka diskusi panjang tentang hubungan antara kepercayaan spiritual dan fakta ilmiah. Di satu sisi, banyak masyarakat yang masih mempercayai hal-hal mistis sebagai bagian dari budaya.
Namun di sisi lain, para ahli terus mengingatkan pentingnya memahami bencana dari sudut pandang ilmiah, seperti aktivitas lempeng tektonik dan perubahan iklim.
Apa pun itu, pesan yang bisa diambil adalah pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti pesisir pantai.
Editor : Fadhilah Salsa Bella