Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Naga Dina dan Patine Dina Viral! Cara Hitung Weton Jawa Ini Dipercaya Tentukan Arah Rezeki dan Nasib

Fadhilah • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:25 WIB
Naga dina dan patine dina viral, ini cara menghitung weton Jawa untuk menentukan arah rezeki dan menghindari kesialan.
Naga dina dan patine dina viral, ini cara menghitung weton Jawa untuk menentukan arah rezeki dan menghindari kesialan.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Naga dina dan patine dina kembali menjadi perbincangan hangat setelah sebuah video YouTube mengulas cara menghitung weton Jawa yang dipercaya bisa menentukan arah keberuntungan hingga menghindari kesialan. Konsep ini merupakan bagian dari tradisi perhitungan hari dalam budaya Jawa yang masih digunakan sebagian masyarakat hingga kini.

Naga dina dan patine dina erat kaitannya dengan hitungan neptu hari dan pasaran dalam sistem penanggalan Jawa. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa setiap hari memiliki “kekuatan” atau arah tertentu yang disebut naga dina, serta arah yang sebaiknya dihindari yang disebut patine dina.

Fenomena ini menarik perhatian publik karena dianggap bisa menjadi panduan dalam menentukan langkah penting, mulai dari berdagang hingga menggelar hajatan besar.

Pengertian Naga Dina dalam Weton Jawa

Naga dina secara sederhana diartikan sebagai posisi atau arah kekuatan suatu hari. Dalam kepercayaan Jawa, arah inilah yang dianggap membawa keberuntungan atau “jayane dina”.

Untuk menghitung naga dina, seseorang harus mengetahui nilai neptu hari dan pasaran. Misalnya, Sabtu memiliki nilai 9 dan Legi bernilai 5, sehingga total neptu Sabtu Legi adalah 14.

Perhitungan kemudian dilakukan dengan mengurutkan arah mata angin dari timur, selatan, barat, hingga utara secara berulang sesuai jumlah neptu. Jika hasil akhir jatuh di selatan, maka arah tersebut dianggap sebagai naga dina atau arah kekuatan hari.

Patine Dina: Arah yang Harus Dihindari

Selain naga dina, terdapat pula patine dina yang memiliki arti sebagai arah “kematian hari” atau arah yang sebaiknya dihindari. Dalam tradisi Jawa, patine dina sering dianalogikan sebagai kuburan hari.

Cara menghitung patine dina sedikit berbeda. Pertama, neptu hari dan pasaran tetap dijumlahkan. Kemudian dilakukan perhitungan ulang berdasarkan siklus hari dan pasaran hingga menemukan kombinasi baru, seperti Sabtu Kliwon.

Setelah itu, neptu hasil tersebut kembali dihitung untuk menentukan arah mata angin. Arah inilah yang disebut sebagai patine dina dan dianggap kurang baik untuk aktivitas penting.

Digunakan untuk Keperluan Penting

Naga dina dan patine dina biasanya digunakan sebagai pedoman dalam menentukan arah saat melakukan kegiatan besar. Misalnya, saat mengarak pengantin, pindah rumah, atau memulai usaha.

Dalam praktiknya, masyarakat diimbau untuk mengarah ke naga dina agar mendapatkan keberuntungan, serta menghindari patine dina untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai contoh, jika pada hari Sabtu Legi arah patine dina berada di timur, maka disarankan untuk tidak memulai perjalanan atau usaha ke arah tersebut.

Antara Tradisi dan Keyakinan

Meski tidak memiliki dasar ilmiah, perhitungan naga dina dan patine dina tetap menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Bagi sebagian masyarakat, hal ini bukan sekadar mitos, tetapi bentuk kehati-hatian dalam menjalani kehidupan.

Di sisi lain, banyak juga yang memandangnya sebagai budaya yang perlu dilestarikan tanpa harus diyakini sepenuhnya.

Yang jelas, keberadaan naga dina dan patine dina menunjukkan kekayaan tradisi Jawa dalam memahami hubungan antara waktu, arah, dan kehidupan manusia.

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#hitungan neptu #Weton jawa #naga dina #patine dina #Primbon Jawa