Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Apa Itu Islam Aboge? Ini Penjelasan Lengkap Perhitungan Alif Rebo Wage yang Dipakai Tentukan Ramadan dan Syawal

Fadhilah • Kamis, 26 Maret 2026 | 18:55 WIB
Islam Aboge atau Alif Rebo Wage bukan aliran, tapi sistem kalender Jawa untuk menentukan Ramadan dan Syawal. Ini penjelasannya.
Islam Aboge atau Alif Rebo Wage bukan aliran, tapi sistem kalender Jawa untuk menentukan Ramadan dan Syawal. Ini penjelasannya.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Istilah Islam Aboge atau Alif Rebo Wage kembali ramai dibahas di tengah masyarakat. Banyak yang masih salah paham dan mengira Islam Aboge sebagai aliran keagamaan tersendiri, padahal sejatinya bukan demikian.

Dalam penjelasan yang beredar, Islam Aboge atau Alif Rebo Wage merupakan sistem perhitungan kalender Jawa yang digunakan sebagian masyarakat untuk menentukan waktu ibadah, seperti awal Ramadan, Syawal, dan hari besar Islam lainnya. Sistem ini berbasis pada siklus delapan tahun atau satu windu.

Islam Aboge tidak berbeda dari ajaran Islam pada umumnya. Para penganutnya tetap menjalankan rukun Islam seperti salat lima waktu, puasa Ramadan, dan ibadah lainnya sesuai syariat.

Baca Juga: Tradisi Unik Masjid Saka Tunggal Banyumas, Adzan Empat Orang Tanpa Pengeras Suara dan Kental Perhitungan Aboge

Asal-usul Istilah Aboge

Istilah Aboge sendiri merupakan singkatan dari “Alif Rebo Wage”. Artinya, tahun pertama dalam siklus kalender Jawa dimulai pada hari Rabu (Rebo) dengan pasaran Wage.

Sistem ini telah digunakan sejak lama dan diyakini berkembang sejak masa para wali di Jawa. Dalam perkembangannya, metode perhitungan ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih memegang kuat budaya Jawa.

Sistem Perhitungan Satu Windu

Dalam Islam Aboge, satu siklus penanggalan terdiri dari delapan tahun yang disebut satu windu. Setelah delapan tahun berlalu, perhitungan akan kembali ke awal, yaitu tahun Alif.

Setiap tahun memiliki pola perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Hijriyah. Tahun Alif menjadi patokan utama karena menjadi awal dari seluruh siklus.

Sebagai contoh, dalam keyakinan penganut Aboge, tahun Hijriyah tertentu bisa ditetapkan sebagai tahun Alif, sehingga tanggal 1 Muharram jatuh pada Rabu Wage. Dari titik ini, perhitungan bulan-bulan berikutnya ditentukan.

Baca Juga: Makna Sifat Jujur dalam Islam Menurut Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah, Kunci Iman Sempurna dan Hidup Berkah

Penentuan Ramadan dan Syawal

Salah satu ciri khas Islam Aboge adalah metode penentuan awal Ramadan dan Syawal. Berbeda dengan metode rukyat atau hisab modern, Aboge menggunakan rumus berdasarkan hari dan pasaran.

Misalnya, awal Ramadan ditentukan pada kombinasi hari tertentu dengan pasaran tertentu, begitu juga dengan 1 Syawal. Rumus ini mengikuti pola yang telah ditetapkan dalam siklus windu.

Karena itu, terkadang terdapat perbedaan penetapan awal puasa atau Hari Raya Idulfitri antara penganut Aboge dan pemerintah.

Bukan Aliran, Melainkan Tradisi

Penting untuk dipahami bahwa Islam Aboge bukanlah aliran atau sekte dalam Islam. Sistem ini hanya metode penanggalan yang dipadukan dengan tradisi lokal Jawa.

Para penganutnya tetap berpegang pada ajaran Islam yang sama, hanya saja menggunakan pendekatan berbeda dalam menentukan waktu ibadah.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Kejawen Kembali Dibahas, Begini Cara Hitung dan Maknanya Menurut Leluhur Jawa

Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Hingga kini, praktik Islam Aboge masih bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa Tengah dan sekitarnya. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya yang menunjukkan bagaimana Islam berakulturasi dengan budaya lokal.

Di tengah perkembangan teknologi dan metode penanggalan modern, keberadaan Aboge menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap bertahan dan dihormati oleh sebagian masyarakat.

Meski sering menimbulkan perbedaan, keberagaman cara pandang ini justru memperkaya praktik keagamaan di Indonesia selama tetap dilandasi toleransi dan saling menghargai.

Baca Juga: Nogodino, Ilmu Arah Leluhur Jawa yang Kembali Viral: Benarkah Bisa Tentukan Energi, Rezeki, dan Keselamatan?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Islam Aboge #Alif Rebo Wage #kalender Jawa Islam #penentuan Ramadan Jawa #tradisi Islam Jawa